TRIBUN-TIMUR.COM - PT Pertamina Lubricants (PTPL) menyerahkan bantuan perlengkapan bengkel kepada Pergerakan Difabel Indonesia (PerDIK) di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bukti PTPL mendukung pemberdayaan masyarakat inklusif melalui Program Pertamina Sahabat Difabel.
Bantuan diharapkan menjadi stimulan awal untuk mengaktifkan kembali operasional bengkel yang sebelumnya sempat pasif akibat keterbatasan sarana, sekaligus membuka kembali peluang ekonomi bagi para penyandang difabel binaan PerDIK.
Sales Region Manager VII, PT Pertamina Lubricants, Indra Yudanto, mengatakan program ini menjadi wujud nyata komitmen PTPL mendukung pembangunan sosial yang berkelanjutan.
"Kami percaya pemberdayaan komunitas difabel ini memiliki potensi besar sebagai ruang kewirausahaan inklusif, dan kami berharap dapat terciptanya ruang yang inklusif dan berkelanjutan bagi para penyandang difabel,” ujar Indra Yudanto, Sales Region Manager VII, PT Pertamina Lubricants.
Program Pertamina Sahabat Difabel sendiri merupakan program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) untuk pelatihan pengembangan bakat, keterampilan bagi kelompok yang memiliki keterbatasan (difabel dan berkebutuhan khusus) serta pemberdayaan usaha bersama untuk mendorong kemandirian ekonomi berbasis kewirausahaan yang inklusif.
Direktur Bengkel Difabel PerDIK, Ridawn M. Daeng Maliq, menyampaikan keberadaan bengkel difabel juga menjadi sarana untuk mengubah cara pandang terhadap penyandang disabilitas.
“Kami ingin bengkel ini dilihat sebagai tempat kerja yang profesional. Dukungan seperti ini memberi akses dan kepercayaan bagi teman-teman difabel untuk menunjukkan bahwa mereka bisa berkontribusi secara nyata bagi perekonomian daerah,” ujarnya.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh PT Pertamina Lubricants Sales Region VII dan dihadiri oleh Community Development Officer (CDO) PT Pertamina Lubricants SR VII, Dwiki Wijaya Fathurrahman dan Fahrel Fahrezi Lufini, serta perwakilan pengurus PerDIK, pengelola bengkel, dan penyandang difabel penerima manfaat.
PT Pertamina Lubricants berharap Bengkel Difabel PerDIK dapat kembali beroperasi secara produktif dan menjadi contoh praktik baik pemberdayaan difabel di sektor otomotif, sekaligus membuka peluang kolaborasi lanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperluas dampak sosial yang berkelanjutan.