Polisi Temukan Luka Lebam di Wajah Pria yang Tewas di Kamar Kos Untung Suropati
taryono February 08, 2026 02:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandar Lampung menemukan fakta baru dalam kasus tewasnya seorang pria di kamar indekos Pondok Inap Tri Jo, Jalan Untung Suropati, Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, Sabtu (7/2/2026).

Korban diketahui berinisial H (61), warga Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten. 

Polisi menemukan luka lebam di bagian wajah korban, yang jasadnya ditemukan dalam kondisi terbungkus plastik dan dilakban.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Gigih Andri Putranto mengatakan temuan luka lebam tersebut masih didalami untuk memastikan penyebab kematian korban.

“Memang ditemukan luka lebam di bagian wajah. Namun, apakah korban meninggal akibat penganiayaan atau sebab lain, kami masih menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik,” ujar Gigih saat dihubungi Tribunlampung.co.id, Minggu (8/2/2026).

Gigih menambahkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan metode Scientific Crime Investigation (SCI) serta memperdalam keterangan para saksi.

Hingga kini, di lokasi kejadian tidak ditemukan kamera pengawas (CCTV).

“Korban berada di kamar sendirian. Kami mengimbau agar tidak ada asumsi liar, karena proses penyelidikan masih berjalan,” tegasnya.

Salah satu penghuni kos, Anas (23), mengungkapkan bahwa korban diduga mengalami masalah keuangan saat pertama kali masuk indekos. 

Berdasarkan informasi dari pengelola, korban mengaku hanya membawa uang sekitar Rp 200 ribu dan sempat menyebut dirinya menjadi korban kecopetan.

Menurut Anas, korban masuk ke kamar kos pada Kamis siang dan seharusnya keluar pada Jumat. 

Namun, saat kamar diketuk, tidak ada respons dari dalam.

“Karena curiga, saya melihat dari ventilasi dan terlihat ada sepatu di dalam. Saat pintu dibuka dengan kunci cadangan, ternyata tidak bisa dibuka,” ujarnya.

Anas kemudian mengintip menggunakan kamera ponsel melalui celah dan melihat kaki korban dalam kondisi lampu kamar padam serta adanya plastik. 

Awalnya ia berpikir positif, hingga akhirnya kamar didobrak dan korban ditemukan sudah meninggal dunia.

Sementara itu, pemilik bengkel motor di depan indekos, Agus Sutiyono, menduga korban meninggal akibat dibunuh. 

Menurutnya, kondisi kamar terlihat berantakan dan tangan korban seperti terikat ke belakang.

“Korban ditutup plastik di bagian wajah dan kondisi tempat tidur acak-acakan. Kami menduga korban dibunuh,” ujar Agus.

Ia juga menyebutkan, indekos tersebut menyewakan delapan kamar dengan sistem harian hingga tahunan, dan sebelumnya kerap terlihat keluar-masuk orang tak dikenal.

Hingga kini, Polresta Bandar Lampung masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.