BANJARMASINPOST.CO.ID - Tak hanya nama bintang, Teddy Pardiyana juga masuk daftar ahli waris Lina Jubaedah. Namun, tudingan komedian Sule soal incar warisan terjawab.
Sampai kini, proses nama Bintang tercantum dalam permohonan penetapan ahli waris almarhum Lina Jubaedah yang kini bergulir di Pengadilan Agama.
Hal tersebut membuat perhatian publik kembali tertuju pada Teddy Pardiyana.
Kini, lewat Wati Trisnawati selalu kuasa hukumnya, Teddy Pardiyana buka suara untuk meluruskan tujuan permohonan tersebut.
Ia menegaskan langkah hukum itu tidak berkaitan dengan pembagian harta warisan.
“Permohonan ini hanya untuk penetapan ahli waris, bukan gugatan warisan,” ujar Wati Trisnawati dikutip melalui tayangan Youtube Reyben Entertainment, Jumat (6/2/2026).
Baca juga: Tindakan Mulan Jameela Bareng Maia Estianty di Acara Al Ghazali-Alyssa Jadi Sorotan, Ada Ahmad Dhani
Baca juga: Meninggal Usai 3 Tahun Pesulap Merah Nikahi Ratu Rizky Nabila, Nasib Istri Pertama Disorot Tessa
Sidang perdana perkara tersebut telah digelar pada (27/1) dengan agenda pemanggilan para pihak. Teddy Pardiyana hadir melalui kuasa hukum yang ditunjuk.
Tahapan selanjutnya dalam proses hukum ini adalah mediasi yang dijadwalkan berlangsung selama 30 hari.
Mediasi dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku di Pengadilan Agama.
“Sampai sekarang belum ada informasi dari pihak termohon untuk mediasi,” kata Wati Trisnawati.
Masuknya nama Bintang dalam permohonan tersebut disebut semata-mata demi kepentingan administrasi.
Hal ini berkaitan dengan status hukum anak almarhum Lina.
Wati menjelaskan bahwa penetapan ahli waris dibutuhkan untuk berbagai keperluan administrasi di masa mendatang.
Permohonan tersebut tidak menyentuh objek atau nilai harta peninggalan.
“Kami tidak menuntut objek warisan apa pun, hanya penetapan ahli waris,” tegas Wati.
Dalam permohonan itu, Teddy Pardiyana juga tercantum sebagai ahli waris almarhum Lina.
Hal tersebut merujuk pada ketentuan dalam Kompilasi Hukum Islam.
Wati menyebut bahwa secara hukum, suami dan anak kandung memiliki kedudukan sebagai ahli waris.
Ketentuan tersebut menjadi dasar pengajuan permohonan ke pengadilan.
“Suami yang ditinggalkan dan anak kandung termasuk ahli waris menurut Kompilasi Hukum Islam,” jelas Wati Trisnawati.
Sementara itu, Bintang saat ini diketahui tinggal bersama Teddy Pardiyana di Bandung.
Anak tersebut belum memulai aktivitas sekolah dasar.
Hingga kini, belum ada komunikasi langsung antara pihak Teddy dengan keluarga Sule terkait proses mediasi.
Perkara masih berjalan sesuai tahapan yang ditentukan pengadilan.
Di tengah sorotan publik, Teddy Pardiyana menegaskan tetap fokus pada kepentingan anak.
Ia memilih menempuh jalur hukum tanpa menyinggung pembagian harta peninggalan.
Di sisi lain, Sule kembali buka suara soal tuduhan mirip pada keluarganya. Kali ini terkait anak Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana.
Penyebabnya, muncul tudingan jika anak-anaknya tidak peduli terhadap Bintang sang adik tiri di tengah polemik penetapan ahli waris yang ramai diperbincangkan.
Menurut Sule, Rizky Febian (Iky) dan Putri Delina justru telah menunjukkan kepedulian dengan membiayai kebutuhan Bintang selama berbulan-bulan.
Dia justru heran dengan tudingan netizen yang menyudutkan anak-anaknya, terutama Putri Delina, seolah tidak memiliki empati terhadap Bintang.
Bagi Sule, anggapan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.
“Netizen ada yang bilang Putri nggak sayang. Itu menurut saya tolol semua. Selama tujuh bulan Putri membiayai adik tirinya, adik tiri lho ini,” ujar Sule dikutip melalui tayangan Youtube Reyben Entertainment, Kamis (5/2/2026).
Ia menambahkan, selain Putri Delina, Rizky Febian juga turut membantu memenuhi kebutuhan Bintang.
Mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga keperluan penting lainnya, termasuk saat momen Lebaran.
“Setiap saat, nggak ada popok, nggak ada apa, mereka yang ngurus. Kurang baik apa?” katanya.
Sule menegaskan bahwa secara hukum maupun tanggung jawab, kewajiban utama mengurus dan menghidupi Bintang berada pada ayah kandungnya.
Namun demikian, anak-anaknya tetap memilih membantu atas dasar kemanusiaan, bukan kewajiban.
“Yang punya tanggung jawab itu bapaknya. Tapi anak-anak saya tetap mengurus secara manusia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sule menyayangkan sikap yang dinilainya justru memanfaatkan kondisi tersebut.
Ia menilai kepedulian anak-anaknya kerap disalahartikan dan malah menjadi sasaran tudingan negatif.
“Karena kita terlalu baik, jadinya ngeyel. Bisa jadi dimanfaatkan,” ucap Sule.
Sule pun meminta publik untuk tidak terus menyerang anak-anaknya yang menurutnya tidak bersalah dalam polemik ini. Ia menegaskan dirinya hanya berbicara di media untuk mewakili dan melindungi kepentingan anak-anaknya.
“Saya cuma mewakili anak-anak saya saja berbicara di media,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Sule berharap polemik ini dapat diselesaikan melalui jalur mediasi dan hukum tanpa terus menyeret anak-anaknya ke dalam konflik yang berkepanjangan.
(Banjarmasinpost.co.id/Grid.id)