Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Dalam rentang 2-7 Februari 2026, sejumlah peristiwa penting dan menarik terjadi di Bengkulu Tengah.
Mulai dari Forkopimda hadiri Rakornas, kisruh muswil PPP Bengkulu, layanan RSD Sungai Lemau, Bukit Kandis dirambah warga hingga arus lalu lintas di Liku Sembilan diberlakukan buka tutup.
Berikut rangkumannya:
1. Hadiri Rakornas 2026, Bupati Bengkulu Tengah Tegaskan Komitmen Dukung Program Presiden
Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bengkulu Tengah menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).
Rakornas tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta diikuti oleh kepala daerah dari seluruh Indonesia.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyatukan langkah antara pemerintah pusat dan daerah untuk menyukseskan agenda pembangunan nasional.
Rachmat Riyanto mengatakan, dalam sambutan pembukaan Rakornas, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah capaian negara serta memaparkan program-program strategis nasional yang akan dijalankan ke depan.
“Tadi dalam kegiatan pembukaan, Bapak Presiden menyampaikan beberapa hal penting, terutama berkaitan dengan pencapaian-pencapaian negara Republik Indonesia, termasuk program-program presiden,” ujar Rachmat Riyanto dalam keterangan resminya, Senin (2/2/2026).
Ia menegaskan, seluruh peserta Rakornas hadir dengan satu tekad dan komitmen yang sama, yakni berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.
“Kami semua hadir di sini dengan satu tekad dan niat, bahwa harus ada yang diperbuat untuk kemajuan negara ini,” katanya.
Baca juga: Bupati Bengkulu Tengah Tegaskan Dukung Program Presiden Prabowo Usai Rakornas 2026
2. Sejumlah DPC PPP Bengkulu Nyatakan Tak Hadiri Muswil X 2026, Soroti Legalitas dan SK Pelaksanaan
Delapan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) se-Provinsi Bengkulu menggelar konferensi pers dan menyampaikan pernyataan sikap terkait rencana pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) X PPP Bengkulu Tahun 2026, Kamis (5/2/2026).
Pernyataan sikap tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPC PPP Bengkulu Tengah, Fepi Suheri, S.A.P, yang didampingi 8 DPC PPP di Provinsi Bengkulu.
Dalam keterangannya, Fepi menyampaikan bahwa mayoritas DPC PPP Bengkulu memastikan tidak akan menghadiri Muswil yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (5/2/2026) pukul 13.00 WIB, lantaran dinilai belum memiliki dasar hukum dan administratif yang sah.
Ia mengungkapkan, pelaksanaan Muswil X PPP Bengkulu tersebut diketahui mendapatkan surat keputusan (SK) yang ditandatangani oleh Ketua Umum dan Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP.
Namun, Sekretaris Jenderal DPP PPP, Taj Yasin Maimoen, disebut tidak dilibatkan dalam proses penerbitan SK tersebut.
“Hal ini menjadi salah satu pertimbangan kami. Karena dalam konstruksi administrasi partai, kebijakan strategis seperti muswil seharusnya melibatkan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal secara bersamaan,” kata Fepi.
Baca juga: Sejumlah DPC PPP Bengkulu Nyatakan Tak Hadiri Muswil X 2026, Soroti Legalitas dan SK Pelaksanaan
3. Pastikan Siap Layani Warga, Bupati Bengkulu Tengah Cek IGD RSUD Sungai Lemau
Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, melakukan peninjauan langsung terhadap layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Lemau, Kamis (5/2/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta tenaga medis sebelum layanan IGD dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Bengkulu Tengah.
Dalam kunjungan itu, Bupati Rachmat Riyanto didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah.
Rombongan meninjau langsung kondisi gedung IGD baru yang rampung dibangun pada akhir tahun 2025 lalu.
Diketahui, gedung IGD RSUD Sungai Lemau telah dilengkapi fasilitas modern dengan desain tata ruang yang luas.
Bangunan tersebut memiliki ukuran sekitar 15 x 30 meter, sehingga diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi pasien maupun tenaga kesehatan saat menjalankan pelayanan.
Selain itu, IGD RSUD Sungai Lemau memiliki lima ruang pelayanan pasien. Dari jumlah tersebut, empat ruangan sudah difungsikan dan digunakan saat peninjauan berlangsung.
Fasilitas IGD juga didukung dengan 11 tempat tidur pasien serta tenaga medis profesional.
Saat ini, terdapat tiga orang dokter yang bertugas, terdiri dari satu dokter umum dan dua dokter intensif.
Selain itu, pelayanan juga diperkuat oleh tiga bidan dan tiga perawat yang bertugas secara bergiliran.
“Alhamdulillah, saat ini sudah ada pasien dari berbagai wilayah di Kabupaten Bengkulu Tengah yang mendapatkan pelayanan di IGD. Ini menandakan layanan gawat darurat di rumah sakit ini mulai berjalan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Rachmat Riyanto.
Baca juga: Pastikan Siap Layani Warga, Bupati Bengkulu Tengah Cek IGD RSD Sungai Lemau
4. Bukit Kandis Dirambah, Jalur Panjat Tebing Dipagari, Kades Durian Demang Soroti Status Lahan
Sejumlah titik di kawasan wisata Bukit Kandis, Desa Durian Demang, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah, mulai dirambah oleh masyarakat.
Berdasarkan pantauan TribunBengkulu.com di lapangan, area di sekitar Bukit Kandis terlihat telah dibersihkan, ditanami kelapa sawit, serta dipagari menggunakan kawat.
Kondisi tersebut membuat akses menuju jalur panjat tebing di Bukit Kandis tertutup.
Akibatnya, sejumlah penggiat panjat tebing mengeluhkan sulitnya mengakses jalur pemanjatan yang selama ini menjadi daya tarik utama kawasan wisata Bukit Kandis.
Kepala Desa Durian Demang, Thomas Edison, membenarkan adanya aktivitas perambahan lahan di kawasan tersebut. Ia mengatakan, pembukaan lahan sebenarnya sudah terjadi sejak lama dan telah berulang kali diingatkan kepada masyarakat.
“Pembukaan lahan itu sebenarnya sudah lama dan sudah berulang kali saya nasihati. Alasan mereka, hanya mengelola lahan yang dianggap terlantar, bukan untuk dimiliki,” kata Thomas saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Jumat (6/2/2026).
Thomas menegaskan, masyarakat yang saat ini mengelola lahan di kawasan Bukit Kandis tidak memiliki sertifikat maupun surat kepemilikan lahan yang sah.
“Saya pastikan tidak ada sertifikat atau surat kepemilikan yang mereka pegang,” tegasnya.
Baca juga: Bukit Kandis Bengkulu Tengah Dirambah-Jalur Panjat Tebing Dipagari, Status Lahan Jadi Sorotan
5. Arus Lalu Lintas Liku Sembilan Bengkulu Tengah Dibuka Tutup hingga 15 Februari, Ini Alasannya
Arus lalu lintas di kawasan Liku Sembilan, Kabupaten Bengkulu Tengah, diberlakukan sistem buka tutup menyusul adanya kegiatan pemangkasan dan pembersihan pohon di sepanjang badan jalan.
Sistem buka tutup arus lalu lintas tersebut mulai diberlakukan sejak Jumat (6/2/2026) dan direncanakan berlangsung hingga 15 Februari 2026 setiap pukul 08.00-17.00 WIB.
Pengaturan arus dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan selama proses pemangkasan berlangsung.
Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Totok Handoyo melalui Kasatlantas Polres Bengkulu Tengah, AKP Catur Teguh Susanto, mengatakan pemberlakuan buka tutup arus hanya dilakukan pada hari kerja.
“Benar, mulai kemarin (6/2/2026), diberlakukan buka tutup arus lalu lintas di kawasan Liku Sembilan. Namun pada hari libur seperti Sabtu dan Minggu, arus lalu lintas berjalan normal seperti biasa dan tidak ada buka tutup karena pekerja libur,” kata AKP Catur Teguh Susanto saat dihubungi, Sabtu (7/2/2026).
Baca juga: Arus Lalu Lintas Liku Sembilan Bengkulu Tengah Dibuka Tutup hingga 15 Februari, Ini Alasannya