Pengurus PGRI Aceh Besar Periode 2025-2030 Dilantik, Rita Mayasari Dikukuhkan sebagai Bunda Guru
Muhammad Hadi February 07, 2026 06:33 PM

 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR - Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Besar Periode 2025–2030 resmi dilantik di Orion Hall, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Jumat (6/2/2026) malam. 

Pelantikan tersebut juga ikut dibarengan dengan pengukuhan Rita Mayasari sebagai Bunda Guru Aceh Besar.

Pelantikan dan pengukuhan itu dilakukan langsung oleh Ketua PGRI Aceh, Al Munzir, S.Pd yang turut dihadiri Bupati Aceh Besar, Muharram Idris.

Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris, berharap, kepengurusan baru mampu menghadirkan energi, inovasi, dan kreativitas dalam mengawal dunia pendidikan di Aceh Besar.

“PGRI harus menjadi pelindung dan pengayom guru-guru kita. Guru adalah kunci lahirnya generasi cerdas. Kemajuan daerah sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusianya,” ujar Bupati.

Baca juga: 154 Peserta Ikut Seleksi Guru Beut Kitab Bak Sikula di Aceh Besar

Ia menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, baik bagi guru maupun peserta didik. 

Menurutnya, keharmonisan antara kepala sekolah dan guru menjadi pondasi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Bupati juga menyinggung rencana peremajaan kepala sekolah di Aceh Besar dalam waktu dekat. Ia berharap rekomendasi dari PGRI menjadi pertimbangan penting dalam proses tersebut.

“PGRI lebih memahami karakter dan psikologi anggotanya. Kepala sekolah harus menjadi teladan, bukan sosok yang menekan. Sekolah harus menjadi tempat yang nyaman, bukan menakutkan,” tegasnya.

Baca juga: Harga Emas Per Mayam Hari ini di Banda Aceh Diguncang Naik Lagi, 7 Februari 2026 Dijual Segini

Selain itu, Bupati menyoroti pemerataan perhatian pendidikan di seluruh wilayah Aceh Besar, termasuk kawasan 3T dan kepulauan seperti Pulo Aceh, Lhoong, dan Lembah Seulawah. 

“Seluruh anak Aceh Besar berhak mendapatkan layanan pendidikan yang setara,” pungkasnya.

Peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan guru

Sementara itu, Ketua PGRI Aceh, Al Munzir SPdI MSi, menegaskan bahwa PGRI adalah organisasi profesi, bukan organisasi politik. 

PGRI harus fokus pada peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan guru, termasuk memberikan pendampingan hukum jika diperlukan.

“Setelah dilantik jangan berleha-leha atau mencari jabatan. Jangan pikirkan diri secara pribadi.

Namun pikirkanlah harapan yang besar mulai dari pengembangan guru hingga pendampingan hukum, PGRI harus hadir untuk itu," tegasnya.

Baca juga: Dinas Pendidikan Aceh Larang Siswa dan Guru Bawa Ponsel ke Ruang Kelas 

Ketua PGRI Aceh Besar yang baru dilantik, Munadi, S.Pd.I., M.Pd.,menyebut PGRI Aceh Besar memiliki 23 pengurus cabang (PC) sesuai jumlah kecamatan, serta ribuan anggota yang tersebar di berbagai satuan pendidikan.

“Amanah ini bukan hanya dipertanggungjawabkan kepada manusia, tetapi juga di hadapan Allah SWT. 

Jangan bertanya apa yang PGRI berikan kepada kita, tetapi apa yang bisa kita berikan kepada PGRI,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.