Guru Madrasah Bonyok Dianiaya Wali Murid Tak Terima Anaknya Ditegur, Nekat Bawa Celurit
Tommy Kurniawan February 08, 2026 03:03 PM

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang guru tugas di sebuah madrasah di Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan wali santri, bahkan salah satu pelaku sempat membawa celurit.

Aksi kekerasan itu disebut melibatkan dua orang yang merupakan orang tua dari murid di madrasah tempat korban mengajar.

Peristiwa tersebut terjadi setelah para pelaku menerima aduan dari anak mereka.

Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, menjelaskan bahwa dua terduga pelaku berinisial SM (29) dan HM (30), keduanya warga Desa Batuporo Barat, Kecamatan Kedungdung.

Kejadian bermula ketika korban berinisial AR (21) sedang mengajar di ruang kelas madrasah tersebut.

Saat proses belajar berlangsung, seorang siswa berinisial H diketahui bercanda dengan temannya dan tidak memperhatikan pelajaran. 

AR kemudian berupaya menegur siswa itu dengan menyentuhkan kayu kecil yang biasa dipakai sebagai alat penunjuk tulisan di papan ke bahu kanan H pada Selasa (3/2/2026).

Baca juga: Awal Mula Terungkapnya Ibu Jual Anak Kandung Ditemukan di Pedalaman Sumatera

Baca juga: Pecah Tangis Bupati Klaten di Rumah Wabup Klaten yang Wafat, Kenang sebagai Adik dan Teman Curhat

Tindakan tersebut diduga menjadi pemicu laporan siswa kepada orang tuanya.

Dua hari berselang, tepatnya Kamis (5/2/2026), AR sedang berada di sebuah warung ketika didatangi oleh dua pria yang belakangan diketahui sebagai wali santri.

Keduanya, SM dan HM, langsung menghampiri korban di lokasi tersebut.

“Korban dipukul oleh SM hingga mengenai bagian pipi,” ujar AKP Eko, Sabtu (7/2/2026), dikutip dari Kompas.com.

Setelah melakukan pemukulan, SM disebut mengeluarkan celurit yang dibawanya.

Namun, yang digunakan untuk memukul korban bukanlah bilah senjata tersebut, melainkan sarung celuritnya.

Pada saat yang sama, HM juga disebut turut melakukan pemukulan terhadap AR.

“Yang dipakai memukul adalah sarung celurit, sementara senjatanya hanya dipegang,” jelasnya.

Akibat kejadian itu, AR mengalami memar di beberapa bagian tubuhnya.

Merasa keselamatannya terancam, korban kemudian melaporkan insiden tersebut kepada pihak kepolisian.

“Dua orang terduga pelaku sudah diamankan dan kasusnya masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” tutup AKP Eko.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.