Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG – Misteri tewasnya Aulia Zakrike (19), warga Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, akhirnya terungkap. Pelaku pembunuhan tersebut ternyata adalah suami korban sendiri, Oga Yunanda (23).
Berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian, kematian ibu rumah tangga (IRT) yang tengah mengandung itu memang mengarah kuat pada tindak pidana pembunuhan.
Korban yang diketahui baru beberapa bulan menikah, ditemukan tewas secara tidak wajar di dalam kamar rumahnya pada Kamis (5/2/2026) siang.
Kasat Reskrim Polres Lebong, AKP Darmawel Saleh, mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian penyelidikan mengarah kepada suami korban. Dimana hasilnya, penyidik menetapkan suami korban sebagai pelaku pembunuhan.
“Dari hasil pemeriksaan, semua petunjuk dan alat bukti mengarah ke suami korban,”ungkap Kasat kepada TribunBengkulu.com pada Sabtu (7/2/2026).
Ia menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan intensif oleh penyidik, Oga Yunanda akhirnya mengakui perbuatannya telah menghabisi nyawa sang istri.
“Yang bersangkutan sudah mengakui perbuatannya kepada penyidik,”lanjut Kasat.
Saat ini, suami korban telah diamankan dan resmi ditahan di Mapolres Lebong untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi masih terus mendalami motif pembunuhan serta melengkapi berkas penyidikan untuk proses hukum selanjutnya.
"Untuk suaminya kita amankan dan kita tahan,"tutupnya.
Baca juga: Tragis Pengantin Baru di Lebong Bengkulu Tewas Dibunuh Suami, Murka Orang Tua Direndahkan
Alibi Oga Yunanda
Awalnya, Oga memiliki alibi saat kejadian karena mengaku sedang berada di rumah orang tuanya di Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong, Bengkulu.
Alibi adalah bukti atau keterangan yang menyatakan bahwa seseorang berada di tempat lain (tidak di lokasi kejadian) ketika suatu peristiwa pidana atau kejahatan terjadi.
Ia berupaya menutupi perbuatannya dengan skenario seolah-olah dirinya hanyalah seorang suami yang diliputi firasat buruk.
Sekitar pukul 11.00 WIB, Oga menghubungi ayah mertuanya dan menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi Aulia.
Mendapat kabar tersebut, ayah korban bergegas pulang ke rumah Aulia untuk memastikan keadaan putrinya.
Namun, setibanya di rumah, ia justru mendapati Aulia telah tergeletak tak bernyawa di dalam kamar, dengan luka sayatan di bagian leher serta darah berceceran di sekitar tubuh korban.
Respons Ayah Korban dan Kedatangan Pelaku
Dalam kondisi panik, ayah korban kembali menghubungi Oga.
Namun, kepada menantunya itu, ia hanya menyampaikan bahwa Aulia mengalami kecelakaan, tanpa menjelaskan kondisi sebenarnya.
Tak lama kemudian, Oga datang ke rumah korban bersama ibunya.
Saat tiba di lokasi, Oga mendapati istrinya telah meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.
Namun, kondisi kamar yang berantakan, adanya luka-luka di tubuh korban, serta posisi korban yang tidak wajar justru memunculkan kecurigaan kuat adanya perlawanan sebelum korban meregang nyawa.
Sikap Pelaku Dingin
Bahkan, saat awak media mewawancarai suami korban di lokasi kejadian, ia tampak seperti tidak memiliki perasaan bersalah atau terkesan dingin.
Ia menceritakan kejadian tersebut sepenuhnya tanpa menunjukkan rasa kesedihan.
Oga menceritakan bahwa istrinya ditemukan dalam kondisi berpakaian, namun celana yang dikenakannya sempat terlepas.
Ayah korban kemudian berinisiatif memakaikan kembali celana tersebut sebelum pihak lain tiba di lokasi.
"Aku kan di Lemeu, yang menemukan bapak mertua," ucap pelaku saat itu.
Pelaku bahkan berada di rumah duka hingga proses evakuasi jenazah korban selesai dan dibawa ke RSUD Lebong.
Selain itu, pelaku juga turut menemani proses pemeriksaan jenazah di rumah sakit.
Alibi Terbongkar
Namun, dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah fakta yang membantah pengakuan tersebut.
Dari hasil pemeriksaan awal, terungkap sejumlah fakta mengejutkan terkait motif pelaku.
Pelaku mengaku sakit hati karena ajakan berhubungan suami istri ditolak oleh korban.
Diduga pada hari kejadian, pelaku mendatangi rumah korban dengan maksud tersebut.
Namun, situasi justru berujung pada cekcok mulut.
Emosi pelaku memuncak hingga nekat menghabisi nyawa istrinya sendiri.
Dendam Lama
Selain penolakan tersebut, pelaku juga mengaku menyimpan dendam akibat beberapa perkataan korban yang dianggap melukai perasaannya.
Menurut hasil pemeriksaan, pelaku merasa orang tuanya direndahkan oleh korban terkait persoalan ekonomi.
Selain itu, terdapat sejumlah ucapan korban lainnya yang membuat pelaku menyimpan dendam, termasuk penolakan untuk berhubungan suami istri.
Fakta lain yang sempat menjadi perhatian muncul saat pelaku diwawancarai awak media di rumah duka pada hari kejadian.
Saat itu, pelaku menyebut kondisi korban ketika pertama kali ditemukan.
“Celana gak ada, kata bapak mertua gak pakai celana saat ditemukan, tapi dipakaikan bapak setelahnya,” ujar pelaku kala itu.
Sementara itu, Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani melalui Kasat Reskrim Polres Lebong AKP Darmawel Saleh membenarkan bahwa motif pembunuhan diduga dipicu rasa sakit hati pelaku.
“Namun seluruh pengakuan pelaku masih terus kami dalami. Saat ini pemeriksaan masih berlangsung untuk mengungkap fakta secara utuh,” tegas Kasat.
Kondisi Korban Saat Ditemukan
Kasat Reskrim Polres Lebong, AKP Darmawel Saleh, mengungkapkan kondisi korban saat pertama kali ditemukan sangat mengenaskan.
Pada bagian leher korban terdapat luka sayatan yang cukup parah.
Korban ditemukan dalam kondisi batang tenggorokan nyaris putus.
"Selain luka sayatan, juga didapati adanya bekas cengkeraman kuku di sekitar luka pada leher korban,” ungkap Darmawel.
Perkiraan Waktu Kematian Korban
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh tim medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar enam jam sebelum ditemukan.
“Sesuai keterangan dokter, korban sudah meninggal kurang lebih enam jam sebelum ditemukan. Hal itu diperkuat dengan kondisi mayat yang sudah mulai kaku,” jelasnya.
Postingan Terakhir
Di tengah penyelidikan yang masih berlangsung, kasus meninggalnya ibu muda ini juga menjadi sorotan setelah sebuah unggahan media sosial yang diduga milik korban mendadak viral di kalangan warganet.
Unggahan tersebut dinilai memiliki makna mendalam dan disebut-sebut sebagai postingan terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar.
Akun Facebook bernama Sesadd, yang diketahui merupakan akun pribadi milik korban, tercatat sempat memperbarui foto profil pada Selasa, 3 Februari 2026, sekitar pukul 10.04 WIB.
Dalam unggahan tersebut, korban menuliskan caption bernada pilu, “Seribu yang datang tidak akan sama seperti satu yang hilang.”
Kalimat itu kini ramai ditafsirkan warganet setelah kabar kematian korban menyebar luas.