Cerita Mahasiswa Timor Leste Dapat Beasiswa Profesi Apoteker di UNG
Ryan Nong February 07, 2026 10:19 PM

POS-KUPANG.COM, GORONTALO - Mahasiswa asing asal Timor Leste, Salvarinho Da Costa Ruing Binsasi diwisuda Ahli Madya Farmasi (Amd.Farm) di Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Pada acara wisuda yang digelar Senin 2 Februari 2026,  Salvarinho menceritakan kisahnya menjadi mahasiswa UNG. 

“Saya tiba di Gorontalo 4 Desember 2022, dalam situasi penyesuaian Covid-19,”kata Salvarinho pada penyampaian pesan dan kesan wisudawan.

Selama menempuh pendidikan di Gorontalo, Salvarinho tidak pernah pulang kampung. Tekadnya, tidak akan pulang sebelum gelar yang dicita-citakan disematkan diakhir namanya.

Selama di Gorontalo, kata Salvarinho, ia tidak merasa asing. Dukungan civitas akademik, dosen dan tenaga kependidikan UNG, serta rekan-rekan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, membuatnya nyaman di Bumi Serambi Madinah ini.

“Sambutan hangat civitas akademi, bimbingan dosen, serta kebersamaan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, mengajarkan saya arti persaudaraan lintas bangsa, dan persatuan dalam keberagaman,”katanya.

Pria kelahiran Jogjakarta yang menghabiskan masa pendidikan dasar dan menengahnya di Timor Leste ini, bisa berkuliah di UNG dengan pendanaan beasiswa. Ia mengaku saat pertama tiba di Gorontalo, ia harus mengejar ketertinggalan akademik hampir satu semester, lantaran harus menyesuaikan dengan berbagai administrasi dan persyaratan ketat karena statusnya sebagai mahasiswa asing.

“Kondisi tersebut, menjadi tantangan tidak ringan tapi membentuk keteguhan dan kedisiplinan. Dari pendampingan para dosen, dan tenaga kependidikan (di UNG), serta semangat yang saya bawa dari nilai keluarga dan budaya Timur Leste, perlahan saya mampu mengejar ketertinggalan, dan mengikuti proses akademik secara utuh,”ujarnya.

“Pendidikan adalah kata pertama dalam kamus keluarga saya, sebuah kata yang menggambarkan siapa kita, bagaimana kita bersikap, dan bagaimana kita menjalani kehidupan. Orang tua saya mengajarkan bahwa pendidikan menentukan identitas dan masa depan saya. Itulah sebabnya mencapai pendidikan setinggi-tingginya selalu menjadi prioritas dalam hidup saya. Saya memilih untuk tidak menyerah,”tegasnya.

Ia bersyukur dapat berkuliah di UNG, institusi perguruan tinggi berakreditasi Unggul, yang membuka akses pendidikan tinggi inklusif bagi seluruh mahasiswa. Menurutnya, beasiswa yang diraihnya sehingga bisa berkuliah di UNG, tak sekadar dukungan finansial, namun merupakan wujud dari internasionalilisasi UNG.

Diakhir kesan dan pesanya, Savarinho menyampaikan harapan agar ia tetap bisa berada di UNG, untuk dapat melanjutkan pendidikan sarjana farmasi, hingga profesi apoteker. “Agar kesempatan melalui skema beasiswa, dapat kembali diberikan,”paparnya.

Permintaan Savarinho langsung disambut rektor UNG Prof. Eduart Wolok. Saat memberikan sambutan, Prof Edward menyampaikan akan memproses usulan beasiswa untuk Savarinho, agar mahasiswa asal Timor Lesta ini dapat meraih gelar Sarjana Farmasi, hingga profesi apoteker. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.