TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PROBOLINGGO - Akibat banjir yang sering terjadi membuat salah satu jembatan di Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur nyaris ambruk.
Jembatan itu berada Desa Sumberkatimoho sudah diketahui sejak 4 hari lalu atau sejak hari Kamis (5/2/2026). Sehingga masyarakat dan pemerintah desa setempat, menutup jembatan sementara agar tidak dilintasi.
Kondisi jembatan dengan panjang 32 meter tersebut mengalami retakan parah di setiap bagian ujung dan penurunan struktur di bagian tengah.
Baca juga: Pengolahan Sampah Sirkular Modern TPS3R Balak Banyuwangi, Mampu Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Pabrik
Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sumberkatimoho, Musidin mengatakan, setelah menerima informasi dari masyarakat, pihaknya langsung mengambil keputusan menutup jembatan agar tidak dilintasi.
"Sekarang dipasang bambu sebagai penyanggah saja. Jadi sekarang kondisi nya hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki saja. Kalau kendaraan sudah tidak bisa karena sangat mengkhawatirkan," kata Musidin, Minggu (8/2/2026).
"Mulai ditutup itu hari Jum'at kemarin, awalnya bisa dilintasi roda dua saja. Tapi karena makin parah, sehingga kami tutup total dan langsung berkoordinasi dengan Dinas terkait," imbuhnya.
Keputusan membuat jembatan bambu, lanjut Mudisin, itu diambil demi memastikan aktivitas pendidikan anak-anak sekolah tidak terganggu total.
"Untuk saat ini kita buat jembatan alternatif biar anak-anak yang sekolah SMP, yang sekolah MTs itu bisa berjalan dengan biasanya," ujar Musidin.
Jembatan tersebut, menurut Musidin, merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Widoro dan Kedungcaluk menuju Desa Karangren serta Desa Seboro.
"Ini akses utama warga. Sebenarnya bisa lewat jalan pintas lainnya, tapi jauh dan haru muter-muter dari Kecamatan Kraksaan. Jadi sambil lalu menunggu perbaikan, kita buat alternatif dulu," pungkasnya.
(Ahsan Faradisi/TribunJatimTimur.com)