Sempat Tertinggal, Skuad Garuda Unggul 3-2 atas Iran di Babak Pertama Final Piala Asia Futsal 2026
Irwan Wahyu Kintoko February 07, 2026 09:30 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Timnas Futsal Indonesia sukses menutup babak pertama dengan keunggulan 3-2 atas Timnas Futsal Iran dalam laga final AFC Futsal Asian Cup 2026.

Laga final digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026) malam. 

Mengenakan jersey merah-merah, Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan sejak wasit meniup peluit tanda dimulainya pertandingan. 

Baca juga: Final Piala Asia Futsal 2026, Suporter Iran Prediksi Timnas Indonesia Keluar sebagai Juara Asia

Skuad Garuda tampil dominan dalam penguasaan bola, meski Iran memilih bertahan dengan disiplin dan rapat. 

Peluang emas pertama Indonesia hadir pada menit kedua melalui sepakan mendatar Yogi Saputra. 

Namun, tembakan tersebut masih mampu ditepis kiper Iran, Bagher Mohammadi. 

Baca juga: Tantang Iran di Final Piala Asia Futsal 2026, Timnas Futsal Indonesia Punya Peluang Ciptakan Sejarah

Iran yang mengandalkan permainan cepat mencoba memancing pemain Indonesia, termasuk M Iqbal, untuk keluar dari area pertahanan.

Skema tersebut sempat merepotkan lini belakang Garuda. 

Petaka datang pada menit ketiga setelah Iran berhasil unggul lebih dulu lewat situasi sepak pojok.

Baca juga: Jelang Pertandingan Final Piala Asia Futsal 2026, Tiket VIP di Tangan Calo Dijual Rp 1 Juta

Kapten Iran, Hossein Tayebi, yang lolos dari kawalan, sukses menaklukkan kiper Indonesia dan membuat Indonesia Arena sejenak terdiam.

Tertinggal satu gol, Indonesia merespons dengan meningkatkan intensitas permainan. 

Tekanan tinggi terus dilancarkan, disertai penguasaan bola yang lebih disiplin. 

Baca juga: Indonesia vs Iran di Final Piala Asia Futsal 2026, Hector Souto Menolak Dipandang Sebelah Mata

Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ketujuh.

Reza Gunawan sukses memanfaatkan bola muntah hasil tepisan kiper Iran untuk menyamakan kedudukan.

Gol itu langsung disambut gemuruh suporter Garuda. 

Momentum beralih ke Indonesia

Hanya berselang satu menit, umpan jauh ke area pertahanan Iran berhasil dimanfaatkan Israr Megantara untuk mencetak gol kedua dan membalikkan keadaan menjadi 2-1. 

Dukungan suporter semakin menggema, membuat pemain Indonesia tampil kian percaya diri.

Tekanan tanpa henti membuat Iran kesulitan mengembangkan permainan. 

Meski begitu, Iran tetap berbahaya lewat kombinasi sentuhan cepat dan teknik individu.

Namun, kelengahan mereka saat menyerang kembali dimanfaatkan Indonesia. 

Melalui serangan balik cepat, Israr Megantara kembali menunjukkan kualitasnya.

Setelah mengecoh pemain lawan, tendangan kerasnya sukses menjebol gawang Iran untuk ketiga kalinya. 

Tertinggal dua gol, para pemain Iran mulai bermain lebih keras.

Beberapa pelanggaran terjadi dan memaksa wasit mengeluarkan kartu kuning. 

Pada menit ke-15, Iran sempat mencetak gol kedua setelah memanfaatkan situasi bola mati.

Namun, pelatih Indonesia Hector Souto mengajukan video support. 

Setelah meninjau ulang, wasit memutuskan menganulir gol tersebut karena bola telah lebih dulu keluar lapangan. 

Semenit berselang, Iran dapat peluang penalti lantaran Indonesia sudah mengemas enam kali pelanggaran. 

Apiknya penampilan Habibie di bawah mistar gawang Indonesia membuat peluang emas Iran mampu dimentahkan. 

Catatan enam kali pelanggaran membuat M Iqbal CS main lebih hati-hati.

Praktis 3 menit terakhir skuad Garuda hanya fokus bertahan dan mengandalkan serangan balik. 

Dua menit jelang laga babak pertama usai, Iran sukses mencetak gol kedua. 

Kesempatan tersebut hadir usai wasit menunjuk pelanggaran Habibie yang melampaui waktu memegang bola. 

Bola mati di area garis penalti pun sukses dimanfaatkan Iran.

Mahdi Karimi yang mendapatkan umpan mampu mengonversikannya menjadi gol dan mengubah skor menjadi 3-2. 

Hingga babak pertama berakhir, skor 3-2 untuk keunggulan Indonesia tetap bertahan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.