Pilu Bocah yang Jualan Tisu Demi Beli Nasi Tewas Ditabrak Truk Kontainer, Kini Keluarga Dapat Donasi
Talitha Daren February 08, 2026 10:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Kematian tragis Najwa, bocah perempuan berusia 8 tahun yang menjadi korban tabrak lari di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi sorotan nasional. 

Najwa dikenal sebagai anak pencari nafkah yang sehari-hari menjual tisu di perempatan jalan.

Peristiwa nahas tersebut terjadi di lampu merah Perempatan PLN Wua-Wua, tepatnya di simpang Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan KH Ahmad Dahlan, dan Jalan Chairil Anwar, pada Kamis (29/1/2026) malam.

Saat kejadian, hujan deras mengguyur ibu kota Provinsi Sultra dan dirinya ditemukan tergeletak di lampu merah.

Tragedi ini menarik perhatian Gubernur Sultra Andi Sumangerukka yang menyambangi kediaman keluarga Najwa, korban tabrak lari truk kontainer. Najwa diketahui tinggal bersama kedua orang tua dan enam saudaranya di kawasan padat penduduk, dengan akses lorong sempit yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.

Baca juga: Enam Orang, Termasuk Dua Anak, Terluka dalam Kecelakaan Mobil vs Ekskavator di Ipoh

Gubernur Sultra Sambangi Rumah Najwa

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, menyambangi rumah keluarga Najwa, korban tabrak lari truk kontainer di Perempatan PLN Wua-Wua, Kamis (29/1/2026).

Lorong rumah Najwa hanya selebar sekitar satu meter dan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, sedangkan rumah-rumah berdiri rapat tanpa halaman. 

Di sana, Najwa tinggal bersama orang tua dan enam saudaranya. 

Rumahnya masihnya berdinding papan.

Ruang tamunya sempit, dan terlihat spring bed disandarkan ke dinding, menandakan ruangan itu juga digunakan sebagai tempat tidur. 

Saat purnawirawan TNI AD ini datang, sejumlah warga berdiri di depan rumah Najwa, menyaksikan kunjungan tersebut dengan wajah muram.

Gubernur akronim ASR itu kemudian duduk berhadapan dengan ibu Najwa di ruang tamu.

Suasana hening menyelimuti ruangan. 

Tangis sang ibu pecah saat gubernur menyerahkan bantuan berupa uang tunai dan sembako, seperti beras, mie instan hingga telur, serta menyampaikan belasungkawa. 

Dengan mata sembab, ia menyalami gubernur, dengan menyentuhkan jidatnya ke tangan orang nomor satu itu sebagai ungkapan terima kasih.

Baca juga: Deretan Artis Tanah Air yang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Motor, Terakhir Gary Iskak

PENJUAL TISU DITABRAK - Pilu nasib bocah yang berjualan tisu demi beli nasi meninggal karena ditabrak truk kontainer
PENJUAL TISU DITABRAK - Pilu nasib bocah yang berjualan tisu demi beli nasi meninggal karena ditabrak truk kontainer (TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

Gubernur Menangis Beri Donasi

Mendengar cerita keluarga korban, Andi Sumangerukka pun tampak menundukkan kepala. 

Air mata terlihat mengalir di wajahnya.

Dengan suara pelan, ia berulang kali mengucapkan kata maaf kepada ibu Najwa.

“Maaf, maaf,” ucapnya lirih.

Usai berbincang dengan keluarga korban, gubernur kemudian menyampaikan pernyataan kepada wartawan yang menunggu di luar rumah.

Ia mengimbau agar anak-anak tidak lagi dibiarkan berjualan di jalanan karena memiliki risiko tinggi. 

Menurutnya, pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan harus lebih aktif melihat kondisi masyarakat dan memastikan bantuan sosial tepat sasaran agar anak-anak tidak terpaksa mencari nafkah di jalan.

“Pelaku penabrakan harus bertanggung jawab dan kasus tersebut diselesaikan sesuai hukum yang berlaku," ujar Andi Sumangerukka.

"Selain itu, pemerintah provinsi akan mendorong program pekerjaan bagi masyarakat yang bekerja serabutan melalui skema outsourcing agar memiliki penghasilan yang lebih pasti,” jelasnya.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Tol Krapyak, Sopir Cahaya Trans Negatif Narkoba: Proses Hukum Tetap Berjalan

BOCAH PENJUAL TISU - Nasib bocah yang berjualan tisu demi beli nasi meninggal karena ditabrak truk kontainer
BOCAH PENJUAL TISU - Nasib bocah yang berjualan tisu demi beli nasi meninggal karena ditabrak truk kontainer (TribunnewsSultra.com/La Ode Ahlun Wahid)

Semua Saudara Najwa Jualan Tisu

Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Pondambea, Safaruddin Bachmid, mengatakan selain Najwa, saudara-saudaranya pun turut menjajakkan tisu di jalanan.

Mereka beberapa kali terjaring penertiban saat berjualan di jalan, tapi faktor kebutuhan hidup membuat aktivitas tersebut terus dilakukan.

“Seluruh anak dalam keluarga tersebut masih bersekolah. Dua anak duduk di bangku SMP, sementara sisanya masih di tingkat SD," ujarnya.

"Pemerintah setempat juga telah beberapa kali menawarkan agar anak-anak mengikuti sekolah rakyat sehingga tidak perlu lagi berjualan di jalan,” jelas Safaruddin.

Safaruddin menyampaikan keluarga tersebut sebelumnya pernah menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), tapi bantuan dihentikan karena kendala setelah penelusuran. 

Saat ini, pihak kelurahan bersama pemerintah setempat kembali berkoordinasi dengan dinas sosial untuk mencari solusi lanjutan, termasuk kemungkinan bantuan tempat tinggal yang lebih layak bagi keluarga korban.

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.