TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung – Hindrajaja alias H (61), yang ditemukan tewas dalam kamar kos di kawasan Jalan Untung Suropati, Bandar Lampung, Lampung, diduga menjadi korban pembunuhan.
Dugaan tersebut disampaikan warga sekitar tempat kos warga Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten tersebut.
Menurut warga, sebelum Hindrajaja ditemukan tewas, kerap terlihat sejumlah orang tak dikenal keluar-masuk kos itu.
Hindrajaja ditemukan tewas dalam kondisi tertutup plastik di kamar kos nomor 1 Pondok Inap Kos Trijo yang berlokasi di Jalan Untung Suropati, Kelurahan Labuhan Ratu Raya, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Pembunuhan adalah perbuatan menghilangkan nyawa orang lain secara melawan hukum, baik dilakukan dengan sengaja maupun karena kelalaian, tergantung unsur dan niat pelakunya.
Baca juga: Hindrajaja Baru 2 Hari Tempati Kos di Bandar Lampung, Tewas Terbungkus Plastik
Seorang warga, yang merupakan pemilik bengkel motor di depan indekos, Agus Sutiyono, menduga korban meninggal akibat dibunuh.
Menurutnya, kondisi kamar terlihat berantakan dan tangan korban seperti terikat ke belakang.
“Korban ditutup plastik di bagian wajah dan kondisi tempat tidur acak-acakan. Kami menduga korban dibunuh,” ujar Agus, saat diwawancarai, Minggu (8/2/2026).
Agus juga menyebutkan, indekos tersebut menyewakan 8 kamar dengan sistem harian hingga tahunan.
Agus juga mengungkapkan, jika sebelumnya kerap terlihat keluar-masuk orang tak dikenal di indekos tersebut.
Sementara itu, seorang penghuni kos, Anas (23) mengungkapkan, korban diduga mengalami masalah keuangan saat pertama kali masuk indekos.
Berdasarkan informasi dari pengelola, kata Anas, korban mengaku hanya membawa uang sekitar Rp200 ribu dan sempat mengaku menjadi korban kecopetan.
Menurut Anas, korban masuk ke kamar kos pada Kamis siang dan seharusnya keluar pada Jumat.
Namun, saat kamar diketuk, tidak ada respons dari dalam.
“Karena curiga, saya melihat dari ventilasi dan terlihat ada sepatu di dalam. Saat pintu dibuka dengan kunci cadangan, ternyata tidak bisa dibuka,” ujarnya.
Anas kemudian mengintip menggunakan kamera ponsel melalui celah dan melihat kaki korban, dalam kondisi lampu kamar padam serta adanya plastik.
Awalnya ia berpikir positif, hingga akhirnya kamar didobrak dan korban ditemukan sudah meninggal dunia.
Di sisi lain, Satreskrim Polresta Bandar Lampung menemukan luka lebam di bagian wajah korban, yang jasadnya ditemukan dalam kondisi terbungkus plastik dan dilakban.
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Gigih Andri Putranto mengatakan temuan luka lebam tersebut masih didalami untuk memastikan penyebab kematian korban.
“Memang ditemukan luka lebam di bagian wajah. Namun, apakah korban meninggal akibat penganiayaan atau sebab lain, kami masih menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik,” ujar Gigih saat dihubungi Tribunlampung.co.id, Minggu (8/2/2026).
Gigih menambahkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan metode Scientific Crime Investigation (SCI) serta memperdalam keterangan para saksi.
Hingga kini, di lokasi kejadian tidak ditemukan kamera pengawas (CCTV).
“Korban berada di kamar sendirian. Kami mengimbau agar tidak ada asumsi liar, karena proses penyelidikan masih berjalan,” tegasnya.
Hingga kini, Polresta Bandar Lampung masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Sebelumnya, terungkap Hindrajaja ternyata baru 2 hari menempati kamar kos di Bandar Lampung.
Ia ditemukan tewas dalam kondisi tertutup plastik di kamar kos nomor 1 Pondok Inap Kos Trijo yang berlokasi di Jalan Untung Suropati, Kelurahan Labuhan Ratu Raya, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Penemuan jenazah itu pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Satreskrim Polresta Bandar Lampung bersama Polsek Kedaton langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Proses penyelidikan juga melibatkan Tim Jatanras Polda Lampung guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih, membenarkan adanya penemuan jenazah pria di kamar indekos tersebut.
Ia mengatakan, berdasarkan keterangan sementara dari pemilik kos, korban diketahui baru menempati kamar tersebut sejak Kamis (5/2/2026).
"Iya, menurut informasi dari pemilik kos, korban baru masuk hari Kamis kemarin," ujar Kompol Gigih, saat diwawancarai di lokasi, Sabtu (7/2/2026).
Terkait identitas korban, termasuk apakah korban merupakan warga Kota Bandar Lampung, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
"Kami masih menyelidiki. Kami akan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi untuk memastikan apakah korban merupakan warga Bandar Lampung atau bukan," katanya.
Kompol Gigih juga memastikan bahwa selama menempati kamar kos tersebut, korban diketahui tinggal seorang diri.
"Iya, korban tinggal sendiri di kamar kos," jelasnya.
Saat ditanya mengenai kondisi korban saat ditemukan, termasuk informasi adanya dugaan kepala korban terlilit lakban dan tertutup plastik, Kompol Gigih belum dapat memberikan kepastian.
Ia menyebutkan bahwa pihaknya masih mendalami seluruh temuan di lokasi guna memastikan apakah peristiwa tersebut merupakan kasus bunuh diri atau tindak pidana pembunuhan.
"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan apakah korban meninggal karena bunuh diri atau merupakan korban tindak pidana," ungkapnya.
Guna memastikan penyebab kematian korban, jenazah telah dievakuasi ke RSUD Abdul Moeloek, Bandar Lampung, untuk menjalani visum luar.
"Sementara jenazah kami bawa ke RSUD Abdul Moeloek untuk dilakukan visum luar, guna mengetahui apakah korban merupakan korban pembunuhan atau bukan," tambah Kompol Gigih.
Berdasarkan pantauan Tribunlampung.co.id di lokasi kejadian, Tim Inafis Polresta Bandar Lampung tampak melakukan olah TKP secara menyeluruh di dalam kamar kos korban.
Sejumlah barang bukti turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
Barang bukti yang diamankan di antaranya sebuah kotak sampah yang berada di dalam kamar, tas milik korban, serta beberapa sisa bungkus makanan.
Seluruh barang bukti tersebut dimasukkan ke dalam plastik khusus untuk selanjutnya diperiksa lebih lanjut oleh penyidik.
Sementara itu, menurut keterangan warga sekitar, jenazah korban pertama kali ditemukan pada Senin siang sekitar pukul 13.30 WIB.
Warga yang curiga kemudian melaporkan temuan tersebut ke pihak kepolisian.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus / Bayu Saputra )