Jelang Ramadan Khofifah Gelar Pasar Murah di Surabaya: Harga Beras dan Telur Anjlok
Cak Sur February 07, 2026 09:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, terus mengintensifkan upaya stabilisasi harga bahan pokok bagi masyarakat di berbagai daerah.

Bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Gubernur Khofifah menggelar Pasar Murah di Lapangan Tambak Wedi, Kenjeran, Kota Surabaya, Sabtu (7/2/2026).

Langkah konkret ini diambil Pemprov Jatim untuk memperluas jangkauan pelayanan kebutuhan pokok sekaligus mengendalikan inflasi menjelang momentum Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.

Daftar Harga Sembako di Pasar Murah Surabaya

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat bisa mendapatkan berbagai komoditas pangan dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasar umum.

Berikut adalah rincian harga bahan pokok yang disediakan di Pasar Murah Tambak Wedi:

  • Beras Premium: Rp 14.000 per kilogram
  • Beras Medium: Rp 11.000 per kilogram
  • MinyakKita: Rp 13.000 per liter
  • Telur Ayam Ras: Rp 22.000 per kemasan
  • Gula Pasir: Rp 14.000 per kilogram
  • Tepung Terigu: Rp 10.000 per kilogram
  • Daging Ayam Ras: Rp 30.000 per kemasan
  • Bumbu Dapur (Bawang Merah/Putih): Mulai Rp 6.000 - Rp 7.000 per 250 gram

“Ramadan sudah semakin dekat, kurang dua minggu lagi. Permintaan bahan pokok pasti meningkat, sehingga melalui Pasar Murah ini masyarakat bisa mendapat harga terjangkau,” ujar Khofifah.

Sasar Wilayah Pinggiran dan Bantu UMKM

Khofifah menegaskan, bahwa Pasar Murah ini bersifat komplementer atau pelapis bagi program yang sudah dijalankan oleh pemerintah kabupaten dan kota.

Fokus kali ini adalah wilayah pinggiran dan hinterland seperti Tambak Wedi guna memastikan pemerataan daya beli masyarakat di seluruh lapisan Surabaya.

Selain sembako, acara ini juga melibatkan stand UMKM lokal yang menjajakan produk jajanan khas, yang disambut antusias oleh warga sekitar.

Kilas Balik Pengendalian Inflasi Jawa Timur

Upaya stabilisasi harga melalui Pasar Murah merupakan strategi rutin Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Timur yang terbukti efektif menekan angka inflasi tahunan.

Pada tahun-tahun sebelumnya, Jawa Timur seringkali menjadi provinsi dengan tingkat kenaikan harga pangan yang paling terkendali berkat distribusi logistik yang cepat melalui operasi pasar serupa.

Langkah ini menjadi krusial mengingat siklus tahunan kenaikan harga pangan selalu terjadi 15-30 hari sebelum memasuki bulan puci Ramadan.

Imbauan untuk Masyarakat

Pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying atau aksi borong sembako secara berlebihan.

Masyarakat disarankan untuk memanfaatkan titik-titik Pasar Murah yang disediakan pemerintah dan selalu memantau informasi harga pangan terkini melalui aplikasi resmi milik Pemprov Jatim atau Disperindag.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.