SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan dengan penyesuaian mekanisme distribusi.
Pemerintah menyiapkan empat skema penyaluran untuk memastikan pemenuhan gizi tetap optimal bagi seluruh penerima manfaat, meski sebagian besar menjalankan ibadah puasa.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, penyesuaian dilakukan untuk menyesuaikan pola konsumsi masyarakat selama Ramadan tanpa mengganggu keberlangsungan program prioritas nasional tersebut.
“Untuk Ramadan, makan bergizi tetap berlanjut. Ada empat mekanisme yang akan kita kembangkan,” ujar Dadan, Sabtu (7/2/2026), seperti dikutip KompasTV.
Skema pertama diterapkan di sekolah-sekolah yang mayoritas siswanya menjalankan puasa.
Dalam mekanisme ini, makanan tetap dikirim ke sekolah, namun disiapkan dalam bentuk menu yang lebih tahan lama sehingga dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka.
“Untuk anak sekolah di daerah yang mayoritas puasa, makanannya dikirim seperti biasa, tapi dalam bentuk makanan yang tahan dan bisa dibawa ke rumah untuk dikonsumsi saat buka,” jelas Dadan dikutip dari Kompas.tv.
Baca juga: Dapur MBG Suaq Carong Bantu Perlengkapan Sekolah untuk Murid Yatim dan Piatu di Abdya
Sementara itu, untuk sekolah yang mayoritas siswanya tidak berpuasa, penyaluran MBG dilakukan seperti hari biasa tanpa perubahan jadwal maupun metode distribusi.
BGN juga menegaskan layanan bagi kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetap berjalan normal selama Ramadan.
Kelompok ini dinilai membutuhkan asupan gizi yang konsisten demi menjaga kesehatan ibu dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Kemudian untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, pelayanannya tetap normal,” tegasnya.
Penyesuaian khusus juga dilakukan di lingkungan pesantren, terutama yang memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di dalam kawasan pendidikan.
Proses memasak dilakukan pada siang hari, sementara makanan dikonsumsi saat waktu berbuka puasa.
“Karena penerima manfaatnya ada di dalam pesantren dan SPPG-nya berada di dalam pesantren, maka pelayanannya digeser ke saat buka. Masaknya siang hari, dikonsumsi saat berbuka,” kata Dadan.
Sebagai bagian dari implementasi kebijakan tersebut, BGN berencana meresmikan pelaksanaan program MBG di salah satu pesantren di Bandung. Kegiatan tersebut akan dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama.
“Nanti akan kita jadikan contoh, salah satunya di pesantren di Bandung yang akan kita resmikan dan dilanjutkan dengan buka bersama,” ujarnya.
Dengan empat skema penyaluran yang disiapkan, BGN menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan program MBG selama Ramadan serta memastikan kebutuhan gizi masyarakat tetap terpenuhi tanpa mengabaikan aspek sosial dan keagamaan.(*)