Sempat Jadi Sorotan Siswa Belajar di Lantai, SD Inpres Klabat Dipastikan Belajar Normal Senin
Glendi Manengal February 07, 2026 11:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Viral di sosial media (sosmed), sejumlah siswa di SD Inpres Klabat Kecamatan Dimembe Minut belajar di lantai tehel warna putih.

Menggunakan seragam motif batik celana merah, aksi siswa tersebut dilakukan di satu diantara ruang kelas yang bagian masuk program di revitalisasi.

Menurut informasi, peristiwa itu terjadi pada Rabu 4 Januari 2026 oleh siswa tersebut kelas VI SD Inpres Klabat.

Meja dan kursi di dalam ruang kelas sementara di letakkan, karena ruang kelas untuk belajar 26 siswa kelas VI SD Inpres Klabat sedang di revitalisasi.

Kondisi tersebut kemudian di keluhkan oleh orang tua siswa dan mengunjungi sekolah, mengambil bukti mereka belajar di lantai sesuai video yang viral.

Video itu di rekam sendiri oleh orang tua siswa, yang anaknya belajar di lantai pada hari Rabu kemarin.

"Saat kami tanya kenapa anak belajar di lantai, pihak sekolah bilang rehab ruangan itu akan dilanjutkan. Kami orang tua melihat dengan anggaran besar ada pekerjaan belum selesai," kata Farida satu diantara orang tua siswa, saat diwawancara wartawan di halaman sekolah SD Inpres Klabat, Jumat (6/2/2026).

Saat wawancara, cuaca di halaman sekolah SD Inpres Klabat yang satu lokasi dengan SMPN 2 Satu Atap Dimembe, Desa Klabat Kecamatan Dimembe Minut mendung.

Harapan Farida selaku orang tua, anak mereka tidak menjadi korban, bisa belajar dengan layak.

Karena kalau belajar di lantai, pakaian kotor saat pulang ke sekolah. 

Terkait dengan itu, menurut Kepala Sekolah SD Inpres Klabat Dimembe yang baru Novi Pinontoan siswa yang sempat belajar di lantai karena ruang kelas VI sedang di rehab lewat program revitalisasi.

"Meja kursi ada, tapi karena ruangan sementara di rehab anak-anak belajar disitu. Mereka (anak-anak), dengan belajar seperti itu senang karena tetap masih belajar namun orang tua yang mengeluh," kata Novi Pinontoan Kepsek SD Inpres Klabat di selasar ruang yang sedang di rahab dalam program revitalisasi, Jumat (6/2).

Saat di wawancara sejumlah wartawan, cuaca bergerimis.

Lanjutnya, proses belajar mengajar akan kembali normal dengan di masukkan kembali kursi dan meja yang sempat di letakkan di selasar depan kelas yang di rehab.

Pihaknya memperkirakan rehab itu akan selesai pada pekan depan.

Disentil mengenai keterlambatan pekerjaan rehab harusnya selesai di 31 Desember 2025, menurut Kepsek Novi terhambat karena keuangan diduga ditahan Kepala Sekolah yang lama.

Belum diserahkan ke Panitia pelaksana, untuk melanjutkan progres pengerjaan.

Ia menjelaskan terkait tiga ruangan yang di rehab dalam program revitalisasi, diduga ada langkah dan insiatif dilakukan mantan Kepsek yang ternyata tidak masuk dalam rencana anggaran biaya (RAB).

Insiatif tersebut berupa pergantian tehel lantai, sementara itu tidak masuk dalam RAB rehab revitalisasi.

"Yang di rehab tujuh ruang di SD Inpres Klabat, terbagi dua ada tiga ruang dan empat ruang kelas," tandasnya.

Amatan di lapangan, saat wartawan wawancara dengan seorang orang tua siswa dan Kepala sekolah SD Inpres Klabat para siswa nampak sedang mengembalikan ompreng atau tempat makanan bergizi gratis (MBG).

Sementara tumpukan meja yang di pakai untuk belajar berada di selasar depan tiga ruang kelas.

Sedangkan kursi di masukkan ke kelas VI, karena disaat itu juga berlangsung pertemuan atau rapat orang tua siswa, mantan Kepaek, Kepala Sekolah, pengawas, guru dengan Kepala Dinas Pendidikan Minut Joefita Supit, Inspektur Minut Stephen Tuwaidan dan jajaran.

Siswa SD Inpres Klabat Belajar Normal Senin Pekan Depan

Dinas Pendidikan dan Inspektorat Kabupaten Minahasa Utara (Minut), datangi SD Inpres Klabat di Kecamatan Dimembe, Jumat (6/2/2026).

Sekolah itu satu lokasi dengan SMPN 2 Satu Atap Dimembe, Desa Klabat Kecamatan Dimembe Minut mendung.

Berjarak 18 Kilometer (Km) dengan Kantor Bupati Minut di Kelurahan Airmadidi Atas Kecamatan Airmadidi.

Dapat ditempuh dalam waktu 35 menit menggunakan kendaraan bermotor.

Dari ikon Kabupaten Minut yaitu Tuguh Zero Poin di Sukur, berjarak 17 Km dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor dalam waktu 17 menit.

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan,

Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menegah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menegah.

Di SD Inpres Klabat, jumlah dana bantuan Rp 926 juta lebih dari Kementrian.

Dengan pelaksana  Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan.

Menurut Stephen Tuwaidan Kepala Inspektorat Kabupaten Minut, apa yang dilakukan terkait dengan asas manfaat dari pekerjaan itu sehingga datang melakukan monitoring dan evaluasi pekerjaan revitalisasi.

"Khusus di SD Inpres Klabat persoalannya karena mantan Kepala Sekolah ingin melakukan pekerjaan inovasi yang menurut pandangannya boleh. Tapi dari sudut pandang auditor, itu tidak bisa karena tidak masuk dalam rencana anggaran biaya (RAB) yang dikeluarkan Kementrian," kata Inspektur Minut Stephen Tuwaidan saat diwawancara wartawan usai pertemuan dengan orang tua siswa, guru, mantan Kepsek, Kepsek, pengawas dan Dinas Pendidikan Minut di halaman SD Inpres Klabat, Jumat (6/2/2026).

Dalam wawancara tersebut kondisi cuaca mendung.

"Inilah titik persoalan di SD Inpres Klabat," tambahnya.

Pihaknya kemudian sudah mengecek bersama tim teknis, tinggal kecil anggaran yang belum diselesaikan berdasarkan RAB.

Hanya saja, ada pemasangan tehel tidak masuk dalam RAB tanggung jawab Kepsek lama yang membongkar itu sehingga harus di pertanggungjawabkan.

Dalam rapat itu muncul kesepakatan, tanggal 1 Maret 2026 panitia pelaksanaan rehab revitalisasi selesaikan pekerjaan sisa dan apa yang dilakukan Kepsek lama.

"Nantinya ketika akan diperiksa tim BPK tidak akan memeriksa tehelnisasi karena tidak masuk dalam RAB rehab revitalisasi," kata dia.

Sembari mendesak ke mantan Kepsek, untuk menyelesaikan itu karena itu merupakan aset negara di sekolah.

Kadis Pendidikan Pastikan, Senin Proses Belajar Mengajar di SD Inpres Klabat Tak Lagi Melantai

Joefita Supit Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) memastikan bahwa mulai Senin pekan depan, siswa sudah belajar di tempatnya dalam ruang kelas.

Menurut Supit, rapat dan pertemuan yang dilakukan sebagai respons atas aspirasi dan keluhan orang tua terkait kenyamanan anak-anak mereka dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Dalam pertemuan tersebut, Jofieta menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjamin hak siswa mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak, meski proses renovasi ruang belajar masih berjalan.

Setelah mendengar langsung aspirasi para orang tua, pihaknya pastikan Senin pekan depan sudah tidak ada lagi proses belajar mengajar di lantai seperti yang terlihat dalam video yang sempat beredar. 

"Kami juga telah menginstruksikan Plt Kepala Sekolah agar memperhatikan seluruh aspek kenyamanan siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung," kata Kadis Pendidikan Joefita Supit.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan akan melakukan pemantauan langsung pada pekan depan guna memastikan seluruh arahan telah dilaksanakan dan kondisi sekolah semakin kondusif.

Usai pertemuan oara orang tua siswa menyatakan kepuasan atas penjelasan yang diberikan.

Pihak orang tua menyatakan siap mendukung program pemerintah daerah dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Minahasa Utara.

Sementara itu, panitia pelaksana program revitalisasi berkomitmen untuk menuntaskan seluruh sisa pekerjaan dalam waktu kurang dari satu bulan. 

Dengan demikian, pada awal Maret 2026 mendatang, para siswa SD Inpres Klabat diharapkan sudah dapat menikmati fasilitas ruang belajar yang telah selesai direnovasi sepenuhnya. 

Pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan dilakukan di SD Inpres Klabat, yang berada satu lokasi dengan SMPN 2 Satu Atap Dimembe, Desa Klabat Kecamatan Dimembe Minut.

Ada revitalisasi ruang kelas empat ruang dilakukan rehabilitasi dan ruang kelas tipe 1 ada dua ruang kelas.

Berdasarkan hasil investigatif tim dari Inspektorat Minut, melakukan perhitungan untuk empat ruang ada sembilan pekerjaan.

Dan untuk dua ruang kelas ada delapan pekerjaan.

Pekerjaan yang dilakukan untuk revitalisasi di empat ruang meliputi dinding yaitu plesteran, acian, pintu, jendela, kuda-kuda atap, plafon, pemasangan lantai kramik di selasar, pengecetan, instalasi listrik, penggantung kunci dan dinding praktisi.

Sementara untuk revitalisasi tipe 1 di dua ruang meliputi, pekerjaan dinding, pintu jendela, kuda-kuda atap, plafon, lantai keramik dan pengecetan hingga instalasi listrik serta penggantung kunci.

(TribunManado.co.id/Crz)

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.