BANGKAPOS.COM, BANGKA – Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi memulai tahapan awal seleksi pemain sepak bola untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.
Selama dua hari pelaksanaan, seleksi berhasil menjaring sebanyak 125 pemain muda kelahiran tahun 2007-2009 dari berbagai wilayah, termasuk daerah kepulauan.
Sejak pagi, para peserta tampak memadati stadion dan mengikuti seluruh tahapan seleksi. Di lapangan sepak bola, sejumlah pemain muda mengikuti seleksi dengan melakukan berbagai materi latihan dan permainan.
Di bawah terik sinar matahari, para peserta berlari, menguasai bola, dan melakukan umpan serta tendangan sesuai arahan pelatih. Aktivitas seleksi berlangsung di area lapangan dengan pengawasan tim pelatih. Mereka memantau pergerakan, teknik dasar dan kerja sama antarpemain selama sesi permainan berlangsung.
Ketua Askab PSSI Bangka Selatan, Felly Husaini bilang seleksi telah dilaksanakan selama dua hari. Seleksi perdana digelar pada Sabtu (7/2/2026) di Stadion Junjung Besaoh, Kecamatan Toboali.
Pada hari pertama ini, animo peserta terbilang tinggi dengan kehadiran 80 pemain muda yang datang dari sejumlah kecamatan di Bangka Selatan. Peserta hari pertama berasal dari Kecamatan Toboali dan sekitarnya, serta wilayah lain seperti Kecamatan Tukak Sadai, Airgegas, hingga daerah kepulauan Lepar dan Pongok.
“Kehadiran peserta dari wilayah kepulauan menunjukkan luasnya potensi sepak bola di Bangka Selatan serta tingginya minat generasi muda untuk berkompetisi di tingkat daerah,” kata dia kepada Bangkapos.com, Minggu (8/2/2026).
Seleksi kemudian dilanjutkan pada hari kedua Minggu (8/2/2026), yang dipusatkan di Lapangan Bola Desa Bencah, Kecamatan Airgegas. Pada hari kedua ini, sebanyak 45 pemain muda kembali mengikuti seleksi. Meski jumlah peserta lebih sedikit dibanding hari pertama, antusiasme dan semangat para pemain tetap tinggi.
Ia menegaskan bahwa proses penjaringan pemain dilakukan secara objektif dan menyeluruh. Menurutnya, seleksi ini tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga sikap, disiplin, serta mental bertanding para pemain muda. Seleksi ini menjadi langkah awal untuk membangun tim yang kuat.
“Kami ingin memastikan bahwa pemain yang terpilih nantinya tidak hanya memiliki kemampuan bermain, tetapi juga mental juara dan kedisiplinan yang baik,” ujar Felly.
Adapun lanjut dia, peserta menjalani sejumlah materi seleksi yang meliputi pengamatan teknik dasar, kondisi fisik, serta pemahaman permainan hingga kemampuan beradaptasi dalam permainan tim.
Tim pelatih mencatat setiap perkembangan pemain sebagai bahan evaluasi untuk menentukan siapa saja yang layak melaju ke tahap berikutnya. Diakuinya standar pemain Porprov harus dipersiapkan sejak dini.
Ia menekankan pentingnya pemahaman taktik dan kerja sama tim, selain kemampuan individu. Menurutnya, seleksi ketat diperlukan agar kerangka tim yang dibentuk benar-benar siap menghadapi persaingan di Porprov 2026. pemain yang akan dipilih harus mampu menunjukkan konsistensi, kedisiplinan, dan kemauan belajar.
“Semua ini dinilai penting sebagai modal utama dalam pembinaan jangka menengah menuju Porprov 2026,” sebutnya.
Kendati demikian kata Felly dengan total keseluruhan 125 peserta selama dua hari seleksi, Askab PSSI Bangka Selatan menilai proses awal penjaringan talenta berjalan sesuai harapan.
Rangkaian seleksi ini juga menjadi bagian dari strategi jemput bola yang diterapkan Askab PSSI untuk menjangkau seluruh kecamatan, termasuk wilayah yang sulit dijangkau.
Pihaknya berencana melanjutkan seleksi ke kecamatan lain guna memastikan tidak ada talenta potensial yang terlewatkan. Melalui proses seleksi berjenjang ini, Askab PSSI Bangka Selatan berharap dapat membentuk kerangka tim sepak bola yang solid, merata, dan kompetitif.
“Tim yang dihasilkan diharapkan mampu membawa nama Bangka Selatan bersaing secara maksimal pada ajang Porprov 2026 mendatang,” pungkas Felly.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)