Pemkab Batang Hari Siapkan Rp3,9 M, Penataan Wisata Balai Adat dan Aek Meliuk Target 2026
asto s February 08, 2026 01:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Pemerintah Kabupaten Batanghari mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,9 miliar untuk penataan kawasan wisata Balai Adat dan kolam Aek Meliuk. Proyek tersebut dibiayai melalui APBD Kabupaten Batanghari 2025.

Penataan kawasan itu ditujukan sebagai destinasi wisata budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hingga kini, proyek masih dalam tahap pengerjaan. Pembangunan yang semula ditargetkan rampung pada 2025 terpaksa diperpanjang hingga akhir Februari 2026 akibat kendala cuaca ekstrem.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Batanghari, Ajrisa Windra, mengatakan perpanjangan waktu pengerjaan merupakan kebijakan pemerintah daerah agar kualitas pembangunan tetap terjaga.

“Pekerjaan ini seharusnya selesai pada 2025. Namun karena kondisi cuaca ekstrem, penyelesaiannya tidak bisa maksimal. Oleh karena itu, pemerintah memberikan kebijakan perpanjangan hingga Februari 2026,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).

Pemerintah Kabupaten Batanghari mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,9 miliar untuk penataan kawasan wisata Balai Adat dan kolam Aek Meliuk. Proyek tersebut dibiayai melalui APBD Kabupaten Batanghari 2025.
Pemerintah Kabupaten Batanghari mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,9 miliar untuk penataan kawasan wisata Balai Adat dan kolam Aek Meliuk. Proyek tersebut dibiayai melalui APBD Kabupaten Batanghari 2025. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)

Ajrisa menjelaskan, kawasan wisata Balai Adat dan Aek Meliuk nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari pagelaran seni dan budaya, ruang berkumpul keluarga, hingga sarana olahraga.

Ia menyebutkan, terdapat tiga konsep utama yang menjadi arahan Bupati dan Wakil Bupati Batanghari dalam pengembangan kawasan tersebut. Konsep pertama adalah pengenalan adat dan budaya Batanghari kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Minat anak-anak sekarang terhadap adat memang cukup sulit karena lebih tertarik pada gim dan hiburan lainnya. Melalui konsep balai adat ini, kami ingin menarik minat masyarakat untuk mengenal adat Batanghari,” tuturnya.

Konsep kedua adalah penyediaan fasilitas olahraga berupa jogging track yang mengelilingi kawasan wisata. Fasilitas ini dirancang sebagai ruang olahraga keluarga yang terintegrasi dengan nilai-nilai adat daerah.

“Jogging track ini kami rancang sebagai kawasan olahraga keluarga. Sambil berolahraga, masyarakat juga diingatkan bahwa ini adalah adat kita di Kabupaten Batanghari. Nantinya akan ditambahkan slogan dan petuah adat,” katanya.

Adapun konsep ketiga adalah penataan kawasan kuliner dengan sistem food court. Para pedagang yang sebelumnya berjualan di luar kawasan akan diarahkan menempati area khusus agar lebih tertata dan nyaman bagi pengunjung.

“Semua pedagang akan kami susun rapi dalam satu kawasan food court, sehingga masyarakat bisa berkumpul, menikmati fasilitas budaya, berolahraga, sekaligus makan bersama,” jelasnya.

Meski demikian, Ajrisa mengakui masih terdapat tantangan dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun. Ia menyebut masih sering ditemukan aksi perusakan dan pencurian oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Bukan hanya pencurian, tetapi juga perusakan fasilitas. Kami sudah melakukan upaya melalui Satpol PP, pemasangan CCTV, dan patroli, namun tetap membutuhkan kesadaran masyarakat,” ungkapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk turut menjaga fasilitas umum agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Tanpa kesadaran bersama, akan sulit membangun Kabupaten Batanghari menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan Tribun Jambi di lokasi, penataan kawasan wisata Balai Adat dan Aek Meliuk masih berlangsung. Meski demikian, sejumlah fasilitas sudah dapat dimanfaatkan masyarakat, seperti tempat duduk, beberapa alat olahraga, serta wahana permainan anak.

Terlihat pula sejumlah warga yang memanfaatkan kawasan tersebut untuk bersantai bersama keluarga maupun pasangan. Sementara itu, beberapa pedagang tampak berjejer rapi menjajakan dagangannya di sekitar area wisata. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)

Baca juga: 3 Daerah di Jambi Bagian Barat Hujan Hari Ini, Waspada Cuaca Esktrem

Baca juga: Batang Hari Masih Siaga Hidrometeorologi hingga 28 Februari, BPBD Waspadai Potensi Karhutla

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.