WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) meninjau langsung pelaksanaan kerja bakti bersama bertajuk “Jaga Jakarta Bersih” di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026) pagi.
Berdasarkan pantauan Wartakotalive.com di lokasi, Pramono dan JK menyusuri area kerja bakti yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), warga, personel gabungan, serta perangkat daerah dari berbagai unsur.
Kegiatan meliputi pengerukan kali, pembersihan rumput liar, hingga pengangkutan sampah di selokan dan lingkungan permukiman.
Dalam sambutannya, Pramono Anung menyampaikan bahwa gerakan kerja bakti tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Jakarta.
Baca juga: Pramono Berkelakar Tak Mau Masuk Gorong-gorong, Pilih Kerja Pakai Pikiran untuk Jakarta
Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, dengan PMI sebagai salah satu inisiator utama.
“Terus terang salah satu inisiator acara ini adalah PMI, dalam hal ini PMI Pusat, Pak Jusuf Kalla. PMI secara konkret memberikan bantuan berupa cangkul, sekop, gerobak, dan karung yang digunakan di 44 kecamatan dan 267 kelurahan,” ujar Pramono.
Sementara itu, Jusuf Kalla menekankan pentingnya tanggung jawab warga dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai kunci utama pencegahan banjir.
Menurutnya, banjir terjadi karena saluran air tidak berfungsi optimal akibat tersumbat sampah.
“Yang mengotori Jakarta kita juga, yang membersihkan harus kita juga. Sungai, gorong-gorong, dan selokan adalah jalan keluarnya air. Kalau tidak dibersihkan, banjir pasti terjadi,” tegas JK.
JK mengingatkan bahwa dampak banjir paling dirasakan oleh masyarakat kecil. Karena itu, ia mengajak seluruh warga Jakarta untuk membersihkan lingkungan di sekitar rumah masing-masing, termasuk selokan di depan rumah, kantor, maupun ruko.
Baca juga: TransJabodetabek Blok M–Soetta Siap Beroperasi, Pramono Siapkan 20 Armada
“Kalau selama ini hanya mengandalkan puluhan ribu pasukan oranye, seharusnya ada sejuta warga yang ikut membersihkan rumahnya sendiri. Satu jam seminggu cukup,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kerugian ekonomi akibat banjir yang mencapai triliunan rupiah setiap tahun, mulai dari usaha kecil yang terhenti hingga kemacetan parah yang merugikan dunia usaha.
“Jangan marahi gubernur kalau banjir, marahi diri sendiri. Kota ini kota kita, Pak Gubernur hanya memimpin. Yang bertanggung jawab tetap kita semua,” kata JK.
PMI, lanjut JK, akan terus mendorong gerakan preventif dengan membantu peralatan kebersihan, namun partisipasi aktif warga dan perusahaan menjadi kunci utama menjaga Jakarta tetap bersih dan bebas banjir.(m27)