SURYA.CO.ID, JOMBANG - Kecelakaan maut terjadi di ruas jalan Tol Jombang-Mojokerto pada pada Minggu (8/2/2026) dini hari.
Kecelakaan yang melibatkan dua truk itu tepatnya terjadi di KM 686+600 jalur B arah barat Tol Jombang-Mojokerto, wilayah Kecamatan Tembelang, sekitar pukul 03.15 WIB.
Kecelakaan ini melibatkan sebuah truk box Isuzu dan truk tronton Mitsubishi yang mengangkut muatan kayu triplek.
Dugaan awal, kecelakaan dipicu kelalaian pengemudi truk box yang tidak mampu mengantisipasi laju kendaraan di depannya.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Jombang: Daihatsu Raize Adu Banteng Lawan Truk, Satu Orang Tewas
Informasi yang diperoleh SURYA.CO.ID menyebutkan, truk tronton saat itu melaju stabil di lajur kiri dengan kecepatan kurang lebih 60 kilometer per jam, menempuh perjalanan dari Lumajang menuju Batang.
Namun secara tiba-tiba, kendaraan tersebut dihantam dari belakang oleh truk box yang melaju searah.
Kepala Departemen Operasional Astra Infratoll Jomo, Zanuar Firmanto, mengatakan, benturan keras mengakibatkan kondisi truk box rusak parah.
Seorang penumpangnya, remaja berusia 18 tahun asal Bekasi, dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Sementara pengemudi truk box, pria 31 tahun asal Cikarang, mengalami luka berat berupa cedera dada dan patah tulang pada kaki kiri. Korban selamat segera dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Jombang untuk mendapatkan perawatan intensif," ucapnya dalam keterangan yang diterima surya.co.id pada Minggu (8/2/2026).
Di sisi lain, sopir dan kernet truk tronton dilaporkan tidak mengalami cedera.
Kedua kendaraan akhirnya berhenti di antara bahu jalan dan lajur kiri dengan posisi menghadap ke arah barat.
Baca juga: Kecelakaan Mobil Mitsubishi Pajero di Jalan Tol Jombang Mojokerto, Terguling Saat Hujan Deras
Tak lama setelah kejadian, petugas kepolisian, pengelola tol, ambulans, unit penyelamat, serta derek diterjunkan ke lokasi.
Proses evakuasi korban dan kendaraan berlangsung kondusif, sehingga arus lalu lintas dapat kembali normal.
"Selain menelan korban jiwa, kecelakaan tersebut juga menyebabkan kerusakan infrastruktur tol. Sedikitnya enam tiang pengaman jalan (guardrail) dilaporkan mengalami kerusakan akibat benturan," katanya.
Kasus kecelakaan ini kini dalam penanganan Unit Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jawa Timur bersama Satlantas Polres Jombang.
Seluruh barang bukti telah diamankan guna keperluan penyelidikan.
Sebagai langkah pencegahan, pengelola tol kembali mengingatkan para pengendara.
"Khususnya sopir kendaraan berat, untuk memastikan kondisi tubuh tetap fit dan beristirahat cukup sebelum melanjutkan perjalanan, terutama saat melintas pada jam rawan dini hari," pungkasnya.