Jokowi Dipanggil Jack oleh Teman KKN, Kubu Roy Suryo: Tidak Relevan untuk Buktikan Ijazahnya Asli
Nanda Lusiana Saputri February 08, 2026 10:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Pengacara kubu Roy Suryo, Ahmad Khozinudin, menilai panggilan Jack terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo oleh teman Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak relevan untuk membuktikan ijazah Jokowi asli.

Panggilan Jack tersebut terungkap ketika dua teman Jokowi saat menjalani KKN di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, dihadirkan dalam sidang gugatan citizen lawsuit (CLS0 terkait ijazah Jokowi di PN Surakarta, Selasa (3/2/2026).

Khozinudin pun menanggapi nama panggilan Jokowi yang baru diungkap oleh teman KKN-nya itu.

"Persoalan yang diperdebatkan publik kan soal keabsahan dokumen (ijazah Jokwi), bukan soal panggilan Jack atau Jokowi atau Mulyono," kata Khozinudin, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Minggu (8/2/2026).

Menurut Khozinudin, kontradiksi dan juga anomali tersebut banyak terjadi dalam perkara Bambang Tri Mulyono dan Gus Nur beberapa tahun yang lalu di persidangan Surakarta.

Ia menegaskan pengacara Jokowi seharusnya bertanya ikhwal sesutau yang kontradiksi pada peristiwa yang dirasakan saat itu belum ada.

"Pada persoalan tentang ada atau tidaknya KKN dan bahkan sebenarnya tidak relevan juga menggunakan pendekatan panggilan Jack untuk memastikan apakah dia benar-benar anggota KKN atau bahkan dia benar-benar memiliki ijazah asli," ujarnya.

"Bahkan semestinya primary evidence itu yang harusnya dihadirkan oleh kubu Joko Widodo di peradilan yang ada di Surakarta," imbuhnya.

Baca juga: Susno Duadji Terkesima dengan Sikap Prabowo saat Bahas Kasus Ijazah Jokowi dengan Tokoh Oposisi

Khozinudin menegaskan dengan menghadirkan teman KKN Jokowi tidak lantas membuktikan ijazah Jokowi asli.

"Kalau Anda merasa bahwa tudingannya sekarang ijazah Jokowi tapi menghadirkan teman-teman KKN-nya itu tidak relevan," kata dia.

"Tidak relevan dari sisi bahwa dokumen itu asli atau tidak. Bahwa mungkin saja itu dibangun narasi seolah-olah benar ada proses tahapannya KKN dan seterusnya, iya."

"Tetapi sekali lagi justru orang-orang yang hadir ini kan selalu berbeda. Ini bukan orang-orang yang dulu pernah reuni-reunian beberapa kali," tegasnya.

Kendati demikian, Ahmad Khozinudin mengaku memiliki pertanyaan untuk dilontarkan kepada teman KKN Jokowi tersebut.

"Anda lihat ijazahnya langsung tidak? Anda sudah lihat dokumen ijazahnya itu tidak? Anda sudah tahu enggak hasil uji laporan forensiknya tidak? Anda ini di sini dalam kapasitas sebagai teman Jokowi itu ada pertemuan sebelumnya tidak?" ucap Khozinudin.

"Apakah benar Jack itu alami atau Anda persiapkan itu seolah-olah Anda akrab dengan Joko Widodo? Apakah Anda terinspirasi dari film Titanic sehingga memanggil saudara Joko Widodo bang Jack?" pungkasnya.

Teman KKN Ungkap Nama Panggilan Jokowi di Boyolali

Teman Jokowi saat KKN memiliki alasan mengapa Jokowi dipanggil dengan nama Jack.

Ritje Dwidjaja, alumni Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus teman Jokowi saat KKN, menjelaskan panggilan Jack kepada Jokowi bertujuan agar mantan orang nomor satu di Indonesia itu terlihat keren.

Pasalnya, Jokowi yang akrab disapa "Jok", menurut Ritje sudah merupakan hal yang biasa.

Oleh karena itu, ia dan teman-temannya KKN memanggil ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut dengan nama panggilan Jack.

"Dia namanya adalah Joko Widodo, kalau manggil Jok kan sudah biasa, pengin lain dari yang lain, biar keren dipanggil Jack," kata Yohana usai persidangan gugatan ijazah Jokowi melalui mekanisme citizen lawsuit di PN Solo, Selasa (3/2/2026).

Ritje menjelaskan dalam kelompoknya ada 4 orang saat menjalani KKN di Boyolali.

Di antaranya yakni; Ritje; Jokowi; Yohana Bergmans Sudarwati, alumni Fakultas Hukum UGM; dan Eko Susilo Adi Utomo, alumni Fakultas Teknik Geodesi UGM.

"Kami berempat yang memanggil Joko Widodo adalah Jack. Benar-benar Jack bukan yang lain," lanjut Ritje, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV.

Sementara itu, Yohana menambahkan Eko juga memiliki nama panggilan, yakni Ecot.

"Selama KKN kita benar-benar ada kedekatan. Untuk (almarhum) mas Eko itu juga kami panggil Ecot," kata Yohana.

Ritje menegaskan Jokowi tidak mempermasalahkan nama panggilan Jack kepadanya.

Jokowi, kata Ritje, justru suka dipanggil Jack.

"Responsnya (Jokowi dipanggil Jack) positif. Suka," tuturnya.

Program KKN Jokowi dan teman-teman dilaksanakan pada Maret hingga pertengahan Juni 1985.

Selama KKN, Jokowi, Eko, Ritje, dan Yohana menjalankan kegiatan sesuai bidang masing-masing.

Jokowi dan Eko fokus pada pembangunan sarana prasarana, mulai dari pembuatan jalan hingga pemasangan papan penunjuk arah.

"Saya bersama Yohana melakukan penyuluhan kesehatan, gizi, hukum, dan lainnya," ujar Ritje.

Sebagaimana diketahui, gugatan CLS terkait ijazah Jokowi dilayangkan dua alumnus UGM, Top Taufan dan Bangun Sutoto.

Gugatan dilayangkan kepada Jokowi sebagai tergugat I; Rektor UGM, Prof dr Ova Emilia sebagai tergugat II; Wakil Rektor UGM Prof Dr Wening sebagai tergugat III; serta Polri sebagai turut tergugat IV.

(Tribunnews.com/Rakli)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.