BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Di tengah dinginnya udara malam, di Jembatan Emas Kota Pangkalpinang, sejumlah pemuda-pemudi tidak menyangka ketika didatangi petugas dari Polda Bangka Belitung (Babel), Sabtu (7/2/2026).
Mereka tak bisa berkata apa-apa, saat petugas mendatangi mereka dan diminta untuk melakukan tes urine untuk memastikan apakah terindikasi mengkonsumsi narkoba.
"Izin Ya, kami dari Polda Babel dan kita cek urine dulu ya," ucap salah satu petugas.
"Ku (saya) tidak pakai narkoba pak, kami cuma duduk saja di sini," ungkap salah pemuda yang didatangi petugas.
"Ya, tidak apa-apa kita tes saja dan kalau memang tidak mengkonsumsi narkoba jangan takut," kata petugas sembari menenangkan pemuda itu.
Sembari melakukan tes urine, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap barang yang dibawa maupun di konsumsi para remaja tersebut dengan menerjunkan anjing pelacak.
Setelah kurang lebih 20 menit berada di Jemabatan Emas, petugas mengetahui bahwa hasil tes urine para pemuda yang dilakukan tes tadi hasilnya negatif dan petugas meminta semua remaja pulang karena sudah larut malam.
"Jembatan Emas ini kan menjadi salah satu titik keramaian, jadi tadi kita lakukan tes urine kepada remaja yang nongkrong hingga larut malam dan hasilnya Alhamdulillah semua negatif," kata Wakil Direktur Reserse Narboa (Wadir Resnarkoba) Polda Babel, Trihanto Nugroho kepada Bangkapos.com.
Lebih lanjut ia menegaskan, pihaknya terus melakukan kegiatan patroli seperti ini karena adanya laporan masyarakat. Terkait peredaran narkoba khususnya diwilayah hukum Polda Babel.
"Ada beberapa titik kita telusuri, diduga menjadi lokasi transaksi narkoba dan kita turun tapi hasil sementara masih belum kita temukan barang narkoba tapi rata-rata remaja ini merokok dan masih dibawah umur," ungkapnya.
Maka dari itu, pihaknya melakukan langkah tegas dengan memerintahkan pemuda-pemudi yang masih nongkrong hingga larut malam diminta untuk segera pulang kerumah.
"Kita minta mereka pulang, jangan sampai nongkrong larut malam karena sangat berbahaya. Apalagi, tadi ditemukan anak dibawah umur bawa motor dan sambil merokok dan kita minta dia membuang rokok," tegasnya.
Tak sampai disitu saja, anggota juga melakukan himbauan dan dialog dengan masyarakat yang masih nongkrong hingga larut malam dan diminta untuk tidak pulang sampai malam-malam.
"Iya, kita melakukan himbauan ke mereka jangan pulang hingga larut malam. Tujuannya, ya supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan oleh masyarakat," imbaunya.
(Bangkapos.com/Adi Saputra)