Batu Akik Bangkit Lagi, AKAMI Dorong Edukasi agar Pecinta Tak Lagi Tertipu
Budi Sam Law Malau February 07, 2026 10:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Upaya menghidupkan kembali gairah batu akik, batu mulia, dan permata Nusantara terus dilakukan.

Asosiasi Kecubung Amethyst Indonesia (AKAMI) bersama komunitas perbatuan menggelar Festival Permata dan Akik Nusantara yang dipusatkan di Harco Glodok, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat.

Acara yang berlangsung sejak Senin (2/2/2026) hingga Sabtu (7/2/2026) itu ditutup dengan rangkaian pameran dan talkshow edukatif. Antusiasme pengunjung terbilang tinggi.

Baca juga: Cerita Engkong Salim Manusia Batu Akik, Pamer Banyak Hiasan Batu Akik Senilai Rp 100 Juta di Tubuh

Setiap hari, ratusan pecinta batu mulia datang untuk melihat koleksi batu akik, permata, dan batu mulia dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua AKAMI, Chaerullah, mengatakan festival ini digelar tidak sekadar sebagai ajang jual beli, tetapi juga sarana edukasi agar masyarakat semakin memahami kualitas, keaslian, dan nilai batu permata.

“Tema besarnya memang pameran, tapi kami lengkapi dengan talkshow bersama gemolog dari laboratorium berlisensi dan terpercaya di Indonesia. Tujuannya agar masyarakat tidak mudah tertipu,” ujar Chaerullah di lokasi acara.

Edukasi Jadi Kunci

Dalam talkshow tersebut, AKAMI menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Agustono Dwi Rahadi selaku Pembina AKAMI dan Abdul Aziz A.G, gemolog dari WGL dan MRI.

Mereka membahas cara membedakan batu asli dan palsu, pentingnya sertifikasi, hingga kesalahan umum yang sering terjadi di pasar perbatuan.

Chaerullah menilai, turunnya pamor batu akik dalam beberapa tahun terakhir tak lepas dari praktik curang oknum penjual, seperti penggunaan memo palsu atau ketidaksesuaian antara sertifikat dan batu yang dijual.

Baca juga: Wali Kota Depok Buka Kontes Batu Akik Nusantara 2025, Peserta Tembus 3 Ribu dari Berbagai Daerah 

“Karena itu kami dorong setiap batu berkualitas untuk dimemokan di laboratorium. Bukan soal jam terbang pedagang, tapi soal akurasi. Laboratorium punya alat dan keilmuan yang lebih objektif,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap batu bersertifikat dengan harga tidak masuk akal. Menurutnya, batu berkualitas tinggi mustahil dijual murah tanpa alasan jelas.

Festival Meriah, Libatkan Komunitas dan Kreator Konten

Tak hanya pameran dan talkshow, AKAMI juga menyuguhkan hiburan seperti line dance, live music, serta siaran langsung bersama konten kreator.

Pengunjung bahkan mendapat giveaway berupa tumbler sebagai bentuk apresiasi.

“Target kami sederhana, perbatuan bisa naik lagi, tapi naik secara sehat dan positif. Bukan euforia semu seperti dulu,” kata Chaerullah.

Gen Z Mulai Melirik Batu Akik

Penutupan festival turut dihadiri Kepala Pasar Rawa Bening, A. Subhan, yang mengapresiasi kegiatan ini.

Ia menilai festival semacam ini mampu membuka wawasan publik tentang kekayaan batu asli Indonesia.

“Kita jadi ingat lagi identitas batu dari berbagai daerah, seperti Pandan dari Jakarta, Garut Edong, Kalimaya, Kecubung Wulung, hingga Batu Anggur dari Pacitan,” ujarnya.

Subhan juga menyebut tren menarik di kalangan anak muda.

Menurutnya, Gen Z mulai kembali tertarik pada batu akik, baik sebagai koleksi maupun aksesori seperti cincin, gelang, dan kalung.

“Di Pasar Rawa Bening, sekarang sudah banyak anak muda yang memilah dan membeli batu. Bahkan turis asing masih sangat menyukai batu asli Indonesia,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.