Sebulan Tak Bisa Jalan, Andre Bangkit Lagi Berkat Terapi Robotik Stroke di Klinik Wijaya
Budi Sam Law Malau February 07, 2026 09:30 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Harapan itu datang dari langkah pertama.

Bukan di jalan raya, melainkan di atas treadmill dengan bantuan robot rehabilitasi.

Bagi Andre, pasien stroke asal Jakarta, momen kembali berdiri dan melangkah setelah sebulan terapi di Klinik Wijaya menjadi titik balik hidupnya.

Baca juga: Alasan Pasien Stroke Harus Segera Ditangani, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Bedah Syaraf RSUI 

Sejak 2013, Klinik Wijaya yang berlokasi di Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, telah memanfaatkan teknologi robotik untuk rehabilitasi pasien stroke.

Salah satu perangkat unggulannya adalah robot Lokomat, alat bantu berjalan berbasis exoskeleton yang dirancang untuk melatih kembali fungsi gerak pasien secara bertahap dan berulang.

Owner Klinik Wijaya, Sukono Djojoatmodjo, mengatakan penggunaan teknologi robotik memberi dampak psikologis yang besar bagi pasien.

“Saat pasien bisa berdiri dan berjalan kembali, ada rasa bahagia dan harapan. Itu penting dalam proses penyembuhan,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).

Seiring waktu, Klinik Wijaya terus menambah perangkat rehabilitasi berbasis robotik.

Baca juga: Program Stroke Ready Hospital Pastikan Pasien Dapat Penanganan Medis Cepat, Tepat, dan Komprehensif

Saat ini tersedia berbagai jenis alat, mulai dari Robotik Lokomat, Armeo, Andago, Fourier, hingga hidroterapi.

Robot-robot tersebut didatangkan dari berbagai negara seperti Swiss, Belanda, dan China, serta disesuaikan dengan kebutuhan pasien, baik untuk anggota gerak atas, bawah, maupun keseimbangan tubuh.

Meski biaya terapi tidak murah dan belum ditanggung BPJS Kesehatan, Sukono menegaskan hasil rehabilitasi menjadi alasan utama pasien memilih terapi robotik.

“Hasilnya relatif cepat, apalagi jika dikombinasikan dengan terapi manual dan pendampingan tenaga profesional,” katanya.

Dari Lumpuh Sebelah hingga Kembali Bekerja

Andre mengalami stroke pada Januari 2022.

Saat itu, separuh tubuh kirinya tak bisa digerakkan.

Berkat dorongan keluarga dan rekomendasi dokter, ia menjalani terapi di Klinik Wijaya menggunakan robotik Lokomat.

Hasilnya terasa cepat. Dalam waktu satu bulan, Andre sudah bisa kembali berjalan meski belum sepenuhnya normal.

Tiga bulan kemudian, ia kembali bekerja di perusahaan tambang tempatnya berkarier.

“Dulu pola hidup saya buruk. Kurang tidur, merokok, minum alkohol. Sekarang saya benar-benar berubah,” kata Andre.

Ia menegaskan kesehatan tak bisa diukur dengan uang.

“Kalau soal sehat, jangan hitung-hitungan biaya,” ujarnya.

Hingga kini, Andre masih rutin menjalani terapi untuk memulihkan fungsi tubuhnya secara maksimal.

Ia juga berpesan agar masyarakat menjaga pola hidup sehat agar tak mengalami hal serupa.

Teknologi Tidak Menggantikan Terapis

Fisioterapis Dori Puji Siswanto, yang menangani Andre sejak awal, menjelaskan bahwa terapi robotik memungkinkan latihan gerak dilakukan lebih sering dan konsisten.

“Dalam satu bulan, pasien sudah bisa berjalan. Tiga bulan kemudian kembali bekerja,” katanya.

Sementara itu, dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Erik Setiawan menegaskan robot tidak menggantikan peran manusia.

“Robot membantu pengulangan gerak lebih banyak, tapi terapis tetap dibutuhkan. Kombinasi keduanya yang membuat hasil lebih optimal,” ujarnya.

Baca juga: Aksi Heroik Damkar Evakuasi Lansia Stroke dari Lantai 2 Rumah di Tapos Depok, Ini Ceritanya

Menurut Erik, satu sesi terapi Lokomat berlangsung sekitar 40 menit, dengan simulasi berjalan hingga satu kilometer.

Secara teori, terapi berbasis robotik bisa mempercepat pemulihan hingga tiga kali lipat dibanding metode konvensional.

Klinik Wijaya melayani sekitar 30 pasien per hari dengan berbagai tingkat keparahan stroke.

Klinik ini beroperasi Senin hingga Sabtu pukul 08.00–16.00 WIB, dengan seluruh layanan berbasis biaya mandiri.

Bagi Andre dan pasien lain, teknologi hanyalah alat. Yang paling berarti adalah kesempatan kedua untuk kembali melangkah—dan menjalani hidup dengan lebih sadar akan arti sehat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.