TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bima - Ketika cemburu buta tak mampu lagi diredam hingga akhirnya berujung maut. Hal itu yang terjadi pada pasangan suami istri di Kota Bima, NTB.
Akibat cemburu buta, seorang suami bernama Furkan nekat menghabisi nyawa istrinya, inisial SR (39).
Amarah yang memuncak membuat Furkan secara brutal menusuk mata istrinya berulang kali, hingga korban tewas bersimbah darah.
Tindakan yang dilakukan pria yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bima, NTB itu, terjadi tepatnya di satu rumah kos di belakang SMA Negeri 3 Kota Bima, NTB pada Senin (13/10/2025).
Cemburu buta adalah perasaan cemburu yang berlebihan dan tidak rasional, sehingga seseorang kehilangan kendali emosi dan logika, sering disertai kecurigaan tanpa bukti.
Baca juga: Motif Suami di Lebong Tega Bunuh Istrinya yang Sedang Mengandung, Sakit Hati
Dikutip Tribunlampung.co.id dari Tribunnews.com, tragedi itu terjadi bermula saat sang istri hendak beristirahat siang.
Kasi Humas Polres Kota Bima, Ipda Baiq Fitria Ningsih menjelaskan, pertengkaran itu diduga dipicu rasa cemburu.
"Sebelum peristiwa maut itu terjadi, keduanya sempat terlibat cekcok di dalam kamar kosnya," katanya.
Ia marah setelah mengetahui sang istri sering berkomunikasi melalui telepon dengan pria lain.
Emosi Furkan yang memuncak membuatnya kehilangan kendali.
Ia kemudian melakukan tindakan keji dengan menyerang istrinya secara brutal.
Furkan lalu menusuk mata kiri korban menggunakan tangan kirinya sebanyak lima kali.
"Korban meninggal dunia di tempat kejadian," tutur Fitri.
Beberapa saksi mata di sekitar lokasi mengaku mendengar suara keributan dari kamar kos, tetapi tak menyangka akan berakhir dengan tragedi.
"Warga setempat dengar suara ribut, tapi tidak tahu kalau sampai terjadi pembunuhan. Setelah sepi, baru warga tahu ada yang meninggal," dalam keterangan warga.
Setelah melakukan aksinya, Furkan tidak melarikan diri.
Dengan wajah dingin, ia langsung mendatangi Kantor Satreskrim Polres Bima Kota untuk menyerahkan diri dan mengakui perbuatannya.
Petugas yang menerima laporan segera mengamankan pelaku dan mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Pelaku sudah menyerahkan diri dan kini dalam proses pemeriksaan intensif. Kami masih mendalami motif sebenarnya di balik tindakan pelaku, meski dugaan awal karena faktor cemburu," katanya.
Jenazah korban dievakuasi ke RSUD Bima untuk dilakukan visum et repertum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Furkan bekerja sebagai bendahara di Kelurahan Rabadompu Barat.
Kelurahan Rabadompu Barat terletak di Kecamatan Raba, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Selama ini dia dikenal baik oleh rekan-rekan kerjanya.
Mereka tak percaya, Furkan yang selama ini dikenal baik, menjadi pelaku pembunuhan istri.
"Ya kejadian itu benar, namun hingga saat ini belum kami mengetahui apa penyebabnya," kata Lurah Rabadompu Barat, Sudirman mengutip Tribun Lombok, Selasa (14/10/2025).
Sudirman mengaku beberapa hari sebelum kejadian tidak ada tanda-tanda mencurigakan dari perilaku Furkan.
"Semua kami tidak percaya dia bisa lakukan seperti ini, karena sehari-hari kami lihat tidak ada permasalahan di diri Furkan," tutur Sudirman.
Sudirman belum mengetahui secara pasti penyebab pembunuhan tersebut, meski dirinya bersama rekan-rekan kantor telah menjenguk Furkan di tahanan.
"Tadi kami ke sana menjenguknya bersama semua kantor, dan saya tidak sempat karena ramai orang, untuk menanyakan apa penyebabnya sampai membunuh istrinya itu," jelas Sudirman.
Sudirman menambahkan, selama ini ia tidak mengetahui adanya permasalahan rumah tangga antara pelaku dan istrinya.
Di lingkungan kantor, Furkan dikenal sebagai pribadi yang baik dan profesional.
"Meskipun dia seorang bendahara di kantor, tapi pelaku ini tidak pernah cekcok dengan temannya di sini, jadi kita tidak percaya dia melakukan pembunuhan," jelas Sudirman.
Ia mengaku pelaku sering mencurahkan isi hatinya terkait persoalan utang piutang. Namun Sudirman merasa tidak yakin motif pembunuhan berkaitan dengan hal tersebut.
"Saya berpikir tidak mungkin gara-gara utang, mungkin ada persoalan lain kayaknya," ujarnya.
Menurut Sudirman, Furkan memiliki 4 orang anak hasil pernikahannya dengan MR.
Kini keempat anak tersebut kehilangan sosok ibu mereka.
"Dia (Furkan) punya anak empat orang, dan termasuk korban maupun pelaku itu juga masih ada ikat keluarga, juga saya berkeluarga dengan korban dan pelaku, karena kita satu kompleks di sini," kata Sudirman.