TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Pengadaan perlengkapan sekolah gratis untuk belasan ribu pelajar jenjang PAUD, SD, dan SMP sederajat di Malinau Kalimantan Utara tetap menjadi prioritas Pemkab Malinau dalam belanja daerah di tahun 2026.
Tekanan fiskal yang dihadapi seluruh daerah akibat terpangkasnya Transfer ke Daerah atau TKD telah dihitung peruntukannya berdasarkan prioritas.
Program inovasi yang termasuk dalam Program Inovatif Pemkab Malinau ini telah berjalan sejak 2022. Diperuntukkan bagi peserta didik PAUD, SD, hingga SMP sederajat dengan total pengadaan 17,9 ribu pada 2022 dan terus meningkat.
Wakil Bupati Malinau, Jakaria, mengatakan kegiatan ini menjadi satu dari 5 prioritas meski di tengah tantangan fiskal daerah.
Baca juga: Pengadaan Perlengkapan Sekolah di Malinau Dipastikan Tersalur Lengkap Tahun ini: Anak Fokus Belajar
"Komitmen untuk membebaskan beban pendidikan dari pundak orang tua murid terus konsisten dijalankan melalui program inovasi Wajib Belajar Malinau Maju," ungkap Jakaria, Sabtu (7/2/2026).
Meskipun menghadapi tekanan fiskal, Pemkab Malinau secara sadar tetap mengunci anggaran untuk menjamin setiap siswa menerima fasilitas sekolah secara utuh.
Paket yang diberikan mencakup tas sekolah, sepatu, buku pelajaran, hingga seragam lengkap (harian, batik, pramuka, dan olahraga).
"Karena kami menginvestasikan sumber daya manusia, kami pikir ini terus akan bisa berkembang sampai kapanpun, tapi menginvestasikan pembangunan fisik ini setiap tahun akan susut," katanya.
Berdasarkan Perda 8/2025 tentang APBD Malinau 2026, program serupa akan tetap dilaksanakan dengan jumlah sasaran mencapai hampir 19 ribu siswa.
Program ini dilaksanakan melalui Dinas Pendidikan Malinau untuk sekolah-sekolah yang menjadi kewenangan pemerintah Kabupaten, meliputi PAUD, SD, hingga SMP.
Baca juga: Air Mata Ibu: Kisah di Balik Lahirnya Program Perlengkapan Sekolah Gratis di Malinau Kaltara
Berdasarkan data resmi Dinas Pendidikan (Disdik)Malinau, program pengadaan perlengkapan siswa menunjukkan tren peningkatan yang sangat masif dalam beberapa tahun terakhir.
Tahun 2022: Pemerintah mendistribusikan sebanyak 17.902 paket perlengkapan.
Tahun 2023: Jumlah bantuan meningkat menjadi 19.082 paket.
Tahun 2024: Komitmen melonjak tajam dengan pengadaan mencapai 36.984 paket.
(*)
Penulis: Mohammad Supri