Harga Cabai Merangkak Naik Jelang Ramadan, Harga Kebutuhan Lain Masih Normal di Bengkalis
Muhammad Ridho February 08, 2026 03:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Kurang dari dua pekan memasuki bulan puasa harga kebutuhan pokok di Bengkalis mulai merangkak naik.

Kenaikan harga memang terjadi di beberapa bahan pokok namun tidak begitu signifikan dan mengaruh transaksi jual beli dipasar.

Hal ini diakui Dedi Pedagang di pasar Terubuk Bengkalis, Minggu (8/2) jelang siang.

Menurut dia, kenaikan terjadi pada harga cabai merah asal Medan, yang saat ini di jual sekitar 48 ribu rupiah perkilogramnya.

"Cabai merah naik dari Rp 45 ribu perkilogramnya, sepakan terakhir naik tiga ribu rupiah menjadi Rp 48 ribu perkilogramnya," ungkap Dedi.

Meskipun mengalami kenaikan menurut dia, dengan harga segitu pembeli masih ramai dan lancar. Rata rata pembeli membeli di atas satu kilogram sekali belanja.

"Belum mahal itu, masih bisa di bilang normal harga cabai di bawa lima puluh ribu rupiah. Kalau naik sudah di atas lima puluh ribu rupiah baru terasa dan berdampak pada penjualan," ungkapnya.

Meskipun  demikian pihaknya memprediksi harga cabai merah ini juga akan terus mengalami kenaikan. Pasalnya saat ini cabai yang masuk hanya stok dari Medan dan Sumbar, sementara stok cabai dari Aceh sudah tidak masuk sejak dua pekan terakhir.

"Pasokan kita biasanya selain Medan juga dari Aceh, hampir dua pekan dari Aceh sudah tidak masuk lagi, karena sudah habis masa panen. Begitu stok dari Medan menipis tentu nanti akan mulai terjadi kenaikan signifikan," ungkapnya.

Baca juga: Riau Masih Sumbang Mayoritas Hotspot di Sumatera, Pelalawan dan Bengkalis Masih Terbanyak

Menurut dia, harga cabai di perkirakan akan  kembali melambung akibat stok terbatas kemungkinan terjadi mulai pertengahan Ramadan nanti.

"Kalau kita pantau distributor memang sepertinya akan terus naik sampai awal Ramadan, Tapi kenaikan tinggi perkiraan kita di pertengahan Ramadan nanti," tambahnya.

Dedi mengatakan, kenaikan harga cabai rawit yang saat ini dirasakan cukup tinggi. Cabai rawit lokal saja saat ini dijual perkilogramnya Rp 70 ribu rupiah, naik Rp 10 ribu dibandingkan pekan kemarin.

"Cabai rawit lokal yang naik cukup tinggi Rp 70 ribu sementara cabai rawit dari Pekanbaru lebih murah Rp 60 ribu perkilogramnya," tambah Dedi.

Sementara untuk kebutuhan harian lainnya seperti bawang merah dan bawang putih sampai saat ini masih normal. Belum terjadi sama sekali.

"Bawang merah masih normal belum terjadi kenaikan, bawang merah Jawa 40 ribu rupiah perkilogramnya, kalau bawang merah besar lebih murah sepuluh ribu rupiah. Sementara bawang putih perkilogram juga masih bertahan di harga sekitaran 38 ribu hingga 40 ribu perkilogramnya tergantung kualitasnya," ungkap Dedi.

Ega pedagang kebutuhan  harian lainnya juga mengungkap hal yang sama. Sejauh ini yang mengalami kenaikan di pasar Terubuk hanya cabai merah, terutama cabai merah asal Sumbar.

"Yang lain masih normal, cabai merah lokal 45 ribu perkilogramnya. Sementara yang naik cabai Sumbar perkilogramnyas sudah 65 ribu rupiah," ungkapnya.

Meskipun cabai merah Sumbar mengalami kenaikan, pihaknya masih menjual cabai lokal yang saat ini mulai panen. Sehingga pembeli memiliki pilihan lain  sebagai pembanding harga cabai Sumbar.

Sementara pedagang ayam potong mengaku untuk ayam beras atau ayam broiler masih normal di harga 35 ribu rupiah perkilogramnya. Belum terjadi kenaikan harga ayam broiler di Bengkalis karena pasokan juga masih lancar.

"Yang naik saat ini ayam kampung perkilogramnya kita di pasar jual Rp 80 ribu rupiah. Naik sejak beberapa pekan terakhir dari Rp 75 ribu rupiah," ungkap Adri pedagang Ayam Potong Pasar Terubuk Bengkalis.

Kenaikan harga ayam kampung terjadi karena stok untuk ayam kampung sudah mulai terbatas. Apalagi ayam kampung di jualnya diambil dari masyarakat lokal Bengkalis.

"Saat ini masyarakat yang pelihara ayam kampung sudah banyak tidak menjual lagi. Kita kesulitan mencari stoknya kalau ada yang jual harga tinggi," terangnya.

Menurut dia, permintaan ayam kampung saat ini cukup tinggi, karena akan mendekati perayaan Imlek. Masyarakat Bengkalis yang keturunan Tionghoa atau China sudah memburu ayam kampung untuk stok daging yang disajikan di saat hari Imlek.

"Kebiasaan masyarakat keturunan China kalau menyambut Imlek memang begini, membeli ayam kampung jauh jauh hari sebelum Imlek mereka menyimpan dulu daging ayam kampung, sementara stok kita sudah sulit," tandasnya.

( Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.