Laporan Reporter Rifky Edgar
SURYA.CO.ID, MALANG - Ribuan jemaah Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai daerah di Jawa Timur (Jatim) mulai memadati Stadion Gajayana, Kota Malang pada Sabtu (7/2/2026) malam. Kehadiran massa ini dalam rangka mengikuti peringatan akbar Mujahadah Kubro dan Puncak Harlah 1 Abad NU versi penanggalan Masehi.
Berdasarkan pantauan SURYA.co.id di lokasi, arus jemaah mengalir dari segala penjuru. Pintu masuk stadion, mulai dari sisi timur hingga pintu VIP di sisi barat, tampak dipadati jemaah yang didominasi pakaian serba putih dan hijau.
Pengamanan di setiap titik dilakukan secara ketat oleh personel gabungan TNI, Polri serta anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser).
Perlu diketahui, Mujahadah Kubro merupakan kegiatan doa bersama secara sungguh-sungguh untuk memohon pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT. Momentum ini menjadi sangat spesial karena menandai perjalanan 1 abad NU sejak didirikan pada tahun 1926 silam.
Baca juga: Cerita Jemaah Harlah 1 Abad NU di Malang: Hujan-hujanan, Hangatkan Badan dengan Mi Instan
Semangat jemaah tidak surut meski hujan sempat mengguyur area stadion. Salah satu pemandangan menarik adalah kedatangan rombongan Muslimat dari Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Mereka datang dengan konvoi 20 armada angkutan kota (mikrolet).
"Kami berangkat pukul 19.00 WIB. Alhamdulillah, meskipun hujan, semangat ibu-ibu tetap luar biasa demi mendapatkan berkah di 1 Abad NU ini," kata Afifah, salah satu jemaah asal Batu kepada SURYA.co.id.
Berikut adalah fakta-fakta kehadiran jemaah di Stadion Gajayana:
Baca juga: Harlah 1 Abad NU: 2.000 Nahdliyin Bondowoso ke Malang, Kuota Membludak
Ketua PCNU Kota Malang, KH Dr Isroqunnajah, menjelaskan bahwa kapasitas Stadion Gajayana sangat terbatas, yakni hanya mampu menampung sekitar 30.000 orang.
Oleh karena itu, PWNU Jatim menerapkan sistem kuota sebesar 30 persen dari total estimasi jemaah masing-masing kabupaten/kota.
Untuk memfasilitasi jemaah yang tidak bisa masuk, terutama bagi 'Romli' atau rombongan liar yang datang tanpa undangan resmi, panitia telah menyiapkan solusi digital. Sedikitnya 8 titik videotron dipasang di luar Stadion Gajayana.
Bahkan, Pemerintah Kabupaten Malang mengerahkan mobil videotron keliling untuk menjangkau jemaah di titik terjauh.
Baca juga: Jejak Sejarah Muassis: Dzurriyah NU Gelar Napak Tilas Monumental Bangkalan-Jombang
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan agenda yang padat sebagai berikut:
Bagi jemaah yang hadir, SURYA.co.id mengimbau agar tetap menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri masuk ke area stadion jika sudah penuh.
Mengingat kerumunan yang sangat padat, jemaah disarankan tidak membawa anak kecil demi keamanan dan kenyamanan bersama.
Pastikan membawa jas hujan plastik serta menjaga kebersihan di area Stadion Gajayana.