TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Di tengah tantangan pembangunan yang kian kompleks, para pendamping desa menjadi sosok yang paling dekat dengan denyut kehidupan masyarakat.
Mereka hadir mendampingi, mendengar, sekaligus mencarikan solusi di lapangan.
Peran inilah yang ditegaskan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tenaga Pendamping Profesional Desa di Pendopo Brebes, Jumat (6/2/2026).
Paramitha menyampaikan, tenaga pendamping profesional memegang peran strategis sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil masyarakat desa.
Baca juga: Pisah Sambut Dandim, Bupati Paramitha: Jejak Pengabdian dan Harapan Baru untuk Brebes
• Pesta Siaga di Brebes, Bupati Paramitha Ingin Pramuka Tumbuh sebagai Pribadi yang Ceria dan Berani
Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak akan tercapai tanpa pendampingan yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Rakor ini memiliki makna yang sangat penting. Para pendamping desa adalah penghubung antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan nyata masyarakat."
"Keberhasilan pembangunan desa sangat ditentukan oleh kualitas pendampingan yang diberikan,” ujarnya.
Paramitha juga menyadari bahwa beban kerja para pendamping desa tidaklah ringan.
Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya penguatan sinergi, komunikasi, dan koordinasi agar setiap program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Pendamping desa harus hadir tidak hanya sebagai pelaksana administrasi, tetapi juga sebagai mitra desa yang aktif, responsif, dan solutif terhadap berbagai permasalahan yang ada,” tegasnya.
Lebih lanjut, Paramitha menegaskan komitmen Pemkab Brebes untuk terus mendorong terwujudnya desa-desa yang mandiri, maju, dan berkelanjutan.
Dia mengajak seluruh Tenaga Pendamping Profesional untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu beradaptasi dengan dinamika pembangunan yang terus berkembang.
“Mari perkuat kerja sama dengan pemerintah desa demi kepentingan masyarakat luas."
"Jadilah pendamping yang membawa perubahan positif bagi kemajuan Kabupaten Brebes,” pungkasnya.
Baca juga: Percepat Respons Kemanusiaan, Pemkab Brebes Luncurkan 13 Pos Damkar dan 141 Relawan
• Dari Atap Bocor ke Kelas Digital, Beresi Sekolah dan PID Bangkitkan Harapan Warga Sekolah di Brebes
Kepala Dinpermades Kabupaten Brebes, Subagyo menyampaikan apresiasi atas dedikasi Tenaga Pendamping Profesional (TPP) yang telah mengabdi selama enam tahun terakhir di Kabupaten Brebes.
Dia menjelaskan, saat ini terdapat 104 personel TPP yang terdiri atas 4 Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat di tingkat kabupaten sebagai koordinator strategis, 39 Pendamping Desa di tingkat kecamatan untuk sinkronisasi program.
Serta, 61 Pendamping Lokal Desa (PLD) yang bertugas langsung di desa dengan cakupan 3 hingga 4 desa setiap pendamping.
Meski memiliki pembagian peran yang berbeda, Subagyo menegaskan seluruh pendamping memiliki satu visi yang sama, yakni mendukung penuh program kerja Bupati Brebes demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Komitmen teman-teman pendamping sangat jelas, yaitu siap menyukseskan program kerja Bupati demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Brebes,” tuturnya.
Subagyo juga berterima kasih atas dedikasi para pendamping yang selama lebih dari setengah dekade telah menjadi tulang punggung Dinpermades dalam menjalankan tugas-tugas pendampingan di lapangan.
“Tanpa bantuan rekan-rekan sekalian, saya yakin tugas-tugas kedinasan tidak akan terlaksana secara maksimal,” pungkasnya. (*)