Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jawa Barat tengah berada pada fase krusial bonus demografi. Pada periode 2020–2030, bahkan diproyeksikan bertahan hingga 2043, sekitar 69,25 persen penduduk Jabar berada pada usia produktif.
Komposisi ini membuka peluang besar, sekaligus tantangan, jika kualitas sumber daya manusianya tidak dipersiapkan sejak dini.
Melihat potensi tersebut, ajang The Voice Fest at Braga yang digelar Penerbit Erlangga di Kota Bandung menjadi salah satu upaya konkret mendorong penguatan kapasitas generasi muda, khususnya mahasiswa.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini mempertemukan ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Pulau Jawa dalam
kompetisi seni dan kemampuan berbicara.
Assistant Managing Director Penerbit Erlangga, Hiko Erlina, mengatakan The Voice Fest at Braga merupakan puncak dari rangkaian seleksi yang telah berlangsung sejak Desember lalu secara daring.
Fokus utama kegiatan ini adalah pengembangan talenta melalui choir competition, speech competition berbahasa Inggris, serta speech competition berbahasa Belanda.
“Pesertanya mahasiswa dari 31 kampus di Pulau Jawa, jumlahnya sekitar 2.500 orang. Yang lolos ke semifinal sekitar 550 peserta dan hari ini mereka kami hadirkan di Bandung,” ujar Hiko, kepada awak media, Sabtu (7/2/2026).
Menurut Hiko, pemilihan mahasiswa sebagai peserta utama bukan tanpa alasan.
Mahasiswa dinilai berada pada fase transisi menuju dunia kerja dan kepemimpinan, sehingga perlu dibekali karakter, disiplin, serta keberanian berkompetisi secara sehat.
“Kami ingin memotivasi mahasiswa untuk mulai membangun jiwa kepemimpinan sejak kuliah. Belajar disiplin, berkompetisi dengan sehat, dan mengembangkan talenta yang kelak berguna saat mereka masuk dunia kerja,” katanya.
Kegiatan ini juga dirancang terbuka dan menyatu dengan ruang publik. Selain kompetisi di Gedung De Majestic, festival seni digelar di sepanjang Jalan Braga, menghadirkan pertunjukan musik, musikalisasi puisi, pameran kreatif, skate performance, hingga live cooking.
Dikatakannya, konsep ini tidak hanya menampilkan hiburan, tetapi juga memperkuat ekosistem kreativitas.
Jabatan Fungsi Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Melinda Rizki, menyebut The Voice Fest dapat menjadi wadah pengembangan talenta sekaligus ekosistem industri kreatif.
Selain itu, dia menilai helatan tersebut mendorong partisipasi kawula dalam sektor ekonomi kreatif Jawa Barat.
“Kegiatan ini mendorong subsektor ekonomi kreatif, mulai dari penerbitan, seni musik, hingga seni pertunjukan,” ujarnya.
Rektor Universitas Katolik Maranatha, Prof. Ir. Frans Umbu Datta, menilai kegiatan ini memberi ruang nyata bagi mahasiswa lintas kampus untuk meningkatkan kreativitas dan kepercayaan diri.
“Ini momen yang sepatutnya dimanfaatkan kampus. Penerbit juga punya peran besar dalam memajukan peradaban dan kebudayaan bangsa, tidak hanya lewat buku, tapi juga lewat ruang-ruang kreativitas seperti ini,” katanya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Nuzrul Irwan Irawan, menyebut kehadiran ratusan mahasiswa dari luar daerah berpotensi meningkatkan okupansi hotel, sektor kuliner, dan kunjungan wisata.
“Selain mencetak calon pemimpin bangsa, kegiatan ini berdampak pada pariwisata seperti okupansi hotel hingga perekonomian Kota Bandung,” ujarnya.