Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Petrus Chrisantus Gonsales
TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO - Di tengah keriuhan warga yang sedang mempersiapkan peluncuran perahu baru, tampak sosok berseragam cokelat yang sudah tidak asing lagi bagi warga setempat, yakni AIPDA Yunus, Bhabinkamtibmas Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
Kehadiran personel Polsek Komodo, Polres Manggarai Barat ini bukan sekadar menjalankan tugas formal operasional kepolisian (DDS/Sambang), melainkan untuk menyatu dengan kearifan lokal masyarakat pesisir.
AIPDA Yunus kepada TribunFlores.com, Minggu (8/2/2026) menceritakan kehadirannya mendampingi Samsudin dan keluarga dalam acara doa syukuran atas rampungnya pembuatan sebuah perahu nelayan.
Momen puncaknya terjadi saat warga secara bahu-membahu melakukan ritual "turun kapal", yakni menarik perahu dari daratan menuju air laut.
Baca juga: Uskup Timika Mgr Bernardus Bofitwos Tiba di Larantuka Jelang Pentahbisan Uskup Baru
Di sela-sela kegiatan tersebut, AIPDA Yunus memberikan edukasi penting mengenai pelestarian lingkungan dan keselamatan laut kepada para nelayan.
"Saya mengajak bapak-bapak semua untuk terus menjaga silaturahmi dan kekompakan. Golo Mori ini adalah rumah kita, mari kita jaga keamanan bersama," ujar AIPDA Yunus di hadapan warga RT 06 Dusun Lenteng.
Sebagai desa yang kini mulai dilirik wisatawan, AIPDA Yunus menekankan pentingnya menjaga kebersihan pantai. Namun, pesan yang paling mendalam adalah mengenai kelestarian ekosistem bawah laut.
"Laut adalah sumber rezeki kita. Saya minta dengan sangat, hindari menangkap ikan dengan cara-cara yang merusak terumbu karang. Jika karang rusak, ikan tidak punya tempat tinggal, dan masa depan anak cucu kita yang terancam. Jika melihat ada rekan nelayan lain yang khilaf, tolong diingatkan dengan cara yang baik," jelasnya dengan nada persuasif.
Mengingat kondisi cuaca yang sering tidak menentu, ia juga mengingatkan para nelayan untuk selalu waspada.
"Keselamatan diri tetap nomor satu. Kalau cuaca buruk, jangan dipaksakan melaut. Lebih baik kita bersabar daripada terjadi hal yang tidak diinginkan di tengah laut," tegas Pak Bhabin sapaan akrabnya.
Pada kesempatan itu, Bapak Samsudin, pemilik perahu, menyatakan apresiasinya atas kehadiran pihak kepolisian dalam momen penting bagi keluarganya tersebut.
"Kami merasa senang Bapak Bhabin mau datang dan ikut membantu menarik perahu kami. Petuah-petuah beliau sangat bermanfaat untuk kami para nelayan di sini," ungkapnya singkat.
Langkah persuasif AIPDA Yunus ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat, pembimbing, dan pelindung lingkungan demi terciptanya kamtibmas yang berkelanjutan. (moa)