TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Bulan Bahasa Bali di Kabupaten Gianyar Tahun 2026 resmi ditutup oleh Asisten Administrasi Umum Setda Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia di Balai Budaya Gianyar, Jumat 6 Februari 2026 sore.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi “terwujudnya masyarakat Gianyar yang bahagia, sejahtera, aman dan damai, mandiri, serta berintegritas berlandaskan Tri Hita Karana melalui pembangunan nasional semesta berencana”.
Pasek Lanang Sadia mengajak seluruh masyarakat agar tidak hanya menggunakan Bahasa Bali pada saat lomba atau acara seremonial saja, tetapi tetap menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
"Jangan sampai kita lupa berbahasa Bali, jangan malu menggunakan Bahasa Bali, dan mari kita bangga terhadap bahasa, aksara, dan sastra Bali," ujarnya.
Baca juga: Penyuluh &Gen Z Ikuti Workshop Baligrafi Bulan Bahasa Bali, Harap Penegasan Penggunaan Aksara Bali
Dalam acara penutupan Bulan Bahasa Bali, terdapat penyerahan piala pada pemenang lomba dari masing-masing kategori.
Di antaranya, SMA Negeri 1 Pupuan, berhasil menjadi juara satu kategori Film Pendek Berbahasa Bali Peserta SMA/SMK dan Umum se-Bali dengan judul karya Sirig Kuri Pendawa.
Selain itu, Kecamatan Blahbatuh menjadi juara satu kategori Nyurat Aksara Bali Tingkat SD, Kecamatan Sukawati menjadi juara satu kategori Nyirat lontar Tingkat SMP dan Mesatua Bali Krama Istri.
Kecamatan Gianyar menjadi juara satu kategori Debat Mabasa Bali Tingkat SMA/SMK, Kecamatan Tampaksiring menjadi juara satu kategori Ngewacen Lontar Tingkat SMA/SMK, dan Kecamatan Payangan menjadi juara satu kategori Pidarta Peserta Prajuru Adat.
Pasek Lanang Sadia mengucapkan terima kasih pada para juri yang telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.
"Pada para peserta yang berhasil meraih prestasi, diharapkan agar tidak cepat berpuas diri dan terus belajar. Sementara itu, bagi peserta yang belum meraih juara, jangan berkecil hati dan teruslah belajar Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali karena masih banyak kesempatan untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Bali," ujarnya. (*)