Tak Hanya Jaga Kebugaran, Alyssa Salsabilla Sebut Jogging Jadi Healing Terbaik
Try Juliansyah February 07, 2026 11:23 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Bagi sebagian anak muda di Pontianak joging tidak hanya sekadar olahraga fisik tetapi juga menjadi cara untuk menjaga kesehatan mental dan melepas stres.

Hal tersebut dirasakan Alyssa Salsabilla (24) yang telah rutin joging sejak tahun 2024.

Dalam sepekan, ia biasanya berlari tiga hingga lima kali dengan jarak sekitar lima kilometer per sesi.

“Sejauh ini saya joging secara rutin tiga sampai lima kali dalam seminggu dengan jarak 5 km dengan durasi 30–40 menit. Untuk akhir pekan saya menjadwalkan long run sejauh 10 km dengan durasi sekitar satu jam,” ujarnya kepada tribunpontianak.co.id, Sabtu 7 Februari 2026.

Menurutnya, joging memberikan dampak positif tidak hanya bagi kebugaran tubuh tetapi juga ketenangan pikiran.

“Selain meningkatkan kesadaran akan kesehatan, joging membuat saya merasa lebih tenang dan bisa dibilang menjadi healing terbaik bagi saya sejauh ini. Saat merasa stres, lelah, sedih, maupun senang, semuanya saya lampiaskan melalui joging,” ungkapnya.

Baca juga: Jogging Jadi Gaya Hidup Sehat Anak Muda Pontianak, Zaky Alfarizi Rutin Lari hingga 6 Kali Seminggu

Dari aktivitas tersebut, ia juga mengaku mendapatkan banyak teman baru serta mengenal berbagai komunitas lari di Pontianak.

“Dari aktivitas ini pula saya mendapatkan teman-teman baru dan mengenal berbagai komunitas yang ada di Pontianak, salah satunya komunitas yang sedang saya kembangkan saat ini, yaitu Asrama Run,” tambahnya.

Terkait teknik joging yang benar, Alyssa menekankan pentingnya pemanasan sebelum berlari serta menjaga postur tubuh tetap tegak dan rileks.

“Menurut saya, joging yang benar dimulai dari pemanasan ringan agar otot siap bergerak, lalu berlari dengan postur tubuh tegak dan rileks, bahu tidak tegang, serta ayunan tangan alami. Atur napas secara teratur, jaga langkah agar tidak terlalu panjang supaya mengurangi risiko cedera, dan sesuaikan kecepatan dengan kemampuan tubuh. Setelah selesai, lakukan pendinginan dan peregangan agar otot lebih rileks dan pemulihan berjalan optimal,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kondisi fasilitas olahraga di Pontianak yang menurutnya perlu lebih diperhatikan terutama joging track di Stadion Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Pontianak dan fasilitas olahraga di kawasan Untan.

“Saat ini dapat kita lihat beberapa joging track seperti di SSA yang kondisinya sudah sangat tidak layak digunakan karena berisiko menimbulkan cedera bagi para pengguna. Tidak hanya di SSA, fasilitas olahraga di Untan juga banyak yang tidak terawat dan berkarat sehingga tidak dapat digunakan lagi,” katanya.

Alyssa berharap pemerintah tidak hanya membangun fasilitas olahraga tetapi juga rutin melakukan perawatan agar tetap aman dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya berharap pemerintah dapat lebih memberikan perhatian terhadap fasilitas-fasilitas yang telah disediakan, dengan bertanggung jawab dalam pemantauan dan perawatannya. Dengan begitu, fasilitas olahraga tidak hanya sekadar dibangun, tetapi juga dijaga agar tetap bermanfaat dan tidak menjadi sia-sia,” pungkasnya. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.