Pulang dengan Luka dari Emirates, Kekalahan Terhormat Sunderland dari Arsenal
Wahyu Septiana February 08, 2026 06:07 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Sunderland harus pulang dari London Utara dengan tangan hampa setelah takluk 0-3 dari Arsenal pada lanjutan Premier League di Emirates Stadium, Sabtu, 7 Februari 2026.

Meski skor akhir terlihat telak, performa skuad berjuluk The Black Cats itu menyimpan cerita berbeda di balik papan skor.

Tampil disiplin, berani, dan kompetitif dalam waktu yang cukup lama, tim asuhan Regis Le Bris itu menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar penggembira di level tertinggi.

Namun, kualitas individu Arsenal dan margin tipis khas Premier League menjadi pembeda yang akhirnya menghukum setiap kelengahan kecil Sunderland.

Pelajaran Mahal untuk Sunderland

Bagi Le Bris, laga ini adalah ujian realitas yang harus diterima oleh tim promosi seperti Sunderland.

“Arsenal membangun tim ini selama bertahun-tahun, dan kami bisa merasakan pengalaman itu. Mereka komplet di setiap aspek permainan,” ujarnya, dikutip dari laman resmi klub, Minggu (8/2/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Sunderland tidak datang ke Emirates sebagai tim yang kalah mental.

“Kami masih tim promosi dan sejauh ini kami tampil baik. Hari ini kami tetap kompetitif, dan itu menunjukkan bahwa kami terus berkembang melalui pengalaman-pengalaman seperti ini,” ujar dia.

Pelatih Sunderland FC, Regis Le Bris
Pelatih Sunderland FC, Regis Le Bris (Dok. Website Sunderland)

Sunderland bahkan memiliki tiga hingga empat peluang sepanjang laga—momen-momen yang, menurut Le Bris, harusnya bisa dimaksimalkan.

“Di level ini, Anda harus klinis. Hari ini, itu tidak terjadi.”

Jurang Kualitas yang Nyata

Sejak menit awal, anak-anak asuh Regis Le Bris tampil disiplin.

Skema bertahan rapat yang diterapkan sempat membuat “Meriam London” kesulitan menemukan ruang tembak.

Sunderland bermain spartan menutup ruang, menjaga jarak antarlini, dan memaksa Arsenal memutar bola di area luar kotak penalti.

Namun, di titik ini perbedaan kualitas berbicara.

Sistem pertahanan Sunderland telah bekerja nyaris sempurna, namun Arsenal memiliki pemain kelas dunia yang hanya membutuhkan celah untuk mengubahnya menjadi gol.

Gol yang bersarang ke gawang Robin Roefs bukanlah hasil dari kesalahan elementer lini belakang Sunderland.

Sebaliknya, gol yang tercipta lahir dari aksi individu kelas wahid bintang-bintang Arsenal.

Pemain Sunderland (biru) Reinildo Isnard Mandava mengawal penyerang Arsenal, Gabriel Martinelli dalam lanjutan Liga Inggris, 7 Februari 2026.
Pemain Sunderland (biru) Reinildo Isnard Mandava mengawal penyerang Arsenal, Gabriel Martinelli dalam lanjutan Liga Inggris, 7 Februari 2026. (Dok. Website Sunderland)

Kerja Keras vs Bakat Mahal

Secara kolektif, Sunderland tidak kalah ngotot.

Mereka berlari lebih banyak, melakukan tekel lebih sering, dan jatuh bangun menghalau serangan.

Namun, kerja keras fisik tersebut pada akhirnya runtuh oleh sentuhan-sentuhan magis pemain lawan pemain yang nilai pasarnya mungkin setara dengan bujet belanja satu musim Sunderland.

Robin Roefs pun sejatinya tak bisa disalahkan.

Kiper andalan The Black Cats ini mencatat beberapa penyelamatan krusial.

Namun, untuk bola-bola yang ditempatkan dengan presisi bedah (surgical precision) ke sudut gawang, bahkan kiper terbaik dunia pun akan kesulitan menjangkaunya.

“Kami bicara di ruang ganti soal detail kecil. Anda bisa datang ke sini dan kalah 3-0 hanya karena detail-detail itu. Di level ini, apalagi melawan tim yang mungkin adalah yang terbaik di Eropa saat ini, Anda akan dihukum,” tegasnya.

Le Bris pun sepakat. Sang pelatih menilai skor memang tidak berpihak, tetapi performa timnya menunjukkan pertumbuhan yang jelas.

“Skor tetaplah skor. Arsenal tampil tanpa henti dan memanfaatkan peluang yang kami berikan. Tapi kami menunjukkan karakter yang sangat baik dan masih berada di dalam pertandingan hingga gol ketiga,” kata Le Bris.

Berita Terkait

  • Baca juga: Sunderland Bangkit di Stadium of Light: Le Bris Puji Intensitas Tim, Diarra-Talbi Jawab Kepercayaan
  • Baca juga: Cerita Mr Dede Satpol PP Viral Jago Bahasa Inggris: Cita-cita Jadi Diplomat, Awal Karier Jadi Hansip
  • Baca juga: Aksinya Viral, Dede Wahyudi Satpol PP Jakbar Bongkar Rahasianya Bisa Jago Bahasa Inggris
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.