TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Bhayangkara Presisi Lampung FC harus menelan pil pahit seusai kalah 1-2 dari Borneo FC Samarinda di kandang sendiri, dalam laga pekan ke-20 Super League 2025/2026.
Bermain di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Sabtu (7/2/2026) sore, tim berjuluk The Guardian ini gagal mempertahankan keunggulan, meski sempat unggul 1-0 di babak pertama.
Atas hasil minor tersebut, Ilija Spasojevic dkk tetap bercokol di peringkat 9 klasmen sementara. Sedangkan Borneo FC tetap di peringkat 2 dan menempel ketat penguasa klasmen sementara, Persib Bandung, dengan selisih 1 poin.
Skuad Bhayangkara FC langsung tancap gas sejak peluit pertama dibunyikan.
Henry Doumbia nyaris mencetak gol cepat di menit pertama. Namun, Nadeo Argawinata tampil sigap di bawah mistar gawang Borneo FC.
Baca juga: Bhayangkara FC Vs Borneo FC, Gol Privat Mbarga Bawa The Guardian Unggul 1-0 di Babak Pertama
Memasuki menit ke-3, kapten tuan rumah, Wahyu Subo Seto, langsung diganjar kartu kuning akibat pelanggaran terhadap Kaio Nunes.
Meski begitu, intensitas serangan anak asuh Paul Munster tidak menurun.
Gol yang ditunggu-tunggu pendukung tuan rumah akhirnya tercipta tepat sebelum turun minum.
Melalui skema serangan balik cepat, hasil kerja sama satu-dua dengan Doumbia, Privat Mbarga berhasil menaklukkan Nadeo. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Borneo FC tampil lebih agresif. Hasilnya langsung terlihat pada menit ke-49.
Berawal dari situasi tendangan bebas, bola lambung disambut oleh tandukan terukur Komang Teguh yang mengarah ke sudut gawang tanpa bisa dijangkau Aqil Savik.
Skor berubah menjadi imbang 1-1.
Tensi pertandingan semakin memanas. Di menit ke-54, Caxambu menerima kartu kuning karena melanggar Doumbia.
Tak lama kemudian, giliran pemain muda Borneo, Rivaldo Enero Pakpahan, yang dikartu kuning karena menjegal Privat Mbarga di menit ke-61.
Bhayangkara FC nyaris kembali unggul melalui tandukan Slavko Damjanovic di menit ke-62. Namun sayang, bola hanya membentur mistar gawang.
Upaya solo run Moussa Sidibe di menit ke-66 juga masih mampu diredam barisan pertahanan Borneo tepat di garis gawang.
Petaka bagi tuan rumah datang di menit ke-77.
Berawal dari aksi individu Kaio Nunes yang berhasil melewati barisan pertahanan sisi kiri Bhayangkara, ia melepaskan umpan matang yang disambar sempurna oleh Ikhsan Nul Zikrak. Skor berbalik menjadi 2-1 untuk keunggulan tim tamu.
Di sisa waktu pertandingan, Paul Munster memasukkan Ilija Spasojevic untuk menambah daya gedor.
Namun, penyelesaian akhir yang masih lemah membuat peluang di menit ke-83 gagal berbuah gol.
Meski wasit memberikan tambahan waktu tujuh menit, skor tetap tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.
Borneo FC sukses mencuri tiga poin penuh dari Bumi Ruwa Jurai.
Seusai pertandingan, pelatih kepala Bhayangkara FC, Paul Munster mengaku kecewa atas hasil minor yang diraih anak asuhnya.
Menurutnya, skuad The Guardian seharusnya mampu mencetak banyak gol, karena banyak peluang yang diciptakan.
"Banyak peluang dari kami, namun tidak dapat memberikan gol tambahan. Kami kecewa atas hasil ini, dari awalnya menang, menjadi kekalahan di kandang," kata Paul Munster saat jumpa pers seusai pertandingan, Sabtu.
Paul juga mengakui, jika permainan anak asuhnya menurun di babak kedua. Hal tersebut yang ditengarai menjadi penyebab 2 gol bersarang di gawang Aqil Savik.
Paul Munster pun menyoroti kebobolan timnya lewat skema open play, yang tidak dapat ia terima hingga saat ini.
Apalagi gol kedua dari Borneo FC, yang seharusnya bisa diantisipasi.
"Gol kedua Borneo terasa sangat tidak bisa diterima, karena ini sangat mudah, seharusnya bisa diantisipasi."
"Saya tidak menerima itu, namun saya harus move on, evaluasi, dan fokus ke pertandingan selanjutnya," tegas Paul Munster.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)