Aksi Brutal Antar Pelajar, Satu Orang Terkena Siraman Air Keras, Alami Cedera Mata
M.Risman Noor February 08, 2026 06:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Naas bagi satu pelajar yang mengalami cedera mata akibat aksi brutal sesama antar pelajar di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Cedera mata dialami salah satu pelajar akibat tersiram air keras hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (6/2/2026) kini Polres Metro Jakarta Pusat karena melibatkan anak di bawah umur.

Sementara polisi terus menelusuri identitas pelaku melalui keterangan saksi dan rekaman video yang viral di media sosial.

Baca juga: Digadang Bebas Jelang Ramadhan 2026, Kondisi Musisi Kawakan Fariz RM di Balik Sel Penjara Dibeberkan

Baca juga: Murka Lihat Ayahnya dengan Wanita Lain, Anak Bakar Rumah Orangtuanya, Adiknya Diusir Usai Menegur

Pelajar SMK yang menjadi menjadi korban penyiraman air keras kini sudah diperbolehkan pulang setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, korban sempat dirawat di salah satu rumah sakit. Namun kini kondisi korban sudah diperbolehkan pulang ke rumah.

"Untuk korban sendiri ada luka dan cedera di bagian mata yang sempat ditangani di rumah sakit, tetapi saat ini sudah kembali ke rumah," kata AKBP Roby Heri Saputra dikutip Kompas.com pada Minggu (8/2/2026). 

Roby mengatakan kerjadian tersebut pertama kali dilaporkan oleh orangtua korban ke Polsek Cempaka Putih.

Kemudian dilimpah ke Polres Metro Jakarta Pusat lantaran melibatkan anak di bawah umur.

"Karena ini perkara yang melibatkan kemungkinan dari pelaku maupun korban adalah anak-anak di bawah umur, sehingga diterima oleh Polres Jakpus dan ditangani oleh satuan PPA,” kata Roby.

Hingga saat ini polisi belum memeriksa korban lantaran kondisi masih belum siap secara psikologis untuk dimintai keterangan.

Namun, kata dia, polisi telah melakukan penyelidikan, salah satunya melalui video yang beredar di media sosial.

Baca juga: Kondisi Taman Kelayan Banjarmasin Memprihatinkan, Warga Keluhkan Minimnya Sentuhan Perawatan

"Kami juga sudah mengetahui baik itu identitas, kemungkinan dari pelaku baik itu kendaraannya atau pelakunya sendiri," jelas dia.

Adapun dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa dua orang saksi. “Untuk saat ini yang baru ditangani ada dua saksi dari laporan polisi tersebut,” kata Roby.

Diketahui, dalam video yang diunggah akun Instagram @baehaqi, tampak siswa-siswa berseragam sekolah melakukan bonceng tiga naik motor.

Mereka sempat berhenti di pinggir jalan. Ketiganya lantas melewati jalan raya. Saat berpapasan dengan siswa-siswa lain yang juga sedang melakukan bonceng tiga dari arah berlawanan, tiga siswa tersebut menyiram cairan.

Cairan yang disiramkan mengenai siswa-siswa tersebut. Disebutkan dalam unggahan bahwa satu orang siswa yang terkena air keras mengalami cedera di bagian mata.

Saat ini ia sedang mendapat penanganan medis. Siswa lainnya selamat karena air keras hanya mengenai bajunya.

Baca juga: Ajakan Berhubungan Badan Ditolak, Suami Tendang dan Cekik Istri Sampai Tewas, Padahal Pengantin Baru

Berebut Cewek

Kisah klasik berupa dua lelaki berkelahi demi seorang cewek, ternyata masih terjadi di era saat ini.

Kejadiannya Kecamatan Plaju, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan,  Kamis (5/1/2026) sore sekitar pukul 17.30 WIB. 

Berawal dari personel Polrestabes Palembang yang amankan sejumlah pelajar di Jalan Padi Jaya, Kelurahan Plaju Darat.

Polisi menduga para pelajar itu akan lakukan aksi tawuran 

Tapi, ketika petugas mendatangi TKP (tempat kejadian perkara), ternyata belasan remaja tersebut menonton dua orang temannya satu sekolah sedang duel.

Disebutkan, persaingan asmara memicu perkelahian serius antara dua siswa tersebut. 

Duel melibatkan MG dan teman sekelasnya, ARF (18).

Menurut informasi yang dihimpun Sripoku.com, perkelahian bermula ketika ARF dan MG  bertemu di warung seusai pulang sekolah.

"Ternyata MG merasa tersinggung dengan perkataan terlapor kepada pacarnya," ujar seorang saksi.

Dalam duel itu, ARF menendang muka MG hingga terjatuh dan mengalami kejang-kejang.

Teman-teman yang menyaksikan perkelahian langsung membawa MG ke Puskesmas Tegal Binangun untuk mendapatkan pertolongan medis.

Baca juga: Kondisi Korban Kecelakaan Bus Elf di Tahura Mandiangin Banjar, Alami Luka Ringan Hingga Patah Kaki

Beruntung, korban hanya mengalami luka ringan dan saat ini masih dalam pengawasan tenaga medis.

Persaingan Asmara

Menindaklanjuti laporan warga, Bhabinkamtibmas, piket fungsi, dan piket Reskrim Polsek Plaju langsung mendatangi lokasi kejadian dan Puskesmas.

Terlapor dibawa ke Polrestabes Palembang, sementara 11 pelajar lainnya diperiksa sebagai saksi.

Kapolsek Plaju, AKP Sutioso, membenarkan kejadian ini.

"Ya benar adanya, ketika kami mendapati laporan dari warga, anggota langsung mendatangi TKP, melakukan olah TKP, mengambil keterangan saksi-saksi, dan membawa korban ke rumah sakit," ujarnya kepada Sripoku.com.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP M Jepi , menegaskan bahwa perkelahian akibat persaingan asmara tidak bisa ditoleransi.

Dia mengimbau para pelajar untuk menghindari tawuran atau perkelahian

Juga meminta pihak sekolah dan orangtua untuk lebih memperhatikan siswa baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

"Perhatian orang tua sangat penting. Jangan sampai anak-anak ikut nongkrong atau terlibat tawuran. Masa depan mereka masih panjang, apalagi kita sudah mendekati bulan suci Ramadhan," kata AKBP M Jepi.

Dia juga mengingatkan, kepolisian akan menindak tegas jika masih terjadi aksi tawuran atau perkelahian di kalangan pelajar.

"Ini bagian dari upaya kami untuk menjaga Palembang tetap aman dan kondusif," ujarnya.

(Sripoku.com/kompas.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.