TRIBUNTANGERANG.COM - Sederet artis Indonesia mengalihkan keuangannya untuk membangun bisnis, agar pundi-pundi tabungannya terus bertambah.
Musisi Ahmad Dhani salah satu artis yang belakangan ini, tengah fokus terjun ke dunia bisnis. Ia membangun kedai kopi sampai restoran.
Setelah restoran yang dibangun di kediamannya jadi sorotan, kali ini Ahmad Dhani melebarkan sayapnya dengan mendirikan restoran baru di kawasan Kemang, Jakarta Selatan bernama 'Dewa 19 Java Rock'.
Mengusung konsep 'Dewa 19 Restography', Ahmad Dhani membuat tata ruang restoran nya dengan sangat elegan. Dari pintu masuk saja, pengunjung disambut dengan foto raja-raja Jawa.
Tak hanya itu saja, gambar logo burung garuda Indonesian juga terpampang di bagian depan restoran milik pentolan band Dewa 19 ini.
Foto-foto para raja zaman dulu juga terpampang di dinding restoran nya. Dhani pun menggunakan banyak kayu jati untuk ornamen hiasan, kursi, hingga meja pengunjung.
Suami Mulan Jameela ini juga meletakkan barang-barang antik jadi pemanis dalam restoran barunya, sehingga membuat tempat makan tersebut terlihat elegan dan juga vintage.
Bagian tengah terdapat dua ruangan yang dihiasi foto-foto para raja, ditambah dengan sofa hingga meja dari kayu jati membuat pengunjung merasakan nuansa heritage.
Pantas saja suasananya heritage, Javarock Dewa 19 Restography adalah hasil sulap Dhani dari bangunan rumah gaya Belansa menjadi restoran.
Hampir seluruh elemen arsitektur utama dipertahankan untuk menjaga nyawa dari gedung tua itu. Pengunjung yang datang dapat merasakan kemegahan masa lalu lewat pilar-pilar hingga lantai yang masih orisinil.
"Tiang-tiangnya asli dari rumah ini, kusen-kusennya asli semuanya, lantai-lantainya juga asli. Jadi kalau masuk ke sini, yang membedakan ini adalah rumah heritage beneran," kata Ahmad Dhani di restonya, di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026) malam.
Sesuai dengan nama 'Restography', konsep visual menjadi kekuatan utama tempat ini. Ayah dari Al Ghazali, El Rumi, dan Dul Jaelani lah yang turun tangan langsung mengurusi dekorasi dan pencahayaan, menghadirkan nuansa museum di dalam restoran.
"Di lobi ini semua Raja Jawa hampir ada. Jadi begini, harus belajar fotografi dulu ya, fotografi itu dimulai sejak 1850-an ke atas. Jadi ini foto-foto Raja Jawa, Raja Mataram, Keraton, di atas tahun 1850-an," jelas Dhani.
Koleksi yang dipajang pun tidak main-main, terdapat foto Pakubuwono VIII hingga XII, serta Hamengkubuwono VI hingga IX. Bahkan, untuk tokoh sejarah yang hidup sebelum era fotografi ditemukan.
Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra ini juga memasang lampu gantung antik peninggalan Belanda. Lampu itu bukan replika, melainkan produk asli bukan buatan Indonesia.
Keunikan lain dari lampu-lampu tersebut adalah tidak adanya desain yang kembar. Dhani menantang pengunjung untuk mengecek sendiri detail tersebut, yang menurutnya menambah kesan eksklusif dan vintage yang kuat.
MAKANAN LEZAT
Dhani tidak hanya fokus dalam interiornya saja, tapi mantan suami Maia Estianty juga sangat memperhatikan kualitas makanan yang ia jual ke pengunjung.
Ahmad Dhani pun berani menyetarakan makanan yang ia jual dengan menu yang dihadirkan Hard Rock Cafe di Amerika Serikat. Ia menyajikan makanan Indonesia dan Western.
"Nachosnya ya sama lah sama kayak di Hard Rock, cuma menu makanan Iga, SOP Buntut, dan Bebek lebih menang punya kami daripada Hard Rock," ungkapnya.
"Ini valid sudah diuji sama pecinta makanan alhamdulillah mereka bilang enak," sambungnya.
Karena restoran ini Bintang lima, tentu saja harganya pun cukup tinggi. Namun, masih dibawah harga restoran mahal di Jakarta untuk beberapa menu tertentu.
"Ribs (iga) kalau di Hard Rock Jakarta itu Rp 450 ribu, di sini Rp 250 ribu. Itu paling murah se-Jakarta untuk restoran bintang lima, tapi rasanya 11-12 (mirip)," ujar Ahmad Dhani.
"Pokoknya yang dateng itu keluarin uang minimal Rp 300 ribu, bisa makan enak dana kenyang disini," tambahnya. (Ari).