TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memastikan harga bahan pokok di pasaran masih berada dalam kondisi normal menjelang bulan suci Ramadan. Ketersediaan pasokan dinilai aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga memasuki bulan puasa. Hal ini seiring dengan langkah antisipatif yang terus dilakukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama unsur terkait.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda mengatakan berdasarkan hasil pemantauan TPID, pergerakan harga sejumlah komoditas utama masih relatif stabil. Khususnya untuk komoditas beras, minyak goreng, gula, cabai, bawang merah dan kebutuhan pokok lainnya. Tidak ditemukan lonjakan harga yang signifikan, baik di tingkat pedagang eceran maupun distributor.
"Sejauh ini harga bahan pokok memang masih normal. Ketersediaan pasokan juga masih aman sampai dengan bulan puasa, Insya Allah masih aman," kata Hefi Nuranda, Kamis (5/2).
Hefi Nuranda mengakui, walaupun kondisi harga dan pasokan terpantau stabil, pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan. Hal ini mengingat menjelang Ramadan biasanya terjadi peningkatan konsumsi masyarakat. Tentunya berpotensi memicu kenaikan harga apabila tidak diimbangi dengan pasokan yang memadai.
Sebagai langkah mitigasi, TPID Kabupaten Bangka Selatan telah menyiapkan agenda inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar tradisional. Sidak direncanakan akan dilakukan pada pekan depan, menjelang awal bulan Ramadan. Dengan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
"Sebagai bentuk mitigasi lonjakan harga bahan pokok, Insya Allah minggu depan menjelang bulan Ramadan TPID akan melakukan sidak ke pasar-pasar," ujarnya.
Sidak tersebut bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan pokok di tingkat pedagang. Selain pasar tradisional, TPID juga akan menyasar distributor dan pemasok utama. Guna memastikan stok barang mencukupi serta tidak terjadi penimbunan yang dapat memicu kelangkaan di pasaran.
"Dalam sidak itu kami juga akan memastikan ketersediaan pasokan, termasuk di distributor. Kegiatan ini dilakukan bersama Forkopimda," sebutnya.
Selain sidak pasar, TPID juga terus melakukan pemantauan harga secara rutin melalui laporan lapangan dan koordinasi lintas sektor. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan apabila ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar. Pemerintah daerah turut mengimbau para pelaku usaha dan distributor agar menjaga distribusi barang secara lancar serta mematuhi ketentuan yang berlaku.
"Upaya pengendalian inflasi ini diharapkan dapat memberikan rasa tenang bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus menjaga daya beli agar tetap stabil selama Ramadan," pungkas Hefi Nuranda. (u1)