SERAMBINEWS.COM, GAYO LUES – Tim Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan RI Batch 4 terus bergerak memberikan pelayanan kesehatan komprehensif bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Gayo Lues.
Memasuki hari ketujuh, Sabtu (7/2/2026), tim memfokuskan aksi lapangan di Desa Singah Mulo dan Desa Ramung Musara, Kecamatan Putri Betung.
Pelayanan tersebut dilakukan sebagai bagian dari respon kesehatan pascabencana yang dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, dipimpin langsung oleh dr Muhammad Sidiq, SpU dari Ikatan Ahli Urologi Indonesia selaku Ketua/PIC tim.
Misi ini juga diperkuat oleh tenaga ahli lintas profesi.
Tim diperkuat oleh Khairul Fajri, SKM, MKM dari Balai Kekarantinaan Kesehatan Banda Aceh dan Lismawati, SKM, MKM dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues.
Selain itu, hadir pula drg Apriliadi Saputra mewakili PDGI Provinsi Aceh, serta duet perawat dari RSUD Aceh Besar, Muhammad, AMd, Kep dan Atinah, AMd, Kep.
Baca juga: CISAH Gelar Trauma Healing Berbasis Budaya untuk Pulihkan Luka Batin Seniman Aceh Utara Pascabanjir
Kekuatan tim semakin lengkap dengan kehadiran Devita Annisa, AMd, Gz, tenaga gizi dari Nusantara Sehat PKM Trumon, Aceh Selatan.
Dalam aksi yang berlangsung di wilayah kerja Puskesmas Gumpang tersebut, tim berhasil menangani total 101 pasien.
Data medis menunjukkan mayoritas pasien berasal dari usia produktif dan lansia dengan keluhan penyakit yang beragam.
Berdasarkan laporan tim, kasus terbanyak yang ditangani meliputi:
Selain penyakit tersebut, tim juga menangani berbagai kasus penyakit kulit dan gangguan kesehatan umum lainnya yang muncul pascabencana.
Seluruh tindakan medis ini dilakukan melalui pendekatan kuratif yang melibatkan kolaborasi antara dokter umum dan dokter gigi secara langsung di lokasi.
Baca juga: Puluhan Ribu Korban Banjir Aceh Utara Masih Mengungsi di 119 Titik, Terdapat Ibu Hamil dan Balita
Tak hanya memberikan pengobatan kuratif oleh dokter umum dan dokter gigi, tim juga melakukan langkah preventif yang sangat ketat.
Di sektor gizi, tim melakukan kunjungan langsung ke rumah warga (home visit).
Sementara di sektor pencegahan penyakit menular, penyuluhan Tuberkulosis (TB) dilakukan kepada 20 warga sekitar.
Sebagai langkah konkret pencegahan penyakit menular pada kelompok anak, Tim TCK Kemenkes melaksanakan imunisasi tambahan MR (Measles & Rubella).
Dari total 20 anak usia 9–59 bulan yang menjadi sasaran, sebanyak 19 anak berhasil mendapatkan imunisasi.
Tim memastikan seluruh proses, mulai dari penggunaan vaksin hingga logistik, tetap mengikuti standar ketat rantai dingin (cold chain) untuk menjamin efikasi vaksin di lokasi bencana.
Disamping memberikan pelayanan kesehatan, tim yang beranggotakan Khairul Fajri, Lismawati, Muhammad, Atinah, dan Devita Annisa ini juga melakukan pengawasan ketat terhadap fasilitas air bersih di 10 rumah warga.
Langkah ini diambil untuk mengidentifikasi dan memitigasi faktor risiko penyakit berbasis lingkungan.
Baca juga: 16 Desa di Aceh belum Teraliri Listrik 2 Bulan Pascabanjir, Ini Kendala PLN
Meski demikian, tim mencatat beberapa kendala signifikan di lapangan, seperti:
Menyikapi hal tersebut, narasumber tim, Khairul Fajri, SKM, MKM, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Gayo Lues dan Puskesmas setempat guna pemenuhan logistik medis.
"Tim telah melakukan koordinasi dengan Dinkes Kabupaten Gayo Lues, unit farmasi, dan Puskesmas setempat untuk pemenuhan logistik, serta melaksanakan edukasi gizi dan pengendalian vektor DBD," ujarnya dalam keterangan yang diterima Serambinews.com, Minggu (8/2/2026).
Rencana ke depan, Tim TCK Kemenkes Batch 4 dijadwalkan akan melanjutkan pelayanan ke Desa Serkil.
Fokus utama selanjutnya adalah pengawasan fasilitas sanitasi di lokasi pengungsian guna mencegah potensi wabah penyakit seperti DBD, dan memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga.
"Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Kementerian Kesehatan RI dalam menjamin akses layanan kesehatan yang cepat dan terpadu bagi masyarakat di wilayah terpencil yang sulit dijangkau pascabencana," pungkas Khairul Fajri.
(Serambinews.com/Yeni Hardika)