WARTAKOTALIVE.COM - Di hadapan ratusan anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor, korban penganiayaan Bahar bin Smith menceritakan kekejaman pria yang kerap dipanggil habib itu.
Rida, anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) pun menjelaskan kekejaman yang dilakukan Bahar Smith kepada dirinya.
Kekejaman tersebut berlangsung usai Bahar Smith memimpin pengajian di Tangerang, Banten yang juga dihadiri oleh Rida pada Minggu (21/9/2025).
Karena penganiayaan tersebut, Bahar Smith pun ditetapkan sebagai tersangka oleh Polisi.
Namun demikian, hingga kini Bahar Smith belum kunjung ditahan meskipun mangkir dalam panggilan pemeriksaan pertama.
Alhasil hal ini membuat Banser kesal dan menggelar aksi di Kantor Polres Metro Tangerang Kota pada Sabtu (7/2/2026).
Ratusan anggota Banser mengepung Polres Metro Tangerang Kota dan menuntut segera menangkap Bahar Smith.
Salah satu massa aksi yang hadir yakni korban penganiayaan Rida.
Rida muncul saat Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Tangerang, Midyani menyampaikan orasi di hadapan massa aksi.
Baca juga: Batang Hidung Bahar Smith Tak Terlihat Usai Jadi Tersangka
Dimuat Tribuntangerang, kepada massa aksi Rida mengungkapkan kekejaman Bahar Smith terhadap jemaah pengajiannya.
Dia mengaku peristiwa naas yang dialaminya masih terbesit di kepala karena dihajar habis-habisan.
Bahar Smith disebut mengerahkan 10 orang untuk mengeksekusinya di sebuah ruangan.
Ke-10 orang itu bolak-balik ruangan untuk menganiaya Rida.
"Malam itu saya dipersekusi di sebuah kamar itu lebih dari 10 orang dan mereka bolak-balik orang itu memukuli saya selama lebih dari tiga jam," kata dia di hadapan massa aksi yang mendengarkan ceritanya.
Rida memastikan Bahar bin Smith turut serta menyiksa dirinya hingga Senin (22/9/2025) dini hari sebelum akhirnya sempat tak sadarkan diri.
Salah satu aksi kejam yang dilakukan kepadanya ialah mencekik dan menyekap wajah menggunakan handuk hingga sulit untuk bernafas lagi.
Setelahnya Rida disiram air oleh Bahar Smith.
"Yang membekas bagi saya saat Bahar bin Smith dua kali menyekap saya pakai handuk bahkan sampai saya kehabisan nafas terus saya disiram air," terangnya.
Kondisi Rida saat ini pun belum pulih sepenuhnya meski kejadian sudah berlangsung lima bulan lalu. Rida mengenakan celana panjang hitam dan kemeja berwarna merah dibalut jaket bercorak hijau cokelat khas atribut Banser dan peci warna hitam saat ikut aksi.
Sebuah tas berwarna biru diselempangkan Rida ke sisi kanan tubuhnya dekat dengan jaket bertuliskan NKRI Harga Mati di dada bagian depan.
Kondisi fisik Rida nampak telah pulih secara keseluruhan, meskipun ketika berjalan nampak sedikit tertatih.
Luka-luka memar yang dihantam puluhan orang di sekujur tubuhnya pada Minggu (21/9/2025) lalu sudah tidak terlihat lagi namun terlihat masih kesulitan berjalan.
Pria bertubuh gempal itu juga ikut tertawa saat rekan-rekannya melontarkan candaan untuk menghibur dan menghilangkan rasa trauma yang dialami.
Sementara itu Pihak Bahar Bin Smith menjelaskan kronologi penganiayaan yang membuat Bahar bin Smith dibui karena dugaan pengeroyokan.
Kronologi penganiayaan itu diungkapkan ibunda Bahar bin Smith Isnawati Hasan.
Isnawati menilai kesaksian Fitri yang mengaku melihat langsung suaminya dikeroyok saat acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Cipondoh, Tangerang, tidak masuk akal.
Sebab kata Isnawati, jemaah laki-laki dan perempuan dipisah dan kejadian berlangsung pukul 00.30 WIB.
“Jamaah laki-laki dan perempuan dipisah, apalagi Fitri sedang hamil besar. Tidak mungkin dia berada di lokasi kejadian pukul 00.30 WIB,” ujar Isnawati, Senin (2/2/2026) seperti dimuat Tribunnews.com.
Isnawati mengatakan bahwa anaknya Bahar bin Smith melakukan pembelaan karena matanya sempat dicolok oleh korban.
(Wartakotalive.com/DES/TribunTangerang)