Realisasi Investasi Aceh Barat 2025 Capai Rp 764,79 Miliar, Pelayanan Perizinan Sepenuhnya Digital
Nurul Hayati February 07, 2026 06:33 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, ACEH BARAT - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Aceh Barat mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025, baik dari sisi realisasi investasi maupun peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis digital.

Di tengah dinamika ekonomi nasional, total realisasi investasi di Aceh Barat tercatat mencapai Rp 764,79 miliar.

Kepala DPMPTSP Aceh Barat, Ifan Murdani SSTP MSi, Sabtu (7/2/2026) mengatakan bahwa sepanjang 2025 pihaknya mengelola anggaran sebesar Rp 5,88 miliar dengan tingkat realisasi mencapai 95,15 persen atau setara Rp 5,60 miliar.

“Tingginya serapan anggaran ini menunjukkan optimalisasi pelaksanaan program serta konsistensi pemerintah daerah dalam memperkuat iklim investasi,” ujar Ifan.

Secara tahunan, nilai realisasi investasi pada 2025 memang mengalami penurunan sekitar 53 persen dibandingkan tahun 2024.

 Namun demikian, aktivitas investasi justru menunjukkan tren positif.

Hal ini tercermin dari peningkatan jumlah Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sebesar 37 persen, dengan total 1.191 laporan yang diterima sepanjang tahun 2025.

Ifan menjelaskan, berdasarkan data triwulanan, realisasi investasi tertinggi terjadi pada Triwulan III dengan nilai Rp 359,6 miliar.

Selanjutnya Triwulan II sebesar Rp179,4 miliar, Triwulan IV Rp121,3 miliar, dan Triwulan I sebesar Rp 104,2 miliar.

Baca juga: Bingung Emas Fisik atau Digital? Simak Penjelasan Ekonom Jenis yang Paling Aman Buat Investasi

Dari sisi sektor usaha, pertambangan masih menjadi kontributor terbesar investasi di Aceh Barat dengan porsi 47,5 persen atau sekitar Rp 363 miliar. Sektor Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Kehutanan berada di posisi kedua dengan kontribusi 20,8 persen atau sekitar Rp 158 miliar dari total investasi.

Sementara secara geografis, Kecamatan Meureubo menjadi wilayah dengan nilai investasi tertinggi mencapai Rp 378 miliar atau 49,4 persen dari total realisasi investasi.

Wilayah lain dengan kontribusi signifikan adalah Kecamatan Panton Reu dan Woyla.

Selain capaian investasi, DPMPTSP Aceh Barat juga mencatat kemajuan signifikan dalam transformasi pelayanan publik.

Sepanjang 2025, seluruh proses perizinan atau 100 persen layanan telah dilaksanakan secara online melalui sistem OSS, SICANTIK, dan SIMBG. Total dokumen perizinan dan nonperizinan yang diterbitkan mencapai 3.253 dokumen.

Untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, DPMPTSP Aceh Barat terus mengembangkan berbagai inovasi, di antaranya Klik n Kring melalui WhatsApp dan telepon, Hiling (Hadirkan Layanan Izin Keliling) dengan bus pelayanan ke kecamatan dan gampong, serta SILOPer (Sistem Layanan Ojek Perizinan) yang mengantarkan dokumen izin langsung ke rumah pemohon sebagai upaya pencegahan pungutan liar.

Selain itu, platform B’Invest Anywhere dihadirkan sebagai ruang diskusi informal untuk mempromosikan peluang investasi di Aceh Barat.

Melalui berbagai capaian tersebut, Ifan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam membangun ekosistem investasi yang sehat, transparan, dan berkelanjutan.

Sepanjang 2025, investasi yang masuk juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja lokal sebanyak 845 orang, memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.