Dampak Banjir Bandang, Nagan Raya Butuh Rp1,1 Triliun untuk Bangun Kembali
Mursal Ismail February 07, 2026 11:03 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rizwan I Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Pemkab Nagan Raya telah menghitung kebutuhan anggaran sebesar Rp 1,1 triliun untuk membangun kembali daerah terdampak banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.

Selain fasilitas masyarakat yang hancur, juga terdapat banyak fasilitas publik yang butuh pembangunan kembali.

Bupati Nagan Raya, Dr TR Keumangan menyampaikan hal itu menjawab wartawan di sela penyerahan SK kepada 2.150 PPPK Paruh Waktu di halaman kantor bupati setempat, Jumat (7/2/2026). 

Bupati yang didampingi Wabup Raja Sayang dan Plt Sekda Zulkifli menyatakan, terhadap kebutuhan itu sudah disampaikan ke Pemerintah Pusat.

"Usulan itu agar diakomodir sehingga proses rehab dan rekon ke depan di Nagan Raya bisa berjalan lancar," ujar TRK sapaan Bupati.

Sudah Sampaikan ke BNPB

Baca juga: KUHAP Baru Berlaku 2026, Dunia Usaha Diminta Perkuat Kepatuhan dan Mitigasi Risiko Hukum

Bupati TRK juga mengungkapkan, bahwa jembatan darurat atau jembatan bailey untuk kawasan Gunong Kong sebagai akses warga masih dalam pembahasan Pemkab dengan pihak BNPB.

Sebab jembatan rangka baja yang lama hancur diterjang banjir bandang pada 26 November 2026 sangat panjang hingga 135 meter lebih sehingga tidak bisa dipasangkan jembatan baily atau jembatan kayu.

"Ini sedang dicarikan solusi dengan harapan warga tidak terisolir. Sebab kalau bailey itu hanya 50 meter bisa dibangun, sementara sungai mencapai 100 meter lebih," ujar TRK.

Menurut Bupati TRK, ada sekitar 100 KK penduduk di kawasan itu yang kini terpaksa menggunakan rakit penyeberangan sebagai akses karena jembatan rangka baja putus.

"Harapan kita jembatan permanen agar dibangun kembali di lokasi itu. Kita sudah sampaikan ke BNPB," jelasnya.

BNPB Pacu Huntara

Baca juga: VIDEO Kapal Induk AS Masih Beroperasi di Laut Arab, Jet Tempur Mondar-Mandir

Bupati TRK juga mengakui bahwa masyarakat korban banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang bisa secepatnya menempati hunian sementara (huntara) yang sedang dalam pengerjaaan oleh BNPB.

"Target sebelum Ramadhan bisa rampung. Kita berharap semua sudah dihuntara saat Ramadhan," harap TRK.

Ia mengakui bahwa selain huntara, Pemkab Nagan Raya juga telah mengusulkan rumah permanen ke pusat bagi korban banjir bandang di Nagan Raya. (*)

 

 

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.