Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Balai Adat Rajo Penghulu di Bengkulu hadir sebagai ruang edukasi sejarah yang menampilkan berbagai koleksi barang antik dari masa lalu.
Berlokasi di Jalan Pariwisata, Malabero, Kota Bengkulu, tempat ini menjadi salah satu destinasi unik yang tidak hanya menyimpan benda-benda lawas, tetapi juga memberikan pengalaman belajar bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Pemilik Balai Adat Rajo Penghulu, Asni, mengatakan bahwa bersama suaminya, Junai, ia membangun tempat tersebut dengan tujuan mengenalkan sejarah melalui benda-benda yang pernah digunakan pada masa lampau.
Melalui koleksi yang ditampilkan, mereka berharap remaja masa kini dapat memahami perkembangan zaman dengan melihat langsung berbagai peninggalan sejarah.
"Tujuan kami membuat balai adat ini untuk edukasi, supaya para remaja zaman sekarang tahu seperti apa barang-barang tempo dulu dan memahami nilai sejarahnya," kata Asni, Sabtu (7/2/2026).
Ragam Koleksi Barang Antik
Di dalam balai adat tersebut, pengunjung dapat menemukan berbagai koleksi menarik.
Koleksi tersebut meliputi peralatan rumah tangga lama, televisi tabung, kamera jadul, hingga buku-buku lama.
Selain itu, terdapat pula uang koin dan uang kertas kuno yang menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pengunjung yang tertarik pada sejarah ekonomi dan budaya.
Asni mengungkapkan bahwa bangunan balai adat mulai berdiri sejak tahun 2019.
Namun, pada awal pendiriannya, jumlah koleksi yang dimiliki masih terbatas.
Seiring berjalannya waktu, terutama sejak tahun 2021, koleksi barang antik terus bertambah sehingga menjadikan balai adat ini semakin lengkap sebagai ruang edukasi sejarah.
"Koleksi ini tidak hanya berasal dari Kota Bengkulu, tetapi juga didatangkan dari sejumlah daerah lain seperti Pulau Jawa, Padang, hingga Lampung," imbuhnya.
Berawal dari Hobi Mengoleksi Barang Lawas
Hobi mengoleksi barang lawas yang dijalani Asni bersama suaminya menjadi awal mula berdirinya Balai Adat Rajo Penghulu.
Seiring waktu, koleksi tersebut kemudian berkembang dan balai adat ini pun dibuka untuk umum.
Di antara koleksi yang ada, Asni menyebutkan bahwa keramik menjadi salah satu benda tertua yang dimiliki.
Benda tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi dan kerap menarik perhatian para pengunjung.
Balai Adat Rajo Penghulu dibuka untuk umum setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 13.00 WIB.
Sementara itu, pada Sabtu dan Minggu, balai adat buka lebih lama hingga pukul 21.00 WIB.
Pengunjung dapat datang langsung untuk melihat koleksi, belajar sejarah, sekaligus menikmati suasana bernuansa klasik.
Pengunjung Meningkat Sejak Viral
Menurut Asni, sejak mulai dikenal luas dan viral pada tahun 2025, jumlah pengunjung Balai Adat Rajo Penghulu mengalami peningkatan.
Banyak masyarakat datang tidak hanya untuk belajar sejarah, tetapi juga untuk berfoto di sejumlah spot favorit yang menampilkan koleksi barang jadul dengan nuansa autentik.
"Semoga ke depan, Balai Adat Rajo Penghulu dapat terus menjadi ruang pelestarian sejarah sekaligus destinasi edukatif yang memperkenalkan nilai-nilai masa lalu," tukasnya.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini