Kota Ini Resmi Miliki Branding Baru, Berangkat dari Riset dan Akar Budaya Warga
Budi Sam Law Malau February 07, 2026 08:14 PM

WARTAKOTALIVE.COM -- Pemerintah Kota Pasuruan resmi memperkenalkan wajah baru citra kota melalui konsep branding strategis bertajuk “Religius Modern.”

Identitas baru ini tidak muncul dari selera desain semata, melainkan lahir dari hasil riset mendalam yang menggali memori kolektif, persepsi warga, hingga akar sejarah kota.

Branding ini lahir dari riset terpadu hasil kerja sama Pemkot Pasuruan dengan lembaga profesional LOGITERA, yang memadukan survei persepsi publik, penggalian memori kolektif warga, serta kajian historis dan sosial. Hasil riset tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam satu sistem bahasa visual kota yang konsisten dan berjangka panjang.

Baca juga: Ayo Daftar Lomba City Branding Kota Tangerang di Digifest Vol. 2, Hadiah Puluhan Juta Rupiah

Riset Warga

Dalam survei persepsi warga, 73,5 persen responden menyebut Pasuruan pertama-tama hadir dalam ingatan mereka sebagai kota santri.

Nuansa religius menjadi kekuatan utama identitas kota ini, bukan sekadar simbol, tetapi pengalaman hidup yang nyata.

Sebanyak 58,4 persen responden memilih kata religius, santri, dan berkah sebagai frasa paling tepat menggambarkan Pasuruan.

Sementara 41,8 persen lainnya langsung mengaitkan Pasuruan dengan figur KH Abdul Hamid, ikon Payung Madinah, serta lanskap spiritual di pusat kota.

Temuan ini menegaskan bahwa religiusitas merupakan identitas yang hidup dalam memori kolektif warga.

Modern: Kota yang Hidup, Terbuka, dan Dinamis

Namun riset yang sama juga menunjukkan wajah Pasuruan yang dinamis.

Warga menggambarkan alun-alun dan tugu kota sebagai ruang publik yang aktif, kawasan pesisir dan pelabuhan sebagai denyut ekonomi rakyat, serta kuliner khas seperti bipang/jipang sebagai warisan yang terus tumbuh secara ekonomi.

Pasuruan juga dipersepsikan sebagai kota yang majemuk dan terbuka, tempat beragam latar sosial hidup berdampingan. 

Dari sinilah kata “Modern” menemukan pijakannya: bukan modern dalam arti tercerabut dari tradisi, melainkan modern sebagai kota yang bergerak, berinteraksi, dan beradaptasi.

Enam Simbol Identitas Kota Pasuruan

Temuan riset tersebut kemudian dirangkum menjadi enam simbol identitas utama, yakni:

  • Spiritualitas dan religiusitas
  • Pesisir dan bahari
  • Tugu kota
  • Kemajemukan warga
  • Kuliner khas
  • Lanskap laut

Enam elemen ini membentuk Sistem Bahasa Visual Pasuruan, yang dibakukan dalam pedoman identitas visual meliputi konstruksi logo, palet warna, tipografi, hingga aturan penerapan agar seluruh komunikasi kota berbicara dalam satu “bahasa” yang sama.

Baca juga: Tren Sportstyle Jadi Gaya Hidup Masyarakat Urban, EAGLE re-Branding Logo dan Terapkan Teknologi Baru

Wali Kota: Religius dan Modern Bisa Menyatu

Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menegaskan bahwa branding “Religius Modern” merupakan refleksi jujur dari kehidupan warga Pasuruan sendiri.

“Religius bukan berarti statis, modern bukan berarti tercerabut dari akar. Pasuruan menunjukkan bahwa keduanya bisa menyatu dalam kehidupan warganya,” ujar Adi Wibowo.

Menurutnya, branding ini tidak diposisikan sebagai sekadar logo baru, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat pariwisata, ekonomi kreatif, komunikasi publik, serta promosi investasi daerah.

Peneliti LOGITERA Adi F. Nugrotomo menjelaskan bahwa pendekatan berbasis persepsi warga menjadi kunci dalam perumusan branding ini.

“Kami tidak memulai dari desain, tetapi dari ingatan warga. Ketika memori kolektif mengarah pada religiusitas, dan pada saat yang sama warga melihat kotanya sebagai ruang yang hidup dan terbuka, maka ‘Religius Modern’ adalah simpulan empirik, bukan slogan kreatif,” jelasnya.

Didukung Kepercayaan Publik

Penguatan branding ini juga ditopang oleh persepsi positif publik terhadap kepemimpinan kota. Survei menunjukkan 68,3 persen responden memberikan citra positif kepada Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo.

Selain itu, 67 persen responden meyakini kepemimpinan saat ini mampu membawa kesejahteraan dan kemajuan kota.

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemkot Pasuruan secara umum juga mencapai 75,7 persen, memperkuat legitimasi arah pembangunan dan identitas kota yang tengah dibangun.

Hadir Bertahap di Ruang Publik

Sosialisasi hasil riset branding ini telah disampaikan kepada seluruh jajaran aparatur pemerintahan dalam rangkaian Sosialisasi RPJMD Kota Pasuruan 2025–2029 pada pertengahan 2025.

Ke depan, identitas visual Religius Modern akan hadir secara bertahap di ruang publik, dokumen resmi, materi promosi, serta kolaborasi dengan komunitas dan pelaku usaha lokal.

Tujuannya sederhana namun mendasar: agar warga melihat dirinya sendiri dalam simbol-simbol kota, dan masyarakat luar dengan mudah mengenali Pasuruan dari bahasa visualnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.