TRIBUN-MEDAN.com - Kisah cinta pasangan dengan latar belakang yang berbeda kembali viral dan menyita perhatian publik.
Seorang wanita cantik asal Afrika membawa mas kawin bernilai fantastis untuk melamar seorang pria desa.
Namun, niat baiknya itu mendapat penolakan keras dari pihak keluarga pria.
Dikutip dari Sanook, Minggu (8/2/2026), kisah ini menyoroti perjalanan cinta antara Harald Hilal dan Jiao Guo.
Harald Hilal diketahui lahir dan dibesarkan di Aljazair.
Ia digambarkan sebagai perempuan dengan paras yang cantik, memiliki mata besar, hidung mancung, kulit putih, serta rambut hitam panjang yang indah.
Ia tumbuh dalam keluarga yang berkecukupan dan memperoleh pendidikan yang baik sejak usia dini.
Setelah menyelesaikan pendidikannya, Harald bekerja di sebuah perusahaan perdagangan internasional.
Di tempat kerja inilah Harald bertemu dengan Jiao Guo, pria yang kemudian menjadi suaminya.
Jiao Guo merupakan mahasiswa asing yang datang ke Aljazair untuk menempuh pendidikan.
Ia berasal dari keluarga petani dengan kondisi ekonomi yang tergolong sederhana.
Secara penampilan, Jiao Guo disebut memiliki wajah biasa, bertubuh agak gemuk, dan berkulit sedikit gelap.
Dari segi latar belakang maupun penampilan, banyak orang menilai keduanya sangat berbeda.
Perbedaan yang mencolok tersebut membuat hubungan mereka tidak mendapatkan restu dari kedua belah pihak keluarga.
Banyak orang di sekitar mereka yang merasa hubungan tersebut tidak sepadan dan meragukan masa depan pasangan ini.
Meski demikian, Harald dan Jiao Guo tetap berjuang mempertahankan cinta mereka dan bertekad untuk membangun kehidupan bersama.
Pada akhirnya, pasangan ini berhasil melangsungkan pernikahan.
Dalam pernikahan tersebut, pihak perempuan membawa mas kawin dengan nilai yang sangat besar, yakni lebih dari 20 juta yua.
Jumlah tersebut menarik perhatian publik dan memicu berbagai komentar di masyarakat.
Tidak sedikit pihak yang meragukan ketulusan hubungan mereka dan memprediksi bahwa pernikahan tersebut tidak akan bertahan lama.
Namun, pasangan ini kemudian membuktikan bahwa anggapan tersebut keliru.
Salah satu bukti nyata dari cinta dan komitmen mereka terlihat melalui kelahiran seorang putri.
Anak perempuan mereka lahir pada bulan Mei lalu dan menjadi simbol kebahagiaan sekaligus kekuatan keluarga kecil tersebut.
Putri pasangan ini digambarkan memiliki kulit putih, mata besar, hidung mancung, serta bibir mungil.
Kecantikan bayi tersebut menuai banyak pujian dari orang-orang di sekitar mereka.
Banyak yang menyebut sang anak sebagai buah cinta dari kedua orang tuanya.
Saat ini, meski pasangan tersebut disibukkan dengan peran baru sebagai orang tua, mereka menjalani kehidupan keluarga dengan penuh cinta dan kebahagiaan.
Jika menilik kembali ke masa awal hubungan mereka, penolakan dari pihak keluarga pria ternyata didasari oleh kekhawatiran tertentu.
Keluarga Jiao Guo disebut tidak menyetujui hubungan tersebut karena takut cucu mereka akan memiliki kulit gelap seperti sang ibu yang berasal dari Afrika.
Kekhawatiran ini muncul akibat kesalahpahaman yang masih banyak diyakini, bahwa semua orang Afrika memiliki kulit gelap.
Seiring berjalannya waktu, pandangan tersebut perlahan berubah.
Setelah keluarga pihak pria melihat secara langsung penampilan dan kecantikan Harald, sikap mereka mulai melunak.
Penolakan yang semula kuat pun akhirnya berganti menjadi penerimaan, hingga Harald diterima sebagai menantu dalam keluarga tersebut.
(cr31/tribun-medan.com)