Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Universitas Lampung ( Unila ) berencana menerima sekitar 9.000 mahasiswa baru (maba) pada tahun akademik 2026.
Koordinator Humas Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unila, M Komarudin, mengatakan bahwa dari total tersebut, sekitar 2.996 mahasiswa akan diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.
Sisanya akan diterima melalui jalur seleksi lainnya.
“Secara akumulasi mahasiswa baru yang akan diterima sekitar 9.000 orang. Pendaftaran siswa eligible berlangsung pada 14–28 Februari 2026, dan pengumuman hasil pada 26 Maret 2026,” ujar Komarudin saat dihubungi, Minggu (8/2/2025).
Berdasarkan data tahun 2025, terdapat lima program studi (prodi) dengan jumlah peminat tertinggi adalah Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) 1.616 peminat, farmasi 1.369 peminat, ilmu hukum 1.274 peminat, manajemen 1.259 peminat, dan akuntansi 1.104 peminat
Sementara itu, beberapa prodi tercatat memiliki jumlah peminat yang relatif rendah, di antaranya akuntansi PSDKU Way Kanan 2 peminat, Perbankan dan Keuangan PSDKU Lampung Tengah 8 peminat, teknik survei dan pemetaan 8 peminat, teknik rekayasa otomotif 13 peminat, dan ilmu komputer PSDKU Way Kanan 19 peminat.
Menurut Komarudin, rendahnya minat pada beberapa prodi tersebut dipengaruhi oleh pertimbangan peluang kerja ke depan serta tingkat kesulitan perkuliahan.
Komarudin menjelaskan, dalam jalur SNBP, Unila mengikuti ketentuan panitia nasional. Penetapan kuota dan kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh panitia pusat, sementara Unila hanya mengusulkan data.
“Kuota Unila pada jalur SNBP belum tercantum di website karena penetapannya dilakukan oleh panitia pusat,” jelasnya.
Ia mengingatkan calon mahasiswa untuk menyesuaikan pilihan prodi dengan nilai rapor dan mata pelajaran pendukung minimal dua mata pelajaran yang relevan.
“Misalnya untuk Pendidikan Dokter, nilai Biologi dan Kimia harus baik,” ujarnya.
Ketentuan pemilihan prodi pada SNBP 2026 masih sama seperti tahun sebelumnya.
Jika memilih satu prodi, calon mahasiswa bebas memilih kampus mana saja. Namun, jika memilih dua prodi, salah satunya harus berada di perguruan tinggi sesuai domisili.
Untuk prodi tertentu seperti Pendidikan Jasmani, Seni, dan Tari, calon mahasiswa wajib menyertakan portofolio.
Sementara untuk prodi non-portofolio, unggahan prestasi tetap dianjurkan guna meningkatkan peluang kelulusan.
Komarudin juga menekankan pentingnya prestasi individu, akreditasi sekolah, indeks sekolah, serta rekam jejak alumni dalam tiga tahun terakhir sebagai faktor pendukung dalam seleksi SNBP.
“Jika sekolah memiliki akreditasi unggul dan alumninya menunjukkan performa baik di perguruan tinggi, peluang siswa untuk lolos SNBP semakin besar,” tutupnya.
( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )