Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Pusat, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp. Kardio(K), menanggapi kejadian siswa sekolah dasar berinisial YBR (10) yang meninggal dunia akibat bunuh diri dan diduga kuat tidak tahan hidup dalam kemiskinan di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Respons tersebut disampaikan Ketua IDAI Pusat saat menghadiri acara Simposium Nasional 2026 di Bengkulu pada Jumat (6/2/2026).
Piprim mengatakan, pihaknya sangat prihatin atas peristiwa tersebut, karena seorang anak seharusnya mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar secara layak.
“Tentu saja kita sangat prihatin ya, bagaimana anak yang seharusnya mendapatkan kebutuhan dasar seperti asih, asah, dan asuh, termasuk di situ pendidikan yang baik, kemudian kebutuhan dasar yang baik,” ungkap Piprim saat diwawancarai di Hotel Mercure, Kota Bengkulu, Jumat (6/2/2026) pukul 15.57 WIB.
Pendidikan Jadi Persoalan Bersama
Piprim menjelaskan, peristiwa tersebut menjadi persoalan bersama terkait bagaimana pemerintah dapat menyediakan fasilitas yang memadai agar anak-anak di Indonesia dapat bersekolah dengan baik.
Ia menekankan bahwa faktor pendidikan memiliki peran yang sangat penting, bukan hanya soal pemenuhan makanan bergizi, tetapi juga kemampuan anak untuk memenuhi kebutuhan penunjang sekolah.
“Pendidikan sangat penting, bukan hanya makanan bergizi saja, tapi kalau dia ngak punya uang untuk beli buku juga jadi repot,” tutur Piprim.
Piprim menambahkan, untuk menunjang pertumbuhan anak yang baik, pendekatan yang dilakukan harus bersifat lebih komprehensif dan menyeluruh.
Ia menyebut pihaknya juga mendukung program pemerintah terkait pemberian makan bergizi bagi anak-anak Indonesia sebagai salah satu upaya pemenuhan kebutuhan dasar.
“Untuk pertumbuhan anak yang baik, harus lebih komprehensif, kami mendukung program makan bergizi ini,” jelas Piprim.
Faktor Lain Penentu Keberhasilan Pendidikan
Meski demikian, Piprim mengingatkan agar seluruh pihak tidak mengabaikan faktor-faktor lain yang turut berkontribusi terhadap keberhasilan pendidikan anak.
Salah satu faktor tersebut adalah kesejahteraan tenaga pendidik, termasuk gaji guru honorer yang juga berpengaruh terhadap kualitas pendidikan.
“Kita juga tidak boleh abai dengan faktor-faktor yang berkontribusi suksesnya pendidikan anak, seperti gaji guru honornya berapa, faktor ini yang juga mempengaruhi suksesnya pendidikan anak dan sangat penting, tidak bisa dilupakan begitu saja, yang hanya fokus pada pemberian makan bergizi,” tutup Piprim.