Autopsi Bongkar Fakta Kelam Pembunuhan Pengantin Baru di Lebong Bengkulu, Ada Sperma Campur Darah
Rita Lismini February 07, 2026 10:54 PM

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG – Kasus pembunuhan Aulia Zakrike (19) warga Desa Air Kopras Kecamatan Pinang Belapis pada Kamis (5/2/2026) lalu berhasil terungkap. Pelaku pembunuhan tak lain adalah suami korban sendiri, Oga Yunanda (23).

Motifnya, karena ditolak berhubungan badan hingga sakit hati akibat perkataan korban hingga berujung dendam. 

Tak sampai sana saja, terkuak fakta mengerikan yang terungkap dari hasil autopsi terhadap jasad pengantin muda tersebut. Temuan medis membuka tabir baru yang menambah kelam kasus ini. 

Karena tak hanya ditemukan kekerasan fisik di tubuh korban berupa leher yang dicekik dan batang tenggorokan yang nyaris putus, tim medis juga mengungkap fakta mengejutkan dari organ intim korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, ditemukan cairan diduga sperma yang bercampur dengan darah.

Temuan tersebut memunculkan dugaan kuat telah terjadi hubungan badan antara korban dan pelaku. Namun hingga kini, belum dapat dipastikan apakah aksi tersebut dilakukan sebelum atau justru setelah korban meregang nyawa akibat tindak kekerasan yang dilakukan oleh pelaku. 

Fakta ini menambah dimensi kebiadaban dalam kasus pembunuhan Aulia, yang diketahui tengah mengandung dan baru sekitar tiga bulan menjalani kehidupan rumah tangga.

Sebelumnya, dari hasil pemeriksaan awal, terungkap sejumlah motif yang melatarbelakangi aksi nekat pelaku. Salah satunya, pelaku mengaku sakit hati lantaran ajakan berhubungan suami istri ditolak oleh korban.

Diduga, pada hari kejadian pelaku mendatangi rumah korban dengan maksud tersebut. Namun penolakan yang diterima memicu cekcok mulut hingga emosi pelaku memuncak dan berujung pada aksi pembunuhan.

Selain itu, pelaku juga mengaku menyimpan dendam akibat sejumlah ucapan korban yang dianggap merendahkan dirinya dan keluarganya, khususnya terkait persoalan ekonomi.

Fakta lain yang sempat menjadi sorotan publik muncul saat pelaku diwawancarai awak media di rumah duka pada hari kejadian. Saat itu, pelaku menyebut kondisi korban ketika pertama kali ditemukan.

“Celana gak ada, kata bapak mertua gak pakai celana saat ditemukan, tapi dipakaikan bapak setelahnya,”ujar pelaku kala itu.

Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani melalui Kasat Reskrim, AKP Darmawel Saleh membenarkan bahwa motif pembunuhan diduga kuat dipicu oleh rasa sakit hati pelaku.

Menurutnya, pelaku merasa orang tuanya direndahkan oleh korban, ditambah sejumlah ucapan lain yang membuat pelaku menyimpan dendam, termasuk penolakan berhubungan suami istri.

“Seluruh pengakuan pelaku masih terus kami dalami. Pemeriksaan masih berlangsung untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh,”tegas Kasat. 

Alibi Oga Yunanda 

Awalnya, Oga memiliki alibi saat kejadian karena mengaku sedang berada di rumah orang tuanya di Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong, Bengkulu.

Alibi adalah bukti atau keterangan yang menyatakan bahwa seseorang berada di tempat lain (tidak di lokasi kejadian) ketika suatu peristiwa pidana atau kejahatan terjadi.

Ia berupaya menutupi perbuatannya dengan skenario seolah-olah dirinya hanyalah seorang suami yang diliputi firasat buruk.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Oga menghubungi ayah mertuanya dan menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi Aulia.

Mendapat kabar tersebut, ayah korban bergegas pulang ke rumah Aulia untuk memastikan keadaan putrinya.

Namun, setibanya di rumah, ia justru mendapati Aulia telah tergeletak tak bernyawa di dalam kamar, dengan luka sayatan di bagian leher serta darah berceceran di sekitar tubuh korban.

Respons Ayah Korban dan Kedatangan Pelaku

Dalam kondisi panik, ayah korban kembali menghubungi Oga.

Namun, kepada menantunya itu, ia hanya menyampaikan bahwa Aulia mengalami kecelakaan, tanpa menjelaskan kondisi sebenarnya.

Tak lama kemudian, Oga datang ke rumah korban bersama ibunya.

Saat tiba di lokasi, Oga mendapati istrinya telah meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.

Namun, kondisi kamar yang berantakan, adanya luka-luka di tubuh korban, serta posisi korban yang tidak wajar justru memunculkan kecurigaan kuat adanya perlawanan sebelum korban meregang nyawa.

Baca juga: Akhirnya Mengaku, Oga Yunanda Cekik dan Gorok Leher Istri, Pengantin Baru di Lebong Bengkulu

Sikap Pelaku Dingin

Bahkan, saat awak media mewawancarai suami korban di lokasi kejadian, ia tampak seperti tidak memiliki perasaan bersalah atau terkesan dingin.

Ia menceritakan kejadian tersebut sepenuhnya tanpa menunjukkan rasa kesedihan.

Oga menceritakan bahwa istrinya ditemukan dalam kondisi berpakaian, namun celana yang dikenakannya sempat terlepas.

Ayah korban kemudian berinisiatif memakaikan kembali celana tersebut sebelum pihak lain tiba di lokasi.

"Aku kan di Lemeu, yang menemukan bapak mertua," ucap pelaku saat itu.

Pelaku bahkan berada di rumah duka hingga proses evakuasi jenazah korban selesai dan dibawa ke RSUD Lebong.

Selain itu, pelaku juga turut menemani proses pemeriksaan jenazah di rumah sakit.

Alibi Terbongkar

Namun, dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah fakta yang membantah pengakuan tersebut.

Dari hasil pemeriksaan awal, terungkap sejumlah fakta mengejutkan terkait motif pelaku.

Pelaku mengaku sakit hati karena ajakan berhubungan suami istri ditolak oleh korban.

Diduga pada hari kejadian, pelaku mendatangi rumah korban dengan maksud tersebut.

Namun, situasi justru berujung pada cekcok mulut.

Emosi pelaku memuncak hingga nekat menghabisi nyawa istrinya sendiri.

Dendam Lama

Selain penolakan tersebut, pelaku juga mengaku menyimpan dendam akibat beberapa perkataan korban yang dianggap melukai perasaannya.

Menurut hasil pemeriksaan, pelaku merasa orang tuanya direndahkan oleh korban terkait persoalan ekonomi.

Selain itu, terdapat sejumlah ucapan korban lainnya yang membuat pelaku menyimpan dendam, termasuk penolakan untuk berhubungan suami istri.

Fakta lain yang sempat menjadi perhatian muncul saat pelaku diwawancarai awak media di rumah duka pada hari kejadian.

Saat itu, pelaku menyebut kondisi korban ketika pertama kali ditemukan.

“Celana gak ada, kata bapak mertua gak pakai celana saat ditemukan, tapi dipakaikan bapak setelahnya,” ujar pelaku kala itu.

Sementara itu, Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani melalui Kasat Reskrim Polres Lebong AKP Darmawel Saleh membenarkan bahwa motif pembunuhan diduga dipicu rasa sakit hati pelaku.

“Namun seluruh pengakuan pelaku masih terus kami dalami. Saat ini pemeriksaan masih berlangsung untuk mengungkap fakta secara utuh,” tegas Kasat.

PEMBUNUHAN DI LEBONG - Foto Aulia Zakrike (19), warga Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong yang dibunuh oleh suaminya sendiri perkara tak diberi jatah, Sabtu (7/2/2026).
PEMBUNUHAN DI LEBONG - Foto Aulia Zakrike (19), warga Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong yang dibunuh oleh suaminya sendiri perkara tak diberi jatah, Sabtu (7/2/2026). (TribunBengkulu.com/M. Rizky Wahyudi)

Kondisi Korban Saat Ditemukan

Kasat Reskrim Polres Lebong, AKP Darmawel Saleh, mengungkapkan kondisi korban saat pertama kali ditemukan sangat mengenaskan.

Pada bagian leher korban terdapat luka sayatan yang cukup parah.

Korban ditemukan dalam kondisi batang tenggorokan nyaris putus.

"Selain luka sayatan, juga didapati adanya bekas cengkeraman kuku di sekitar luka pada leher korban,” ungkap Darmawel.

Postingan Terakhir

Di tengah penyelidikan yang masih berlangsung, kasus meninggalnya ibu muda ini juga menjadi sorotan setelah sebuah unggahan media sosial yang diduga milik korban mendadak viral di kalangan warganet.

Unggahan tersebut dinilai memiliki makna mendalam dan disebut-sebut sebagai postingan terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar.

Akun Facebook bernama Sesadd, yang diketahui merupakan akun pribadi milik korban, tercatat sempat memperbarui foto profil pada Selasa, 3 Februari 2026, sekitar pukul 10.04 WIB.

Dalam unggahan tersebut, korban menuliskan caption bernada pilu, “Seribu yang datang tidak akan sama seperti satu yang hilang.”

Kalimat itu kini ramai ditafsirkan warganet setelah kabar kematian korban menyebar luas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.