TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Pantai Bebas Parapat yang biasanya ramai wisatawan, Sabtu pagi ini dipenuhi pemandangan berbeda. Ratusan personel berseragam dari Polres Simalungun, TNI, Polisi Air, hingga pegawai pemerintahan kompak mengangkat sampah, membersihkan drainase, dan merapikan jalanan. Di tengah mereka, tampak Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang ikut berkeringat bersama anak buahnya.
Kepala Seksi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi Sabtu siang, 7 Februari 2026, sekitar pukul 11.20 WIB, menjelaskan kegiatan luar biasa ini. "Kapolres kami AKBP Marganda Aritonang, SH, SIK, MM, pada Sabtu pagi ini langsung memimpin Gerakan Indonesia ASRI—singkatan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Ini gerakan nasional yang baru saja diluncurkan Presiden RI dalam Rakornas Pemerintahan tanggal 2 Februari 2026," ujar Kasi Humas membuka penjelasannya.
Gerakan Indonesia ASRI merupakan program pemerintah untuk memperbaiki lingkungan dan hunian di seluruh Indonesia. "Presiden sangat concern dengan kebersihan lingkungan. Beliau ingin Indonesia tidak hanya maju, tapi juga bersih dan asri. Polres Simalungun langsung merespons dengan action nyata," ungkap AKP Verry dengan antusias.
Pagi itu, sekitar pukul 08.15 WIB, di halaman Siantar Hotel Parapat, Kapolres memimpin apel gabungan yang diikuti ratusan personel. "Saya ingin seluruh personel memahami bahwa ini bukan sekadar kerja bakti biasa. Ini adalah gerakan nasional yang harus kita wujudkan dengan sepenuh hati. Jaga sinergitas, tunjukkan sikap humanis kepada masyarakat," kata Kapolres dalam arahannya yang penuh semangat.
Yang membuat kegiatan ini istimewa adalah keterlibatan massif lintas instansi. Hadir langsung Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Simalungun NY. Nanik M. Aritonang bersama Ibu Wakil Ketua NY. Ennik Imam. "Para ibu Bhayangkari tidak hanya datang, tapi ikut turun tangan membersihkan sampah. Ini sangat inspiring," ungkap Wakapolres Simalungun KOMPOL Imam Alriyuddin, SH, MH.
Seluruh jajaran pimpinan Polres Simalungun hadir lengkap: Kabag Ops KOMPOL M. Manik, Kabag SDM KOMPOL Manaek Sahala Ritonga, Kabag Log KOMPOL Pandapotan Butar Butar, semua Kasat dari Reskrim hingga Binmas, seluruh Kasie, Kasubbag, para perwira, brigadir, dan ASN. "Total ratusan personel Polres Simalungun terlibat," kata Kabag Ops.
Personel Kodim 0207/Simalungun juga hadir dalam jumlah signifikan. "TNI dan Polri bahu membahu. Ini menunjukkan soliditas kita dalam mengabdi kepada rakyat," kata salah satu perwira TNI dengan bangga.
Personel Satuan Polisi Air Polda Sumut yang khusus datang dari Medan juga turut serta. "Kami fokus di area pantai dan tepi Danau Toba. Membersihkan sampah yang terapung di air, membersihkan dermaga. Ini bagian dari tugas kami menjaga kelestarian Danau Toba," ungkap personel Sat Pol Air.
Pegawai Kecamatan Girsang Sipangan Bolon juga bergabung. "Kami sangat senang bisa kerja sama dengan Polres dan TNI. Biasanya kami kerja sendiri, sekarang ada dukungan besar. Ini membuat kami lebih semangat," kata salah satu pegawai kecamatan.
Bahkan Kasidokkes Polres Simalungun, dr. Siro Venesia Banjarnahor, ikut turun langsung. "Saya tidak hanya mengawasi dari jauh. Sebagai dokter, saya tahu betul pentingnya lingkungan bersih untuk kesehatan masyarakat. Makanya saya ikut bersihkan sampah," ungkap dokter Siro sambil tersenyum.
Baca juga: Kapolres Samosir Ganti Olahraga dengan Aksi Bersih-bersih Water Front Pangururan & Tepi Danau Toba
Setelah apel, Kapolres membagi personel ke beberapa titik strategis. "Pukul 08.35 WIB, semua personel bergerak sesuai pembagian zona. Kami fokus dari Jalan Parapat Hita sampai Pantai Bebas Parapat. Tidak ada yang terlewat," kata Kapolsek Parapat AKP Mantho Pandiangan, SH.
Bentuk kegiatan sangat komprehensif. "Kami bersihkan sampah di jalan, trotoar, drainase, taman, area parkir, bahkan sudut-sudut yang biasanya terlupakan. Dari sampah plastik, botol, dedaunan, lumpur, semua kami angkut," kata Kasat Samapta AKP Heddy Marpaung yang terlihat berkeringat.
Ibu Ketua Bhayangkari NY. Nanik M. Aritonang memberikan contoh inspiratif. "Saya lihat beliau tidak malu kotor-kotoran. Beliau pegang sapu, angkat sampah, bersihkan drainase. Ini teladan yang luar biasa," ungkap Kasat Binmas AKP Dorlan Pasaribu dengan kagum.
Selama 2,5 jam, ratusan personel bekerja tanpa henti. "Semua kompak, semangat, dan penuh dedikasi. Tidak ada yang mengeluh lelah. Semua sadar ini untuk kebaikan bersama," kata Kabag SDM KOMPOL Manaek Sahala Ritonga.
Sinergi TNI-Polri-Pemerintah Daerah terlihat sangat solid. "Kami bekerja seperti satu tim. Tidak ada sekat institusi. Semua punya tujuan sama: mewujudkan Parapat yang ASRI," ungkap perwira Kodim yang terlibat.
Masyarakat sekitar memberikan respons luar biasa positif. Seorang pedagang sate di tepi jalan bercerita, "Pagi-pagi saya sudah lihat rombongan besar berseragam bersihkan jalan. Saya kira ada apa. Ternyata kerja bakti dipimpin langsung Kapolres. Luar biasa! Jarang ada pejabat mau kotor-kotoran begini," kata pedagang dengan mata berkaca-kaca.
Seorang wisatawan dari Medan yang sedang berlibur di Parapat juga terkesan. "Saya kaget lihat ratusan polisi dan TNI bersihkan sampah. Di Medan jarang lihat yang seperti ini. Kalau semua daerah begini, Indonesia pasti bersih," ungkap wisatawan.
Hingga pukul 10.30 WIB, kegiatan selesai dengan hasil maksimal. "Kawasan Parapat sekarang jauh lebih bersih. Jalan bersih, drainase lancar, taman rapi, pantai kinclong. Hasilnya sangat memuaskan," kata Kapolsek Parapat dengan puas.
Kapolres Simalungun dalam penutupan menyampaikan pesan penting. "Gerakan Indonesia ASRI bukan program sesaat. Ini komitmen jangka panjang. Saya berharap masyarakat Parapat ikut menjaga kebersihan yang sudah kita ciptakan bersama hari ini. Mari kita jaga Parapat tetap ASRI," kata AKBP Marganda Aritonang.
Kasat Reskrim AKP Herison Manullang yang juga terlibat menambahkan, "Kami akan jadikan ini kegiatan rutin. Setiap bulan kami akan lakukan kerja bakti mendukung Gerakan Indonesia ASRI. Parapat harus menjadi role model kawasan wisata bersih di Indonesia."
Wakapolres KOMPOL Imam Alriyuddin menutup dengan optimisme. "Dengan semangat seperti hari ini, saya yakin Gerakan Indonesia ASRI akan berhasil. Tidak hanya di Parapat, tapi di seluruh Simalungun, bahkan seluruh Indonesia," pungkas Wakapolres dengan penuh harapan, sambil mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan demi terwujudnya Indonesia yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah. (*)