Barang KW di Bekasi Masih Diminati, Pembeli Akui Nyaman Dipakai Meski Bukan Original
Feryanto Hadi February 07, 2026 10:35 PM

 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra


WARTAKOTALIVE COM, BEKASI - Peredaran barang tiruan atau KW di wilayah Bekasi disebut masih mudah ditemui dan terctat memiliki peminat dari beragam kalangan masyarakat.

Beberapa warga mengaku tidak kerap memprioritaskan keaslian merek saat membeli kebutuhan fesyen.

Hanya saja selama barang tersebut nyaman digunakan dan harganya terjangkau.

Rezaldy Pamungkas (36), selaku seorang warga asal Kota Bekasi, mengatakan dirinya kerap membeli pakaian yang tidak harus berstatus original.

Menurut dia, faktor kenyamanan dan kesesuaian selera menjadi pertimbangan utama dibandingkan merek.

Baca juga: Suasana di Pasar Taman Puring usai KPK Bongkar Sindikat Penyelundupan Barang KW di Bea Cukai

“Kalau untuk baju, yang penting nyaman dipakai. Tidak harus original, yang penting bahannya enak dan tidak panas,” kata Rezaldy saat dikonfirmasi, Sabtu (7/2/2026). 

Rezaldy menjelaskan kerap menemukan barang-barang tersebut di sejumlah titik penjualan seperti pasar malam, kegiatan bazar, hingga lapak pedagang saat kegiatan car free day (CFD).

Harga yang relatif lebih murah juga menjadi alasan dirinya memilih barang non original.

Meski demikian, ia membedakan pilihan ketika membeli sepatu.

Sepatu dengan kualitas original cenderung lebih nyaman dan tidak cepat rusak.

“Kalau sepatu biasanya saya usahakan beli yang original, karena kalau tidak ori sering cepat jebol atau kurang nyaman dipakai,” jelasnya.

Sementara itu, seorang penjual sepatu yang meminta identitasnya disamarkan, EPS (35), menuturkan untuk penjualan produk tiruan justru memiliki pasar tersendiri di Indonesia, khususnya kawasan Bekasi.

“Pasarnya tetap ada. Banyak pembeli yang ingin tampil pakai merek terkenal, tapi menyesuaikan dengan kemampuan budget,” tutur EPS, Sabtu (7/2/2026).

Menurut EPS, harga sepatu yang dijual berkisar ratusan ribu rupiah, jauh di bawah harga produk original yang bisa mencapai jutaan rupiah.

Minat masyarakat menurutnya terhadap barang tiruan dipengaruhi selisih harga yang cukup jauh dibandingkan produk asli.

“Sebagian pembeli tidak terlalu mempermasalahkan original atau tidak, yang penting modelnya mirip dan masih layak dipakai,” ujarnya.

EPS menegaskan, untuk penjualan dilakukan secara online dengan memanfaatkan media sosial (Medsos).

Dalam satu bulan, penjualan bisa mencapai puluhan pasang sepatu.

"Fenomena ini menunjukkan keberadaan barang KW masih menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat, terutama untuk kebutuhan fesyen harian yang mempertimbangkan kenyamanan serta kemampuan finansial," pungkasnya. (M37)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.