Defisit Neraca Perdagangan Maluku Tembus US 303,44 Juta di 2025, Impor Migas Dominan
Ode Alfin Risanto February 08, 2026 07:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Maluku masih mencatat kinerja neraca perdagangan yang belum menggembirakan.

Sepanjang Januari hingga Desember 2025, neraca perdagangan Maluku mengalami defisit US$303,44 juta.

Baca juga: Wali Kota Ambon Hadiri Sidang ke-44 Jemaat GPM Silo, Tekankan Ketahanan Pangan hingga Lingkungan

Baca juga: Sidang Tipikor PT. Tanimbar Energi Rp. 6,2 Miliar Buka Fakta Tata Kelola BUMD yang Rapuh

Kondisi ini terutama dipicu oleh masih besarnya defisit pada sektor minyak dan gas (migas).

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku pada awal Februari 2026, sektor non migas justru mencatat surplus US$40,99, namun belum mampu menutup defisit sektor migas yang mencapai US$344,43 juta.

Tekanan serupa juga terjadi pada Desember 2025, ketika neraca perdagangan Maluku mengalami defisit US$37,28 juta.

Defisit bulanan ini terbentuk dari  sektor migas yang mengalami defisit US$42,97 juta dan sektor nonmigas tercatat surplus hanya US$5,68 juta.

Tak hanya dari sisi nilai, neraca perdagangan Maluku juga tertekan dari sisi volume.

Selama Januari–Desember 2025, Maluku mengalami defisit volume perdagangan sebesar 499,51 ribu ton.

Defisit ini berasal dari sektor migas yang minus 504,22 ribu ton, meski sekor non migas masih mencatat surplus 4,71 ribu ton.

Pada Desember 2025, defisit volume perdagangan tercatat sebesar 48,71 ribu ton.

Kali ini defisit berasal dari sektor migas sebesar migas sebesar 49,81 ribu ton dan sektor nonmigas yang juga mengalami defisit 1,10 ribu ton.

Jika dibandingkan periode sebelumnya, kondisi ini bukanlah hal baru.

Sejak Januari hingga Desember 2024, Maluku juga tercatat mengalami defisit sebesar US$ 398,34 juta.

Menurutnya, defisit neraca perdagangan ini disebabkan masih tingginya impor barang dari luar negeri yang didominasi oleh sektor migas.

Di sisi lain, kinerja ekspor migas belum mampu mengimbangi besarnya impor tersebut.

Tercatat ekspor migas Maluku selama Januari hingga Desember 2024, hanya sebesar US$ 23,29 juta.

Sedangkan impor migas dari luar negeri mencapai US$ 445,82 juta.

Ini masih menunjukkan ketergantungan Maluku terhadap terhadap impor migas masih sangat tinggi dan menjadi faktor utama penekanan neraca perdagangan daerah. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.